Cara Ampuh Mengatasi Nyeri Payudara Saat Menyusui

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri payudara saat menyusui

10 April 2019

Cara Ampuh Mengatasi Nyeri Payudara Saat Menyusui
Freepik

Nyeri payudara merupakan salah satu masalah yang kerap dialami perempuan yang sedang menyusui, terutama bagi yang baru saja menjadi seorang Mama.

Nyeri payudara saat menyusui umumnya akan timbul pada 15-20 detik pertama saat bayi Mama menarik puting payudara ke mulutnya. Biasanya rasa nyeri yang muncul  hanya sebentar, namun ada pula yang terus merasakannya, bahkan ada yang bisa sampai berhari-hari.

Mama termasuk yang mengalaminya? Ketahui cara mengatasi nyeri payudara saat menyusui yuk Ma agar proses menyusui menjadi lebih lancar.

Dilansir dari Boldsky dan Today Parents, berikut cara mengatasi nyeri payudara saat menyusui:

1. Pastikan pelekatan menyusui sudah benar

1. Pastikan pelekatan menyusui sudah benar
Freepik/Freepic.diller

Salah satu yang menyebabkan nyeri payudara saat menyusui terjadi adalah pelekatan yang kurang benar Ma.

Ya, meski sebenarnya bayi memiliki insting untuk memosisikan puting dengan benar saat menyusui, terkadang bayi juga mengalami kesulitan untuk memosisikannya.

Untuk itu, kenali tanda-tanda pelekatan menyusui yang benar agar nyeri payudara saat menyusui tidak Mama alami. Sebab selain menyebabkan nyeri payudara, pelekatan yang tidak benar juga membuat asupan ASI yang didapat bayi menjadi tidak optimal.

2. Menyusui secara teratur

2. Menyusui secara teratur
Freepik/Yanalya

Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengatasi nyeri payudara adalah dengan mengabaikan rasa sakit yang ditimbulkan. Ya, pada beberapa kasus, Mama perlu untuk mengabaikanya  karena semakin terbiasa Mama menyusui, maka rasa sakit yang muncul akan berkurang.

Selain itu, pastikan pula Mama menyusui bayi secara teratur. Sebab nyeri payudara saat menyusui juga bisa terjadi jika Mama memiliki ASI yang berlimpah namun Mama tidak secara teratur memberikan ASI kepada si Kecil.

Efeknya payudara menjadi bengkak dan nyeri puting payudara saat menyusui pun terjadi.

Baca juga: 

3. Oleskan dengan ASI

3. Oleskan ASI
Pixabay/Igrodela

Setelah bayi selesai menyusu, Mama disarankan untuk mengoleskan sedikit tetesan ASI ke puting susu dan biarkan kering dengan sendirinya.

ASI memiliki sifat antibakteri sehingga mampu meredakan nyeri payudara yang Mama rasakan.

Mama disarankan untuk menggunakan ASI sebagai obat pereda nyeri dibanding menggunakan krim yang dijual di pasaran.

Sebab, krim buatan pabrik mengandung bahan kimia sehingga penggunaannya sebaiknya dihindarkan, kecuali atas saran dari dokter.

Editors' Picks

4. Kompres payudara dengan kompres dingin

4. Kompres payudara kompres dingin
http://canacopegdl.com

Untuk meredakan rasa nyeri yang tidak tertahankan, Mama dapat mengompres payudara dengan kompres dingin sebelum bayi menyusu.

Cara ini dianggap dapat membuat puting mati rasa sehingga mampu mengurangi rasa sakit saat menyusui. Juga dapat mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada payudara.

Baca juga: Jangan Sampai Kendur, Ini Cara Mengencangkan Payudara Setelah Menyusui

5.  Kompres payudara dengan kompres hangat

5.  Kompres payudara kompres hangat
Freepik

Selain kompres dingin, cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri payudara adalah dengan mengompres puting payudara dengan kompres hangat.

Kompres hangat dapat mengendurkan pembuluh darah sehingga membuat otot di sekitar puting menjadi lebih rileks Ma.

Mama disarankan untuk melakukan kompres puting setiap malam sebelum tidur dan ulangi secara berkala.

6. Gel lidah buaya

6. Gel lidah buaya
Pixabay/Casellesingold

Mama dapat memanfaatkan gel lidah buaya sebagai “obat” pereda nyeri payudara saat menyusui.

Caranya mudah, Mama hanya perlu mengoleskan sedikit gel lidah buaya ke puting, diamkan selama 5 menit, lalu bilas dengan air bersih.

Sifat gel lidah buaya yang dingin dan menyejukkan dapat membuat nyeri payudara menjadi berkurang.

Itulah cara mengatasi nyeri payudara saat menyusui Ma. Jika nyeri payudara yang Mama rasakan tak kunjung hilang, konsultasikan kepada dokter. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;