Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Sudah Pumping Lama Tapi ASI Sedikit? Jangan Panik!

Sudah Pumping Lama Tapi ASI Sedikit? Jangan Panik!
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Kelancaran ASI saat dipompa dipengaruhi hormon oksitosin; stres dan kecemasan dapat menghambatnya, sehingga Mama dianjurkan rileks, misalnya dengan musik atau melihat foto bayi.
  • Kompres hangat sebelum memompa dapat merelaksasi otot, melebarkan saluran ASI, dan meningkatkan aliran darah. Pompa berfitur pengatur suhu hangat juga disebut membantu pengeluaran ASI.
  • Konsistensi jadwal memerah, asupan bergizi, dan cukup minum menjadi kunci menjaga produksi ASI. Teknologi aplikasi pompa turut memudahkan pemantauan suhu, isapan, serta volume secara real-time.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menghadapi situasi di mana hasil perahan ASI terasa sangat sedikit padahal sudah memompa cukup lama tentu bisa membuat hati merasa cemas dan sedih. Padahal, Mama sudah meluangkan banyak waktu dan tenaga demi mencukupi kebutuhan nutrisi si Kecil setiap harinya.

Melansir melalui akun Instagram @nisafathoni, proses pengeluaran ASI saat memompa atau dihisap bayi sebenarnya sangat dipengaruhi oleh hormon oksitosin. Ketika puting mendapatkan rangsangan yang tepat, otak akan merespons dengan melepaskan hormon tersebut sehingga otot payudara berkontraksi dan mendorong ASI keluar lebih lancar.

Berikut Popmama.com bagikan ulasan lengkap seputar cara mengatasi ASI yang sedikit saat dipompa agar Mama tidak panik dan produksi ASI bisa kembali melimpah!

1. Pahami cara kerja hormon oksitosin dalam tubuh

Pahami cara kerja hormon oksitosin dalam tubuh
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Keberhasilan proses memerah ASI sangat bergantung pada kenyamanan pikiran dan kondisi emosional seorang Mama saat melakukannya. Jika Mama merasa stres atau terlalu cemas memikirkan hasil perahan yang sedikit, pelepasan hormon oksitosin justru akan terhambat dan membuat aliran ASI macet.

Oleh karena itu, cobalah untuk selalu merasa rileks, mendengarkan musik favorit, atau melihat foto si Kecil sebelum mulai memompa. Suasana hati yang tenang terbukti ampuh membantu memperlancar refleks pengeluaran ASI secara alami tanpa hambatan.

Pikiran yang rileks juga membuat tubuh memproduksi hormon dengan lebih optimal untuk mendukung kelancaran menyusui. Nikmati setiap prosesnya dengan perasaan gembira demi hasil perahan yang memuaskan.

2. Manfaatkan suhu hangat untuk memperlancar aliran ASI

Manfaatkan suhu hangat untuk memperlancar aliran ASI
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selain rangsangan fisik pada puting, penggunaan suhu yang hangat di sekitar payudara ternyata memegang peranan yang sangat penting. Suhu hangat mampu membantu merelaksasi otot-otot di area tersebut sekaligus melebarkan saluran ASI secara efektif.

Peningkatan suhu ini juga berfungsi meningkatkan aliran darah menuju payudara sehingga produksi ASI terdorong keluar dengan jauh lebih deras. Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suhu di area puting mampu meningkatkan volume perahan secara signifikan.

Mama bisa memanfaatkan kompres hangat sebelum memompa untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih optimal. Cara sederhana ini sangat membantu melancarkan perjalanan mengasihi si Kecil setiap hari.

3. Pilih teknologi pemompaan modern dengan fitur kehangatan

Pilih teknologi pemompaan modern dengan fitur kehangatan
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Perkembangan teknologi alat menyusui saat ini sudah semakin canggih dan sangat membantu meringankan tugas Mama di rumah. Saat sedang mencari atau memilih alat pompa, Mama bisa melirik produk yang sudah dilengkapi dengan teknologi pengatur suhu hangat (heat flow).

Fitur canggih ini dirancang khusus untuk memberikan kehangatan yang pas di area payudara guna memaksimalkan pengeluaran ASI. Selain membuat hasil perahan lebih berlimpah, penggunaan fitur hangat ini juga efektif mengurangi risiko penyumbatan saluran ASI yang sering kali terasa sangat menyiksa.

Investasi pada alat pompa yang tepat tentu akan membuat perjalanan mengasihi menjadi jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Mama tidak perlu lagi merasa khawatir menghadapi masalah ASI seret.

4. Pantau proses memerah dengan lebih praktis

Pantau proses memerah dengan lebih praktis
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kemudahan teknologi masa kini juga memungkinkan Mama untuk memantau proses memerah ASI langsung dari genggaman tangan. Berbagai pengaturan canggih seperti tingkat kehangatan suhu pompa, kecepatan isapan, hingga jumlah volume ASI yang sudah dihasilkan dapat dicek dengan mudah melalui aplikasi di handphone.

Fitur modern ini tentu sangat membantu Mama yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak ingin repot bolak-balik mengecek mesin pompa. Semua informasi penting mengenai sesi memerah bisa dipantau secara real-time dengan sangat efisien.

Efisiensi waktu ini membuat Mama memiliki lebih banyak kesempatan untuk beristirahat di sela-sela kesibukan mengurus bayi. Teknologi cerdas benar-benar menjadi sahabat terbaik para Mama modern saat ini.

5. Jaga kesehatan dan konsistensi jadwal memerah

Jaga kesehatan dan konsistensi jadwal memerah
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kunci utama keberhasilan produksi ASI yang melimpah tetap terletak pada kedisiplinan dan keteraturan jadwal memerah setiap harinya. Jangan menunggu payudara terasa terlalu penuh untuk mulai memompa agar tubuh mengenali sinyal kebutuhan produksi ASI dengan baik.

Pastikan juga asupan nutrisi harian Mama selalu tercukupi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta minum air putih yang cukup. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menghasilkan kualitas dan kuantitas ASI yang jauh lebih optimal untuk si Kecil.

Tetaplah berpikiran positif dan jangan berkecil hati jika sewaktu-waktu hasil perahan sedang menurun. Perjuangan Mama dalam memberikan ASI eksklusif adalah hadiah terindah bagi tumbuh kembang buah hati tercinta.

Menghadapi tantangan seputar produksi ASI memang melelahkan, namun dengan pengetahuan yang tepat dan dukungan teknologi, Mama pasti bisa mengatasinya. Yuk, tetap semangat memberikan yang terbaik untuk si Kecil dan nikmati setiap momen indah dalam mengasihi!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More