Tren Kelahiran Bayi Kembar di Dunia Meningkat, Ini Sebabnya!

Teknologi dan perawatan kesuburan yang semakin maju jadi salah satu faktornya

25 Maret 2021

Tren Kelahiran Bayi Kembar Dunia Meningkat, Ini Sebabnya
Unsplash/fallonmichaeltx

Memiliki bayi tentu menjadi anugerah bagi setiap orangtua. Setiap kehamilan pastinya sangat berharga ya, Ma. Nah, mungkin di antara Mama yang membaca pernah kepikiran ingin punya anak kembar, bener nggak nih? 

Dilansir dari AFP News, rupanya tren kehamilan anak kembar semakin meningkat nih, Ma. Penelitian yang dilakukan di 135 negara di dunia ini dilakukan dari 2010-2015. 

Mengapa ya tren ini bisa terjadi? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Teknologi dan terapi kesuburan mendukung kelahiran bayi kembar

1. Teknologi terapi kesuburan mendukung kelahiran bayi kembar
Pixabay/1035352

Kelahiran bayi kembar ini terjadi satu dari 40 anak-anak dibandingkan dengan 50 tahun sebelumnya. Kemungkinan angka kelahiran kembar saat ini adalah yang tertinggi sepanjang masa. 

Dari penelitian tersebut, saat ini ada 1,6 juta anak kembar dilahirkan setiap tahun.

"Jumlah kelahiran kembar yang relatif dan absolut di dunia lebih tinggi dari yang pernah ada sejak pertengahan abad ke-20 dan data ini mungkin menjadi tertinggi sepanjang masa," ujar pemimpin penelitian, Profesor Christiaan Monden.

Kebanyakan dari peningkatan kelahiran kembar berasal dari kembar non-identik yang berkembang dari sel telur dan sperma yang terpisah (IVF). Sedang tingkat kembar identik, embrio yang membelah dua di hari-hari pertama setelah fertilisasi, tetap.

Lalu ada terapi-terapi kesuburan, yang menjadi faktor terbesar peningkatan kelahiran kembar terutama di negara-negara dengan pendapatan tinggi dan menengah. Banyak calon ibu hamil yang mengonsumsi makanan atau vitamin tertentu untuk menstimulasi produksi sel telur yang kemungkinan bisa membuatnya melepas dua sel telur sekali produksi.

Dari sisi IVF, saat ini memang tidak disarankan untuk transfer banyak embrio. Namun, teknologi IVF ini mampu mentransfer dua sampai tiga embrio ke dalam rahim secara simultan untuk menambah peluang kehamilan. 

2. Perencanaan kehamilan jadi salah satu pengaruh

2. Perencanaan kehamilan jadi salah satu pengaruh
Pixabay/1035352

Dari penelitian yang dilakukan oleh Profesor dari Univeesitas Oxford, Inggris, ini menyebut banyaknya perempuan yang merencanakan dan menunda kehamilan jadi salah satu penyebab kenaikan kelahiran bayi kembar. Apa hubungannya?

Ketika keluarga terutama Mama memilih untuk menunda memiliki anak, diamati oleh tim Monden ada di negara-negara berpenghasilan tinggi dan sedang. Dalam penelitian yang diterbitkan pada jurnal Human Reproduction pada 12 Maret 2021 itu mencatat, perempuan berusia lebih tua memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memiliki dua sel telur pada satu waktu.

3. Pertumbuhan populasi di Afrika karena punya kelahiran kembar fraternal

3. Pertumbuhan populasi Afrika karena pu kelahiran kembar fraternal
Pixabay/juanluis

Dalam penelitian tersebut juga sempat disinggung soal pertumbuhan populasi di Afrika. Sebab, di negara itu para peneliti memperkirakan kelahiran kembar fraternal dari dua telur yang dibuahi terpisah. 

Pada tahun 1980-an, laju kelahiran bayi kembar di Afrika Sub-Sahara sudah dua kali lipat dari Inggris. Namun, untuk kasus di Afrika ini belum diketahui faktor genetik penyebab tingginya kelahiran bayi kembar.

"Di Afrika Sub-Sahara khususnya, banyak bayi kembar kehilangan kembaran mereka di tahun pertama kehidupan," ujar Jeroen Smits, rekan Monden dalam penelitian yang sama. 

Itulah tadi informasi mengenai tren kelahiran bayi kembar yang terus meningkat. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama dan Papa. Siapa nih yang ingin punya bayi kembar?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.