Hambatan Menyusui yang Kerap Buat Mama Menyerah, Ini Penyebabnya!

- Hambatan menyusui yang umum meliputi puting lecet, ASI terasa sedikit, payudara bengkak, nyeri saat menyusui, serta puting datar yang mengganggu pelekatan bayi.
- Produksi ASI dan kenyamanan menyusui dapat dipengaruhi jadwal tidak rutin, stres, kurang istirahat, asupan cairan-gizi kurang, serta penumpukan ASI akibat jadwal menyusu terlewat.
- Perubahan hormon, kelelahan emosional, dan tidur terputus dapat memperberat masa menyusui; komunikasi dengan pasangan dan berbagi pengasuhan dianjurkan untuk membantu ibu.
Setelah melahirkan, fase yang perlu Mama hadapi selanjutnya tidak lain ialah menyusui buah hati. Melihatnya tumbuh dan terpenuhi nutrisi cukup dari ASI, pasti bikin hati terasa tenang dan hangat. Umumnya, bayi memperoleh asupan ASI secara eksklusif dari Mama selama kurang lebih 6 bulan sejak usia pertama.
Dalam waktu yang terbilang nggak sebentar ini, pasti kamu pernah berpikir dan merasa ingin menyerah selama masa menyusui. Mulai dari puting lecet, ASI yang keluar sedikit, payudara bengkak, hingga jam tidur yang berantakan setiap malam. Ternyata hal itu bisa menjadi awal mula Mama mengalami baby blues, untuk mencegahnya kamu perlu sadar akan penyebabnya lebih awal sehingga hambatan menyusui bisa dihadapi ke depannya.
Kalau saat ini rasa lelah atau bahkan sempat terlintas ingin menyerah dalam proses menyusui, percayalah bahwa Mama tidak sendirian. Berikut Popmama.com telah rangkum hambatan menyusui yang paling sering dialami para Ibu menyusui, yuk disimak!
Table of Content
1. Drama puting lecet

Menjadi salah satu hambatan yang paling sering dirasakan, masalah yang satu ini membuat banyak Ibu menyusui meneteskan air mata karena menahan perih. Puting lecet, pecah-pecah, bahkan hingga luka biasanya terjadi di minggu-minggu awal menyusui.
Hal ini bisa terjadi bukan karena cara menghisap yang terlalu kuat saja, melainkan posisi pelekatan kurang tepat, kebiasaan melepas isapan bayi secara paksa dengan kondisi kulit area sensitif yang terlalu kering juga dapat memperparah kondisi.
Untuk mengatasi agar saat puting lecet dan rasa sakit Mama dapat lebih berkurang, perlu lebih perhatikan waktu dalam melepas isapan bayi. Selain itu, kamu bisa oleskan sedikit nipple cream yang memiliki kualitas food grade agar aman jika nggak sengaja tertelan si Kecil.
2. ASI sedikit

Mengalami penurunan ASI, bisa bikin Mama merasa stres sendiri sembari melihat si Kecil terus rewel. Masalah ini tentu sering bikin panik dan menganggap nggak bisa memenuhi nutrisi dengan cukup. Sehingga bisa jadi salah satu penyebab terbesar yang membuat Mama merasa gagal dan tergoda untuk berhenti memberikan ASI.
Padahal Mama bisa kurangi penyebab ASI sedikit dengan nggak melakukan kebiasaan buruk, seperti frekuensi menyusui nggak rutin, tingkat stres yang tinggi, kurang istirahat, dan kurang asupan cairan dan gizi sehari-hari.
Maka cobalah untuk mulai kebiasaan hidup sehat dengan memenuhi asupan nutrisi serta didukung olahraga secara rutin, jangan terlalu berpikiran buruk, dan istirahat cukup minimal 7-9 jam per hari.
3. Payudara bengkak

Selama masa menyusui, pasti Mama punya jadwal tertentu untuk memberikan ASI terlebih di malam hari. Tapi, ketika melihatnya tertidur lelap dalam waktu lama, terkadang Mama merasa tidak tega untuk membangunkan buah hati. Akibatnya, jadwal menyusui terlewat dan cairan ASI menumpuk di dalam payudara.
Penumpukan ini ternyata bisa menyebabkan payudara terasa mengeras, hangat, dan sangat nyeri saat tersenggol. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa segera dikeluarkan atau dikompres, saluran ASI bisa tersumbat hingga berisiko memicu peradangan payudara.
Untuk menghindari masalah bengkak, pompa ASI bisa jadi solusi bagi Mama jika si Kecil sedang nggak mau menyusu. Selain itu, kompres menggunakan air hangat selama 5-10 menit sebelum menyusui untuk membantu melemaskan otot.
4. Terasa sakit saat menyusui

Pasti Mama pernah merasakan nyeri hebat atau ngilu setiap kali bayi mulai menghisap, ternyata penyebab utamanya yakni bersumber dari teknik pelekatan yang belum sempurna.
Saat mulut bayi hanya mengulum bagian ujung puting saja dan bukan area gelap sekitar puting, akan memberikan tekanan berlebih pada jaringan sensitif di puting Mama.
Selain bikin Mama kesakitan, hal ini juga bisa membuat buah hati tidak mendapatkan ASI secara maksimal karena alirannya terhambat.
5. Bentuk puting datar

Setiap Mama memiliki keunikan anatomi tubuh masing-masing, termasuk bentuk puting payudara. Sebagian memiliki kondisi puting yang datar atau menyangkut ke dalam, sehingga saat anak menyusu akan kesulitan untuk mengunci pelekatan.
Hal ini bisa membuat bayi gampang lepas saat menyusu dan memicu rasa frustrasi, baik bagi si Kecil yang kelaparan maupun bagi Mama yang merasa kewalahan.
Dalam mengurangi hambatannya, ternyata kamu bisa memanfaatkan alat bantu seperti nipple shield atau menarik lembut area puting sebelum menyusui.
Untuk mengetahui kondisi tubuh dan langkah apa yang bisa dilakukan, lebih baik Mama konsultasikan terlebih dulu ke dokter.
6. Perubahan mood secara drastis

Perjuangan menyusui tidak hanya menguras fisik, tetapi juga emosi. Perubahan hormon pascamelahirkan bikin mood berubah secara drastis kapan saja. Ditambah kurangnya waktu untuk diri sendiri, bisa membuat suasana hati Mama naik-turun dengan cepat.
Mama mungkin merasa cemas, mudah sedih, atau merasa sendirian. Tenang saja kamu nggak perlu merasa seperti itu, kelelahan emosional ini adalah hal yang sangat wajar dialami para Ibu setelah melahirkan.
Selalu berkomunikasi dengan pasangan dengan mencurahkan isi hati, maupun keluh kesah yang dialami sehingga Mama tidak merasa menjalani semuanya sendiri.
Jangan ragu untuk meminta bantuan dalam mengurus si Kecil bersama pasangan ya, Ma.
7. Jam tidur berantakan

Pola tidur bayi baru lahir memang belum teratur sehingga menuntut Mama untuk selalu siap siaga, bahkan di tengah malam. Harus terbangun setiap 2–3 jam sekali membuat jam tidur terpotong-potong dan tidak berkualitas.
Kurang tidur yang berkepanjangan nggak hanya membuat badan terasa lemas dan stamina drop, tetapi juga dapat menghambat hormon oksitosin yang memicu refleks pengeluaran ASI.
Maka dalam memperbaiki jam tidur, Mama bisa komunikasikan dengan pasangan agar selalu bergantian menjaga si Kecil. Terutama jika seharian kamu sudah lelah mengurus keperluan buah hati sendirian, jangan terlalu memaksakan kondisi terlebih Mama masih perlu stamina dalam menyusui.
Nah, itulah hambatan yang sering membuat Ibu menyusui ingin menyerah, agar kesiapan mental dan fisik terpenuhi Mama bisa mulai kenali penyebab dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini dapat membantu ya, Ma!




















