Apakah Teh Laktasi Benar-Benar Dapat Meningkatkan Produksi ASI?

Sebelum menggunakan teh ini, yuk, cek dulu apakah aman untuk Mama dan bayi

15 September 2020

Apakah Teh Laktasi Benar-Benar Dapat Meningkatkan Produksi ASI
Freepik/valeria_aksakova

ASI adalah sumber nutrisi utama dan terbaik untuk bayi baru lahir. Semua mama akan melakukan segala cara untuk memastikan ASI bernutrisi dan selalu cukup untuk si Kecil.

Namun ternyata menyusui tidak semudah itu. Ada beberapa ibu menyusui yang produksi ASInya tidak sebanyak yang diharapkan.

Beberapa cara dilakukan untuk mengatasinya, salah satunya adalah mengonsumsi teh laktasi. Teh untuk ibu menyusui ini dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan produksi ASI.

Tapi apakah teh laktasi aman untuk diminum selama menyusui? Sebelum Mama mengonsumsinya, baca dulu ulasan Popmama.com mengenai penggunaan teh laktasi untuk meningkatkan produksi ASI.

Apa itu Teh Laktasi?

Apa itu Teh Laktasi
Herbalteasonline.com

Teh laktasi merupakan kombinasi berbagai ramuan herbal yang dapat dikonsumsi selama masa nifas dan dapat diminum beberapa kali dalam sehari. Ini disebut-sebut sebagai suplemen untuk meningkatkan suplai ASI.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui seberapa efekttif teh laktasi dalam meningkatkan produksi ASI.

Editors' Picks

Bagaimana Teh Laktasi Dapat Meningkatkan Produksi ASI?

Bagaimana Teh Laktasi Dapat Meningkatkan Produksi ASI
Pixabay/seeseehundhund

Setiap orang mungkin memiliki teman atau kenalan yang memiliki ulasan positif mengenai teh laktasi. Namun, tidak cukup penelitian medis yang dilakukan untuk menunjukkan keefektifan teh ini.

Meski begitu, asupan cairan selama menyusui sangat baik untuk memastikan pasokan ASI selalu ada untuk si Kecil.

Minum teh laktasi juga termasuk salah satu bentuk perawatan diri. Meluangkan waktu untuk merawat tubuh sendiri dapat melepaskan hormon penenang tertentu yang terbukti baik untuk produksi ASI.

Apakah Teh Laktasi Aman untuk Ibu Menyusui dan Bayi?

Apakah Teh Laktasi Aman Ibu Menyusui Bayi
Freepik

Efek produk herbal dan jamu yang digunakan dalam teh laktasi masih belum jelas, karena kurangnya penelitian tentang produk tersebut. Beberapa jamu mungkin aman tetapi semua kemungkinan efek samping dari ramuan yang berbeda belum diketahui, terutama untuk ibu hamil dan menyusui.

Oleh karena itu, sebaiknya bicarakan dengan dokter tentang teh laktasi atau produk berbahan herbal lainnya sebelum Mama mulai mengonsumsi teh herbal untuk meningkatkan suplai ASI.

Jika Mama berencana untuk mengonsumsi ramuan herbal, Mama harus memastikan untuk menghindari ramuan tertentu yang dianggap tidak aman bagi ibu dan bayi saat menyusui.

Penting juga untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui daftar terkini dari jamu yang tidak aman dan aman yang dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Kapan Mama Harus Mulai Minum Teh Laktasi?

Kapan Mama Harus Mulai Minum Teh Laktasi
freepik.com

Waktu terbaik untuk mulai minum teh ini adalah beberapa minggu setelah kelahiran bayi karena beberapa jamu mungkin memiliki efek lain pada tubuh ibu menyusui.

Jika suplai ASI mama tidak cukup untuk bayi, maka meningkatkan pemberian ASI dapat menjadi solusi yang mudah dan cepat saat suplai ASI sedikit.

Apabila cara tersebut belum berhasil juga, maka Mama dapat mencoba teh herbal atau solusi pendukung laktasi lainnya.

Bagaimana Cara Menyajikan Teh Laktasi?

Bagaimana Cara Menyajikan Teh Laktasi
Freepik

Secara umum, teh herbal untuk penunjang laktasi diseduh seperti cara Mama menyeduh teh biasa, tetapi sebaiknya ikuti petunjuk khusus yang disertakan bersama produk tersebut. Sama seperti teh lainnya, teh laktasi juga dapat diseduh dalam jumlah yang lebih besar atau satu cangkir dalam satu waktu.

Itulah informasi mengenai keamanan penggunaan teh laktasi untuk meningkatkan produksi ASI. Namun, yang terbaik adalah memastikan dulu dengan dokter apakah aman menggunakan teh laktasi untuk meningkatkan ASI mama.

Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan bernutrisi, sayur, dan buah, serta menghindari stress untuk produksi ASI yang berkualitas. Selamat menyusui, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.