Infeksi Peurperal, Infeksi Pasca Melahirkan yang Berisiko bagi Mama

Jika diabaikan, infeksi ini dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang mama

27 Januari 2021

Infeksi Peurperal, Infeksi Pasca Melahirkan Berisiko bagi Mama
Freepik/Bearfotos

Infeksi peurperal atau pasca melahirkan sering terjadi tetapi kondisi ini sering diabaikan. Infeksi ini dapat bervariasi dari infeksi ringan hingga parah dan dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan mama kelak.

Oleh karena itu, ibu yang baru melahirkan harus menyadari kondisi ini dan berkonsultasi dengan dokter kandungan jika mereka melihat adanya demam, keluarnya cairan, atau kemerahan.

Infeksi postpartum dapat terjadi setelah persalinan pervaginam, caesar, atau selama menyusui, ketika bakteri menyebar secara lokal dan menginfeksi rahim dan jaringan sekitarnya.

Karena berisiko memengaruhi kesehatan mama, kenali gejala infeksi pascamelahirkan agar Mama dapat segera mengambil tindakan tepat.

Berikut Popmama.com akan membahas soal gejala, jenis, penyebab, dan pencegahan infeksi puerperal. Apa saja, ya?

Gejala Umum Infeksi Peurperal

Gejala Umum Infeksi Peurperal
Freepik/jcomp

Ada beberapa infeksi pasca melahirkan, yang dapat menimbulkan berbagai gejala. Di bawah ini adalah beberapa gejala umum infeksi pasca melahirkan:

  • Demam,
  • sakit perut,
  • pembengkakan payudara dengan eritema dan nyeri tekan,
  • nyeri uterus,
  • keputihan yang berbau tidak sedap,
  • kemerahan dan nyeri yang terlokalisasi di atas lokasi sayatan,
  • perasaan sakit atau tidak nyaman.

Editors' Picks

Faktor Penyebab Infeksi Peurperal

Faktor Penyebab Infeksi Peurperal
Pexels/Jonathan Borba
joker with card

Beberapa faktor dapat mempengaruhi kemungkinan berkembangnya infeksi peurperal antara lain:

  • Metode persalinan,
  • kegemukan,
  • waktu persalinan yang panjang,
  • pemeriksaan vagina ganda,
  • ketuban pecah dini atau berkepanjangan,
  • diabetes,
  • infeksi yang sudah ada sebelumnya seperti vaginosis bakterial, infeksi intra-amnion, dan korioamnionitis,
  • pemantauan janin internal,
  • status gizi (anemia atau malnutrisi),
  • usia ibu (terlalu muda),
  • pengangkatan plasenta secara manual,
  • kolonisasi dengan bakteri streptokokus grup A atau B,
  • kebersihan yang buruk.

Jenis Infeksi Peurperal dan Penyebabnya

Jenis Infeksi Peurperal Penyebabnya
Freepik/Bonnontawat

Berikut ini beberapa infeksi umum yang mungkin terjadi setelah melahirkan:

1. Mastitis nifas: Infeksi payudara ini terjadi ketika bakteri memasuki area puting-areola karena puting pecah-pecah atau erosi saat menyusui. Mastitis umumnya disebabkan oleh adanya bakteri Staphylococcus aureus. Gejala awal mungkin termasuk eritema, nyeri tekan, dan bengkak. Beberapa komplikasi termasuk mastitis kronis dan abses payudara.

2. Infeksi saluran kemih (ISK): ISK terjadi pada 2-4 persen dari semua kelahiran. Meskipun dianggap sebagai infeksi ringan, ISK menyebabkan ketidaknyamanan dan telah dikaitkan dengan masa tinggal di rumah sakit yang lebih lama dan risiko penghentian menyusui. Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan ISK postpartum termasuk kateterisasi, persalinan lama, membran pecah, ISK selama kehamilan, dan kolonisasi streptokokus beta grup B.

3. Infeksi luka (caesar): Infeksi tempat pembedahan adalah salah satu komplikasi paling umum setelah sesar dengan tingkat kejadian 3-15 persen. Infeksi ini sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus yang menyerang tempat operasi dalam waktu 30 hari setelah prosedur. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain diabetes melitus pragestasional, obesitas, persalinan lama sebelum pembedahan, ketuban pecah dini, dan korioamnionitis. Amati sayatan sesar setiap hari, dan laporkan gejala seperti demam, nyeri tekan, eritema (kemerahan), dan keluarnya cairan bernanah (nanah) ke dokter.

4. Nyeri perineum: Nyeri perineum cukup umum terjadi setelah persalinan pervaginam. Rasa tidak nyaman biasanya timbul di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus) dan terjadi karena memar atau robek (trauma) saat melahirkan. Rasa sakit juga bisa terjadi akibat episiotomi (luka yang dibuat untuk memperbesar area perineum untuk memudahkan kelahiran bayi). Beberapa robekan dan episiotomi alami membutuhkan jahitan (jahitan). Ibu yang mengalami persalinan lama (mendorong aktif dalam waktu lama) mungkin juga mengalami nyeri perineum bahkan tanpa adanya trauma perineum.

5. Keputihan parah: Persalinan per vaginam dapat menyebabkan perdarahan vagina postpartum hingga enam minggu. Awalnya, gumpalan kecil mungkin muncul. Secara bertahap, perdarahan bisa berubah dari merah menjadi merah muda. Debit tersebut selanjutnya dapat berubah warna menjadi kuning, diikuti oleh putih. Kotoran akan hilang dengan sendirinya, tetapi temui dokter jika cairan menjadi lebih kental, menimbulkan bau busuk, gumpalan yang lebih besar muncul, atau perdarahan semakin parah.

6. Infeksi rahim (endometritis): Endometritis terjadi pada saluran genital bagian atas, meliputi endometrium, miometrium (miometritis), dan jaringan di sekitarnya (parametritis). Ini umumnya terjadi ketika bakteri yang menjajah vagina mencapai saluran genital bagian atas setelah melahirkan.

Metode pengobatan yang umum adalah penggunaan antibiotik yang dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Antibiotik dapat diberikan secara oral atau intravena tergantung pada jenis dan luasnya infeksi postpartum.

Apakah Infeksi Peurperal Dapat Menyebabkan Komplikasi?

Apakah Infeksi Peurperal Dapat Menyebabkan Komplikasi
Freepik

Diagnosis dan pengobatan infeksi peurperalartum yang terlambat dapat menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Sindrom respons inflamasi sistemik (SIRS),
  • sepsis,
  • sindrom syok toksik
  • tromboflebitis pelvis septik,
  • selulitis,
  • abses,
  • trombosis vena dalam,
  • emboli paru,
  • fasciitis nekrotikans.

Pencegahan Infeksi Peurperal

Pencegahan Infeksi Peurperal
Freepik/timolina

Tindakan pencegahan berikut dapat membantu mengurangi risiko infeksi peurperal.

  • Lakukan pemeriksaan kehamilan dan pascamelahirkan secara teratur. Ini akan membantu deteksi dini infeksi apa pun
  • Waspadai setiap perubahan di lokasi sayatan
  • Jika Mama merasa tidak enak badan, segera konsultasikan dengan dokter
  • Jaga kebersihan yang baik dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan daerah perineum
  • Gizi yang cukup dapat membantu mencegah defisiensi sekaligus menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat

Banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan telah menerapkan strategi dan pedoman WHO untuk mengurangi risiko infeksi peurperal.

Infeksi pascamelahirkan ini seringkali diabaikan sehingga berisiko memengaruhi kesehatan jangka panjang mama. Kenali gejala dan penyebabnya sehingga Mama dapat mengambil tindakan dengan cepat.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.