5 Penyebab Nyeri Punggung Pasca Operasi Caesar yang Harus Mama Ketahui

Nyeri punggung bisa terjadi karena posisi menyusui yang tidak tepat lho Ma

19 November 2021

5 Penyebab Nyeri Punggung Pasca Operasi Caesar Harus Mama Ketahui
Pexels/Karolina Grabowska

Setelah melahirkan, salah satu hal yang membuat Mama merasa tidak nyaman adalah rasa nyeri di bagian punggung atau tulang belakang. Umumnya nyeri punggung pasca operasi caesar terjadi dua hingga empat minggu. Tapi kondisi ini tentunya berbeda-beda bagi tiap orang.

Nyeri punggung tentu saja bisa mengganggu ya, Ma. Apalagi setelah melahirkan Mama akan disibukkan dengan banyaknya aktivitas dalam merawat si Kecil.

Namun Mama tak perlu khawatir ya, karena biasanya nyeri punggung bisa sembuh dengan sendirinya. Mama hanya perlu beristirahat, melakukan peregangan otot ringan, serta mengonsumsi obat pereda nyeri.

Tapi sebelumnya ketahui terlebih dahulu yuk, 5 penyebab nyeri punggung pasca operasi caesar. Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasinya khusus untuk Mama, dilansir dari Healthline.

1. Perubahan hormon jadi penyebab nyeri punggung pasca operasi caesar

1. Perubahan hormon jadi penyebab nyeri punggung pasca operasi caesar
Freepik/diana-grytsku

Selama kehamilan, tubuh akan melepasakan beberapa hormon sebagai persiapan untuk melahirkan. Hormon ini akan membuat ligamen dan persendian lebih rileks, sehingga tubuh lebih mudah mendorong bayi keluar untuk dilahirkan.

Baik melahirkan melalu vagina atau operasi ceasar, tubuh akan tetap melepaskan hormon tersebut, Ma.

Ketika ligamen dan otot menjadi lebih rileks, tentu Mama akan lebih mudah menjalani aktivitas. Namun sekecil apapun aktivitas yang dilakukan, bisa menyebabkan nyeri punggung di bagian bawah atau tengah.

Editors' Picks

2. Kenaikan berat badan setelah melahirkan berkontribusi terhadap nyeri punggung

2. Kenaikan berat badan setelah melahirkan berkontribusi terhadap nyeri punggung
Freepik/Racool_studio

Faktor lain yang berkontribusi terhadap nyeri punggung pasca operasi caesar adalah kenaikan berat badan. Sebenarnya kenaikan berat badan adalah satu hal yang wajar, terutama di masa kehamilan dan pasca melahirkan.

Tapi Mama juga harus tahu bahwa, kondisi ini bisa meningkatkan risiko pergeseran pusat keseimbangan tubuh, karena badan kita membawa beban yang ekstra. Ini menyebabkan otot punggung serta tulang belakang menjadi stres dan tegang, sehingga timbul rasa nyeri.

3. Mengangkat dan menggedong bayi tanpa memperhatikan postur tubuh

3. Mengangkat menggedong bayi tanpa memperhatikan postur tubuh
Freepik/freepik

Pasca melahirkan, biasanya Mama akan lebih sering mengangkat atau menggendong si Kecil. Jangan salah lho Ma, berat bayi juga bisa menjadi beban ekstra yang harus Mama bawa setiap harinya.

Kondisi ini mengharuskan Mama membungkuk dan mengangkat bayi, misalnya dari tempat tidur atau kereta dorong. Gerakan yang Mama lakukan tersebut bisa memengaruhi postur tubuh dan menyebabkan sakit di bagian leher atau punggung.

Mama bisa menghindarinya dengan cara menjaga postur tubuh saat mengangkat atau menggendong bayi. Pastikan tubuh tetap lurus dan tegak saat melakukannya ya.

4. Posisi menyusui yang tidak tepat bisa jadi penyebab nyeri punggung

4. Posisi menyusui tidak tepat bisa jadi penyebab nyeri punggung
Freepik/pvproductions

Setelah melahirkan, cara terbaik untuk menjalin bonding dengan bayi adalah menyusui. Menyusui jadi aktivitas rutin yang akan Mama lakukan sehari-hari.

Terkadang posisi menyusui juga bisa menjadi penyebab nyeri punggung lho, Ma. Ini karena, selama menyusui, Mama sulit mempertahankan satu posisi dalam waktu lama. Sehingga otot leher akan menegang dan terjadi nyeri yang menjalar hingga ke punggung.

Selain itu, saat menyusui bahu akan terangkat ke arah bayi, yang bisa menyebabkan kram dan juga nyeri punggung.

Untuk itu, saat menyusui Mama bisa meletakkan bantal di bawah siku guna menopang lengan, agar bahu bisa tetap rileks. Sebaiknya hindari juga terlalu banyak membungkuk saat menyusui, agar otot leher dan punggung tidak tegang.

5. Efek samping anestesi salah satunya suntik epidural

5. Efek samping anestesi salah satu suntik epidural
Freepik

Beberapa jenis anestesi yang Mama terima sebelum operasi caesar, nyatanya bisa menyebabkan rasa sakit selama beberapa hari atau beberapa minggu setelah melahirkan.

Salah satunya yaitu suntik epidural, bius lokal yang dilakukan di punggung atau tulang belakang, untuk membuat bagian tubuh tertentu mati rasa. Biasanya ini dilakukan sebagai bentuk persiapan operasi caesar.

Nah, suntik epidural yang dilakukan di bagian punggung bisa menyebabkan kejang otot di dekat sumsum tulang belakang. Kejang otot ini bisa berlanjut selama bermingggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah melahirkan, Ma. Inilah yang menjadi penyebab Mama merasakan nyeri punggung pasca operasi caesar.

Demikianlah tadi 5 penyebab nyeri punggung pasca operasi caesar yang harus Mama ketahui.

Meskipun kondisi ini merupakan hal yang umum dialami setelah melahirkan, jangan sampai Mama mengabaikannya ya. Karena rasa nyeri pada punggung tentu bisa mengganggu akitivitas Mama sehari-hari dalam merawat si Kecil.

Jika nyeri punggung tak kunjung hilang dan terasa semakin mengganggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.