Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Minuman Manis?

Mengapa ibu menyusui tidak boleh minum minuman manis
Freepikcom/user18526052
Intinya sih...
  • Risiko diabetes gestasional bagi Mama
  • Bayi dan Mama berisiko terkena diabetes setelah melahirkan
  • Bayi bisa terlahir dengan kondisi prematur
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat menjalani masa kehamilan, Mama perlu lebih cermat dalam memilih asupan sehari-hari dengan memerhatikan nutrisi dan gizi makanan yang dikonsumsi. Namun, apakah saat hamil Mama sering ngidam minum minuman manis?

Jika iya, sebaiknya dibatasi ya, pasalnya setiap minuman manis yang dikonsumsi dapat memengaruhi kesehatan Mama dan si Kecil. Terutama jika Mama memiliki riwayat diabetes,  atau kelebihan kelebihan berat badan.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa mengonsumsi minuman manis setiap hari dalam masa kehamilan bukanlah pilihan yang bijak, terutama jika itu adalah pemanis buatan.

Karena dengan mengonsumsi minuman manis yang berlebihan ditambah dengan riwayat diabetes dan kelebihan berat badan, ini akan menimbulkan komplikasi baik pada Mama maupun pada bayi.

Lalu, mengapa ibu hamil tidak boleh minum minuman manis? Berikut Pomama.com sudah merangkum informasinya.

Table of Content

1. Risiko diabtes gestasional bagi Mama

1. Risiko diabtes gestasional bagi Mama

Mengapa ibu menyusui tidak boleh minum minuman manis
YouTube.com/Gritte Agatha

dr. Metta., Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik dalam podcast session #HearthToHealth  milik Gritte Agatha, menjelaskan bahwa saat kehamilan, risiko terkena diabetes jadi tinggi, terutama jika Mama salah memahami ngidam.

”Jadi gini, yang sebenarnya kita sangat khawatirkan itu adalah terjadinya diabetes dalam masa kehamilan. Karena suka salah kapra memang, berasa boleh makannya bebas,” kata dr. Metta dikutip dari YouTube Gritte Agatha.

Hal inilah yang perlu mendapatkan perhatian para Mama. Secara medis, melansir dari NHS Foundation Trust, diabetes gestasional dapat berkembang selama masa kehamilan, dikarenakan selama kehamilan tubuh memproduksi banyak insulin agar menjaga kadar glukosa darah tetap normal.

Meski sebenarnya kehamilan memicu produksi glukosa yang  tinggi, ditambah dengan mengonsumsi minuman manis, kebiasaan ini dapat memperparah diabetes gestasional dan bisa memengaruhi kondisi janin.

2. Bayi dan Mama berisiko terkena diabetes sesudah melahirkan

Mengapa ibu menyusui tidak boleh minum minuman manis
Freepikcom/pvproductions

Jika Mama pernah mengalami diabetes gestasional, kondisi tersebut berisiko muncul kembali pada kehamilan selanjutnya.

”Yang dimakan yang cemilan-cemilan tinggi gula atau minuman tinggi gula yang tadi disebut gitu. Nah begitu gula darahnya meningkat terus, diabetesnya nggak cuma waktu hamil. Selesai bayinya keluar, mamanya tetap diabetes,” kata dr. Metta menambahkan.

Selain itu, dilansir Mayo Clinic,  ibu hamil disarankan untuk melahirkan secara caesar, karena sejumlah komplikasi yang dapat terjadi seperti, tekanan darah tinggi dan diabetes yang mengintai.

Tidak hanya itu, risiko terkena diabetes tipe dua pada si Kecil lebih tinggi dibandingkan pada Mama sesudah melahirkan.

3. Bayi bisa terlahir dengan kondisi prematur

Mengapa ibu menyusui tidak boleh minum minuman manis
Freepikcom/wirestock

Menurut dr. Metta sendiri, si Kecil juga dapat mengalami kecacatan janin.

”Sebenarnya risiko untuk kesananya ada. Faktor risiko kita bilang ada lah karena begitu udah ada gestasional diabetes, risiko kesehatan ya mengikuti gitu,”ujar dr. Metta menjelaskan.

Selain kecacatan janin, ada pula gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko persalinan sebelum tanggal kelahiran atau biasa disebut kelahiran prematur.

Dalam beberapa kasus, ketika bayi yang dikandung memiliki bobot melebihi bayi normal atau tekanan darah tinggi yang diidap Mama, biasanya dokter akan menyarankan persalinan lebih awal melalui operasi caesar.

4. Kelebihan berat badan dan kesulitan bernapas pada si Kecil

Mengapa ibu menyusui tidak boleh minum minuman manis
Freepikcom/rawpixel

Selain pada penjelasan dr. Metta, beberapa sumber seperti Mayo Clinic dan NHS Foundation Trust, bayi dapat mengalami obesitas dan kesulitan bernapas.

Ini dikarenakan sumber makanan utama bayi selama dalam kandungan adalah glukosa yang disalurkan melalui plasenta.

Jika kadar glukosa tinggi, glukosa dalam darah akan terbawa pada janin, sehingga bayi dalam kandungan turut memproduksi lebih banyak insulin dan membuat bobot bayi melebihi bayi normal.

Dengan keadaan tersebut, bayi yang memiliki kelebihan bobot akan mengalami kesulitan bernapas.

 

5. Kematian janin pada kandungan

Mengapa ibu menyusui tidak boleh minum minuman manis
Freepikcom

Diabetes gestasional yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko buruk bagi janin. Tak hanya perkembangannya dapat terganggu, namun dapat mengakibatkan kematian pada bayi dalam kandungan maupun sesaat setelah dilahirkan.

Sangat disayangkan jika asupan selama kehamilan tidak memberi manfaat nutrisi yang baik bagi bayi yang sedang tumbuh dalam kandungan.

Oleh karena itu sebaiknya Mama lebih selektif dalam memilih minuman dan makanan yang dikonsumsi selama kehamilan.

Penting untuk diingat, untuk selalu mengonsumsi makanan yang kaya serat dan rendah lemak serta kalori.

Jangan lupa juga untuk berolahraga dan tetap aktif, terakhir jika Mama sedang hamil atau berencana untuk hamil, dapat mencoba untuk menurunkan berat badan dan memantau penambahan berat badan.

Jangan lupa juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter ya. Semangat Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Mengapa Ibu Menyusui Tidak Boleh Minum Minuman Manis?

29 Jan 2026, 07:55 WIBPregnancy