TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perbedaan Operasi Caesar Cito dan Caesar Biasa Beserta Risikonya

Operasi caesar cito diperlukan jika kondisi kesehatan Mama dan bayi mengalami penurunan

28 Desember 2021

Perbedaan Operasi Caesar Cito Caesar Biasa Beserta Risikonya
Pexels/Jonathan Borba

Proses melahirkan tentunya sangat dinantikan oleh Papa dan Mama ya. Dimana pada momen ini kita akan dipertemukan pertama kali dengan si Kecil.

Biasanya proses persalinan akan dilakukan ketika usia kandungan sudah memasuki 39 minggu atau sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Namun faktanya, akan banyak alasan yang menyebabkan proses persalinan tidak sesuai dengan rencana Ma.

Umumnya kita mengenal dua proses persalinan yaitu normal dan caesar. Tapi karena beberapa kondisi, ada kemungkinan Mama tidak bisa memilih salah satunya dan harus menjalani operasi caesar cito atau yang bisa disebut operasi caesar darurat.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini Popmama.com akan memberikan informasi mengenai perbedaan operasi caesar cito dan caesar biasa beserta risikonya, dilansir dari berbagai sumber. Yuk simak selengkapnya ya Ma!

1. Apa yang dimaksud dengan metode melahirkan caesar?

1. Apa dimaksud metode melahirkan caesar
Freepik/Peoplecreations

Selain melahirkan normal, dalam persalinan kita juga mengenal istilah caesar (C-section).

Persalinan caesar (C-section) adalah prosedur pembedahan yang digunakan untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim, demikian seperti dilansir dari Mayoclinic.

Biasanya proses persalinan caesar digunakan oleh Mama yang mungkin mengalami komplikasi kehamilan, atau pernah menjalani operasi caesar sebelumnya dan tidak mempertimbangkan proses melahirkan normal.

Nah dalam prosesnya, ada kemungkinan operasi caesar ini dilakukan dengan atau tanpa rencana alias emergency Ma. Ini disebut juga sebagai proses caesar cito.

Editors' Picks

2. Perbedaan caesar cito (darurat) dan cesar biasa (terencana)?

2. Perbedaan caesar cito (darurat) cesar biasa (terencana)
Pexels.com/AndreaPiacquadio

Dilansir dari Teach Me Obgyn, operasi caesar bisa diklasifikasikan menjadi dua yakni, emergency atau darurat dan elective atau terencana.

Operasi caesar darurat

Persalinan secara caesar umumnya dihindari sebelum usia kehamilan 39 minggu Ma. Namun dalam prosesnya, kehamilan mungkin saja mengalami komplikasi atau gangguan janin, sehingga persalinan caesar darurat harus dilakukan segera sebelum usia kandungan 39 minggu.

Biasanya operasi caesar cito atau darurat ini dilakukan guna memastikan bayi lahir tepat waktu, dimana bayi harus lahir dalam waktu 20 atau 30  menit, serta untuk menyelamatkan nyawa Mama.

Operasi caesar terencana

Berbeda dengan caesar cito, operasi caesar biasa atau yang terencana biasanya telah jauh-jauh hari dijadwalkan oleh dokter di sekitar Hari Perkiraan Lahir (HPL). Biasanya ini direncanakan setelah 39 minggu kehamilan untuk mengurangi terjadinya gangguan napas neonatus yang dikenal sebagai Transient Tachypnoea of the Newborn (TTN).

Operasi caesar yang terencana ini bisa juga dilakukan karena Mama pernah menjalani tindakan caesar sebelumnya.

3. Mengapa caesar cito perlu dilakukan?

3. Mengapa caesar cito perlu dilakukan
Freepik/wavebreakmedia

Pada umumnya operasi caesar cito atau darurat dilakukan karena kondisi janin yang mengkhawatirkan atau kondisi kesehatan Mama mengalami penurunan. Pada kondisi ini biasanya tidak ada cara lain yang bisa dilakukan selain segera mengeluarkan bayi dari dalam kandungan.

Berikut ini beberapa alasan mengapa tindakan caesar darurat perlu dilakukan, dilansir dari Healthline.

Proses persalinan yang berjalan lambat

Biasanya saat melahirkan banyak dari Mama yang mencoba untuk melahirkan normal terlebih dahulu, sebelum memutuskan menjalani operasi caesar. Namun dalam prosesnya ada kemungkinan Mama harus menunggu lama sampai terjadinya pembukaan lengkap. Dimana ini bisa mengganggu kesehatan Mama dan janin, sehingga lebih baik dilakukan operasi caesar darurat.

Posisi bayi yang bermasalah

Posisi bayi jadi pertimbangan untuk Mama memutuskan proses persalinan apa yang akan dijalani. Umumnya jika posisi bayi tidak menguntungkan seperti sungsang, kaki lebih dulu menuju jalur lahir, atau melintang di perut, maka proses persalinan normal tidak bisa dilakukan. Sehingga pilihanya yaitu Mama harus menjalani operasi caesar darurat.

Mama mengalami kelelahan

Menjelang persalinan, biasanya Mama disarankan untuk banyak melakukan istirahat. Ini karena proses melahirkan membutuhkan tenaga yang ekstra. Jika tubuh Mama mengalami kelelahan, ini bisa berdampak pada bayi. Denyut jantung bayi akan bergerak terlalu cepat atau lambat yang tentunya bisa berbahaya. Karena hal inilah, dokter akan memutuskan melakukan operasi caesar darurat.

Kondisi kesehatan Mama

Sama seperti kelelahan, kondisi kesehatan yang menurun juga bisa berbahaya untuk bayi dalam kandungan Ma. Beberapa hal yang bisa membahayakan Mama dan janin diantaranya infeksi vagina, tekanan darah tinggi, serta adanya masalah jantung dan otak. Jika hal ini terjadi, tentu saja operasi caesar darurat akan dilakukan oleh dokter.

Masalah tali pusat bayi

Operasi caesar darurat mungkin dibutuhkan jika tali pusat tertekan, atau mengalami kusut yang menyebabkan bayi di dalam kandungan terlilit. Tentunya masalah yang satu ini dapat membahayakan bayi karena suplai darah menjadi berkurang Ma. Untuk itu perlu segera dilakukan persalinan.

Masalah pada plasenta

Sama seperti tali pusar, adanya masalah di plasenta juga bisa menyulitkan proses persalinan dan membahayakan bayi. Masalah plasenta bisa menyebabkan bayi tidak bisa mendapatkan cukup nutrisi dan oksigen, sehingga operasi caesar darurat harus dilakukan.

4. Risiko melahirkan dengan proses caesar cito atau darurat

4. Risiko melahirkan proses caesar cito atau darurat
Pexels/Jonathan Borba

Umumnya sebagian besar risiko melahirkan dengan proses caesar cito sama dengan operasi caesar biasa Ma.

Berikut ini beberapa risiko yang mungkin dialami oleh Mama dan bayi pasca operasi caesar darurat, dilansir dari Healthline.

Risiko terhadap Mama:

  • Mengalami infeksi di dalam rahim.
  • Rasa nyeri di luka bekas sayatan operasi.
  • Kemungkinan cedera pada organ, saraf atau pembuluh darah dekat rahim.
  • Kehilangan darah selama proses operasi.
  • Mengalami pendarahan pasca operasi.
  • Munculnya reaksi terhadap anestesi.
  • Kemungkinan tidak bisa melahirkan secara normal di masa depan.

Risiko terhadap bayi:

  • Kemungkinan mengalami cedera tidak sengaja selama operasi caesar darurat.
  • Kemungkinan mengalami masalah pernapasan selama beberapa hari setelah lahir.

Nah itulah tadi Ma, perbedaan operasi caesar cito dan caesar biasa beserta risikonya. Hal ini tentu saja bisa berbahaya baik untuk Mama ataupun bayi.

Oleh karena itu, jelang proses persalinan Mama sangat disarankan untuk banyak beristirahat, menghindari stres, dan memenuhi asupan nutrisi tubuh, agar proses melahirkan bisa berjalan lancar sesuai dengan waktunya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk