"Nah, yang biasanya mengalami betis ketarik ini pada umumnya sudah di trimester yang kedua. Apalagi sudah 20 mingguan. Biasanya banyak yang komplain mengenai betis. Betis ketarik ini biasanya memang terjadi pada saat subuh-subuh, pada saat lagi tidur, eh tau-taunya ketarik banget, terus sampai kebangun. Itu hal yang normal. Jadi, jangan khawatir, ya," ujar dr. Keven.
Betis Sering Ketarik saat Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Betis ketarik sering dialami ibu hamil, terutama trimester kedua atau usia kehamilan sekitar 20 minggu, biasanya saat tidur menjelang subuh, dan umumnya tergolong normal.
Pemicunya meliputi kenaikan berat badan, perubahan postur, hormon relaksin, penumpukan cairan, kebutuhan mineral meningkat, serta tekanan rahim pada saraf dan pembuluh darah.
Keluhan dapat dicegah dengan olahraga, peregangan, mengubah posisi rutin, alas kaki nyaman, dan stoking kompresi bila dianjurkan; periksa dokter bila nyeri berat, kemerahan, atau bengkak berlebihan.
Betis yang tiba-tiba terasa ketarik hingga membuat Mama terbangun saat tidur memang sering membuat panik. Apalagi jika rasa nyerinya muncul tiba-tiba pada malam atau menjelang subuh.
Kondisi ini ternyata cukup sering dialami ibu hamil, terutama ketika usia kehamilan mulai memasuki trimester kedua. Meski umumnya termasuk hal yang normal, Mama tetap perlu mengetahui penyebabnya, cara mencegahnya, hingga tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
Supaya Mama lebih memahami kondisi ini, berikut Popmama.com telah merangkum penyebab betis sering ketarik saat hamil dan cara mencegahnya, berdasarkan penjelasan dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG, yang dikutip dari akun Instagram pribadinya @dokterkeven.
Table of Content
Betis Ketarik saat Hamil Umumnya Normal, Terutama saat Trimester Kedua

Menurut dr. Keven, betis yang sering terasa ketarik merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil, terutama ketika memasuki trimester kedua atau usia kehamilan sekitar 20 minggu.
Keluhan ini biasanya muncul saat Mama sedang tidur, terutama menjelang subuh. Rasa nyeri yang datang tiba-tiba bahkan bisa membuat Mama terbangun karena betis terasa sangat kencang.
Untuk membantu merilekskan otot, dr. Keven mengatakan bahwa Mama dapat mengonsumsi suplemen magnesium. Selain itu, olahraga juga penting dilakukan agar otot tetap aktif.
"Tentu Moms juga bisa menggunakan atau minum suplemen magnesium supaya membantu merilekskan otot. Dan juga yang penting adalah Moms mulai olahraga," katanya.
Penyebab Betis Sering Ketarik saat Hamil

Keluhan betis ketarik saat hamil dapat dipengaruhi oleh beberapa perubahan yang memang terjadi selama kehamilan.
Salah satunya adalah bertambahnya berat badan Mama dan janin yang membuat otot kaki bekerja lebih keras. Perubahan postur tubuh untuk menyesuaikan pertumbuhan perut juga dapat memberikan tekanan tambahan pada otot betis.
Selain itu, peningkatan hormon relaksin membuat ligamen dan otot menjadi lebih kendur sehingga lebih mudah mengalami ketegangan atau kram.
Penumpukan cairan di kaki akibat meningkatnya volume darah dan tekanan rahim pada pembuluh darah juga bisa menyebabkan pembengkakan yang disertai rasa tidak nyaman pada betis.
Di sisi lain, kebutuhan kalsium, kalium, dan magnesium selama hamil ikut meningkat. Jika asupannya kurang, ketidakseimbangan elektrolit dapat memicu kram otot.
Rahim yang semakin membesar juga dapat menekan saraf di area panggul sehingga menimbulkan nyeri atau sensasi kesemutan yang menjalar hingga ke betis.
Cara Mencegah Betis Ketarik saat Hamil

Meskipun keluhan ini cukup umum terjadi, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko betis sering ketarik selama kehamilan.
Selain rutin berolahraga seperti yang disarankan dr. Keven, Mama juga bisa melakukan beberapa cara berikut:
- Hindari berdiri atau duduk dalam posisi yang sama terlalu lama. Cobalah mengubah posisi dan lakukan peregangan ringan secara berkala.
- Gunakan alas kaki yang nyaman dan dapat menopang kaki dengan baik, serta hindari penggunaan sepatu hak tinggi.
- Lakukan peregangan otot betis secara rutin, terutama sebelum tidur.
- Gunakan stoking kompresi apabila disarankan oleh dokter untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan pada kaki.
Segera Konsultasi ke Dokter Jika Disertai Gejala Tertentu

Walaupun betis sakit saat hamil umumnya merupakan kondisi yang normal, Mama tetap perlu waspada jika keluhan tersebut muncul bersama gejala lain.
Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami:
- Bengkak yang muncul secara tiba-tiba dan berlebihan pada wajah atau tangan.
- Pusing, sakit kepala berat, atau gangguan penglihatan.
- Nyeri betis yang sangat hebat, tidak membaik setelah beristirahat, atau justru semakin parah.
- Betis terasa hangat, kemerahan, atau sangat nyeri saat disentuh.
- Perbedaan ukuran betis yang terlihat jelas antara kaki kanan dan kiri.
Nah, itu dia penyebab betis sering ketarik saat hamil dan cara mencegahnya. Dengan mengenali penyebab dan cara mencegahnya, Mama bisa lebih siap menghadapi keluhan ini selama masa kehamilan.




















