Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Berhubungan Seks saat Hamil, Benarkah Janin Ikut Terguncang?

Berhubungan Seks saat Hamil, Benarkah Janin Ikut Terguncang?
Pexels/cottonbro studio
Intinya Sih
  • Janin tidak merasakan aktivitas seksual orang tua karena terlindungi di dalam rahim; gerakan yang lebih aktif setelahnya merupakan respons terhadap peningkatan detak jantung ibu.
  • Otot perut, dinding rahim yang tebal, dan cairan ketuban menjadi perlindungan alami yang membantu meredam tekanan atau guncangan ringan selama kehamilan normal.
  • Ibu hamil dengan riwayat persalinan prematur, perdarahan vagina, ketuban rembes atau pecah dini, serta masalah plasenta perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum berhubungan intim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan sering kali membuat Mama dan Papa memiliki banyak pertanyaan, termasuk mengenai keamanan berhubungan seksual. Salah satu kekhawatiran yang paling sering muncul adalah apakah janin akan ikut terguncang saat berhubungan seks?

Agar tidak lagi khawatir, berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai apa yang sebenarnya dirasakan janin saat Mama dan Papa berhubungan seks berdasarkan penjelasan dari dokter kandungan.

1. Janin tidak merasakan aktivitas seksual yang dilakukan orangtuanya

Masih banyak yang mengira bahwa janin dapat merasakan secara langsung saat orangtuanya berhubungan intim. Faktanya, anggapan tersebut tidak benar. 

Janin tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di luar rahim karena ia berada dalam area yang terlindungi. Meski begitu, sebagian ibu hamil mungkin menyadari bahwa janin menjadi lebih aktif bergerak setelah berhubungan intim. 

Kondisi ini bukan berarti bayi merasa terganggu, melainkan merupakan respons alami terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh mama. 

“Bayi di dalam perut nggak bisa merasakan apa yang terjadi di luar, termasuk saat Moms dan Dads berhubungan,” tulis dr. Keven Pratama Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, melansir akun Instagram @dokterkeven.

“Yang mungkin terjadi adalah bayi jadi lebih aktif bergerak setelahnya, tapi ini bukan karena terganggu, melainkan karena detak jantung ibu yang meningkat dan si Kecil ikut merasakan ‘kehangatan’ itu,” lanjutnya.

2. Janin memiliki perlindungan alami yang membuatnya tetap aman di dalam rahim

Janin memiliki perlindungan alami yang membuatnya tetap aman di dalam rahim
Maginific/valeria_aksakova

Selama kehamilan, janin tidak hanya berada di dalam rahim, tetapi juga terlindungi oleh beberapa lapisan yang berfungsi menjaga keamanannya. 

Perlindungan ini membantu meredam tekanan maupun guncangan ringan dari aktivitas sehari-hari, termasuk saat Mama dan Papa berhubungan seksual. Ada tiga lapisan utama yang menjaga janin tetap aman selama berada di dalam kandungan, yaitu:

  • Otot perut yang kuat sebagai pelindung bagian luar.
  • Dinding rahim yang tebal untuk menjaga posisi janin tetap stabil.
  • Cairan ketuban yang berfungsi sebagai bantalan alami, sehingga membantu meredam tekanan dari luar.

Berkat perlindungan tersebut, janin tetap berada dalam kondisi yang aman selama kehamilan berlangsung normal dan tidak disertai komplikasi tertentu.

3. Kondisi yang mengharuskan ibu hamil berhati-hati saat berhubungan intim

Kondisi yang mengharuskan ibu hamil berhati-hati saat berhubungan intim
Pexels/freestocks.org

Meskipun hubungan seksual umumnya aman dilakukan selama kehamilan, ada beberapa kondisi medis yang membuat ibu hamil perlu lebih waspada. 

Pada situasi tertentu, dokter biasanya akan menyarankan untuk membatasi bahkan menghindari hubungan intim demi menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus meliputi:

  • Memiliki riwayat persalinan prematur.
  • Mengalami perdarahan dari vagina selama kehamilan.
  • Ketuban merembes atau pecah sebelum waktunya.
  • Mengalami masalah pada plasenta yang masih memerlukan pemantauan dokter.

Apabila Mama mengalami salah satu kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk berhubungan intim agar kehamilan tetap terjaga dengan aman.

Demikian pembahasan mengenai berhubungan seks saat hamil. Setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Selama tidak ada komplikasi dan sudah mendapat izin dari dokter, berhubungan intim saat hamil umumnya aman dilakukan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More