Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pekan ASI Sedunia 2026: Sejarah, Tema, Makna Dibaliknya
Magnific
  • Pekan ASI Sedunia 2026 berlangsung 1–7 Agustus secara global dengan tema penguatan program, kebijakan, dan praktik menyusui yang telah terbukti efektif.
  • Peringatan yang dimulai WABA pada 1992 ini mendukung Innocenti Declaration 1990 untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung pemberian ASI bagi kesehatan ibu serta bayi.
  • Kampanye menekankan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan pemerintah untuk ASI eksklusif enam bulan, konseling laktasi, serta kebijakan ramah ibu bekerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW) kembali diperingati secara global pada 1–7 Agustus 2026. Momen tahunan ini menjadi pengingat penting bahwa menyusui tidak hanya bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan ibu, keluarga, hingga pembangunan berkelanjutan.

Peringatan Hari ASI Sedunia diprakarsai oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) dan didukung oleh World Health Organization (WHO) serta UNICEF. Setiap tahunnya, kampanye ini mengangkat tema yang berbeda untuk mendorong dukungan terhadap ibu menyusui di seluruh dunia.

Berikut Popmama.com telah merangkum informasi seputar Pekan ASI Sedunia 2026.

1. Pekan ASI Sedunia 2026: "Breastfeeding for a Sustainable Start in Life"

Pexels/Jonathan Borba

Untuk tahun 2026, WABA mengangkat tema "Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works" atau "Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Berhasil."

Tema tersebut mengajak seluruh pihak untuk memperkuat berbagai program, kebijakan, dan praktik yang selama ini terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan menyusui.

Alih-alih hanya menciptakan program baru, kampanye tahun ini menekankan pentingnya mempertahankan dan memperluas dukungan yang telah memberikan dampak positif bagi ibu dan bayi.

2. Sejarah Pekan ASI Sedunia

Magnific

Hari ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week (WBW) diperingati setiap tanggal 1–7 Agustus di lebih dari 170 negara. Kampanye global ini pertama kali diselenggarakan pada 1992 oleh World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyusui.

Peringatan ini lahir untuk mendukung pelaksanaan Innocenti Declaration yang disepakati pada tahun 1990 oleh pemerintah, WHO, UNICEF, dan berbagai organisasi internasional. Deklarasi tersebut bertujuan melindungi, mempromosikan, dan mendukung pemberian ASI sebagai langkah penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di seluruh dunia.

Sejak saat itu, Hari ASI Sedunia diperingati setiap tahun dengan tema yang berbeda sesuai tantangan dan kebutuhan global terkait praktik menyusui.

3. Makna Pekan ASI Sedunia bagi ibu dan bayi

Magnific

Hari ASI Sedunia bukan sekadar kampanye tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa keberhasilan menyusui membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Tidak hanya ibu, tetapi juga ayah, keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, hingga pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui.

Selain menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi, menyusui juga memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi ibu, seperti membantu proses pemulihan setelah melahirkan dan menurunkan risiko beberapa penyakit di kemudian hari.

Karena itu, melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk semakin memahami pentingnya memberikan dukungan agar setiap bayi memiliki kesempatan memperoleh ASI secara optimal sesuai rekomendasi WHO dan UNICEF.

4. Menyusui dinilai sebagai investasi bagi masa depan anak

Pexels/MART PRODUCTION

Melalui tema tahun ini, WABA menegaskan bahwa menyusui merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. ASI memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada awal kehidupan sekaligus membantu melindungi mereka dari berbagai penyakit.

Selain mendukung tumbuh kembang anak, menyusui juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Praktik ini dinilai dapat mengurangi beban biaya kesehatan, mendukung ketahanan pangan sejak awal kehidupan, serta membantu mengurangi limbah yang dihasilkan dari penggunaan susu formula dan kemasannya.

5. Kampanye tahun ini juga menyoroti pentingnya dukungan bagi ibu menyusui

Pexels/Nano Erdozain

Keberhasilan menyusui bukan hanya bergantung pada ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, Hari ASI Sedunia 2026 menyoroti pentingnya peran keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga tempat kerja dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi ibu menyusui.

Fokus kampanye meliputi peningkatan keberhasilan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan konseling laktasi, serta mendorong lahirnya kebijakan yang memudahkan ibu tetap dapat menyusui meski telah kembali bekerja.

Itulah informasi mengenai Hari ASI Sedunia 2026 yang diperingati setiap tanggal 1–7 Agustus.

Melalui kampanye ini, diharapkan semakin banyak keluarga, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan yang bersama-sama mendukung keberhasilan menyusui demi kesehatan ibu dan anak sejak awal kehidupan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article