Haruskah Membersihkan Puting setelah Menyusui?

Payudara yang sehat akan membuat aktivitas menyusui menjadi lebih nyaman

3 Juni 2021

Haruskah Membersihkan Puting setelah Menyusui
Frepik/Vimaliss

Menyusui adalah memberikan nutrisi kepada bayi yang mencakup vitamin, protein, lemak, dan karbohidrat. Selama masa menyusui, Mama perlu menjaga kesehatan agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Tak hanya menjaga kesehatan tubuh, Mama juga perlu merawat payudara. 

Payudara yang sehat akan membuat aktivitas menyusui menjadi lebih nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pasalnya, ketika menyusui, ada beberapa masalah kesehatan yang muncul misalnya nyeri puting, puting kering, hingga infeksi payudara. 

Lantas, bagaimana cara merawat payudara saat masa menyusui? Perlukah membersihkan puting setiap setelah menyusui? Popmama.com telah merangkum penjelasan seputar perawatan payudara selama masa menyusui seperti di bawah ini. 

Tidak Perlu Terlalu Sering Membersihkan Puting Payudara

Tidak Perlu Terlalu Sering Membersihkan Puting Payudara
Freepik

Faktanya adalah Mama tidak perlu terlalu sering membersihkan puting payudara setelah menyusui. Mama hanya disarankan untuk membiarkan puting payudara kering dengan sendirinya sebelum menutupnya lagi. 

Terlalu sering mengelap puting payudara ternyata bisa menyebabkan puting kering hingga lecet. Menggosok puting payudara setelah menyusui juga bisa menyebabkan lecet hingga infeksi. Jadi, biarkan puting kering dengan sendirinya atau Mama bisa mengelapnya menggunakan kain yang lembut atau tisu. 

Editors' Picks

Membersihkan Puting Pakai Pelembap

Membersihkan Puting Pakai Pelembap
Unsplash/Annie Spratt

Dilansir dari What to Expect, Mama dapat membersihkan puting payudara menggunakan pelembap dibanding menggosoknya setiap kali selesai menyusui. Mama bisa menggunakan pelembap yang mengandung lanolin untuk mengurangi rasa nyeri pada puting. 

Rasa nyeri pada puting payudara bisa saja terjadi apabila si Kecil mulai tumbuh gigi. Akibatnya, si Kecil akan menggigit payudara mama saat menyusui. Pelembap yang mengandung lanolin juga bisa mencegah puting kering dan pecah-pecah. 

Pijat dan Kompres Payudara

Pijat Kompres Payudara
Freepik/halayalex

Selain membersihkan puting secara rutin, Mama juga dapat memberikan pijatan payudara lalu mengompres puting menggunakan air hangat. Cara tersebut dipercaya dapat membuka saluran kelenjar ASI sehingga produksi ASI akan meningkat. 

Pastikan untuk menggunakan kain lembut untuk mengompres puting payudara. Jika merasakan sakit atau nyeri payudara dalam waktu lama, segera periksakan ke dokter untuk menghindari terjadinya infeksi. 

Oleskan ASI ke Puting

Oleskan ASI ke Puting
Freepik/jcomp

Cara lainnya untuk merawat kesehatan payudara selama menyusui adalah mengoleskan ASI. Mama dapat mengoleskan beberapa tetes ASI pada puting dan biarkan kering dengan sendirinya. 

Selain bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian bayi, ASI ternyata juga dapat melembabkan dan melindungi puting dari infeksi. Pastikan tangan mama sudah bersih sebelum memegang payudara. 

Jangan Bersihkan Puting Pakai Sabun

Jangan Bersihkan Puting Pakai Sabun
Pixabay/mariananbu

Hal yang perlu diperhatikan adalah hindari mengelap atau membersihkan puting payudara menggunakan sabun atau sampo. Cara tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko puting payudara menjadi kering dan pecah-pecah. 

Kemudian, hindari mengoleskan alkohol, losion, atau parfum pada puting. Seperti dijelaskan sebelumnya, Mama hanya perlu membiarkan puting kering dengan sendirinya atau mengoleskan salep pelembap.

Untuk menghindari rasa sakit saat menyusui, Mama juga bisa menggunakan bantalan menyusui atau dikenal dengan nama breast pad. 

Itulah beberapa cara untuk merawat kesehatan puting payudara selama masa menyusui. Apabila muncul tanda-tanda infeksi pada puting seperti demam, muncul benjolan merah, hingga payudara bengkak, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.