Menyusui Bayi Harus Selama 30 Menit, Mitos atau Fakta?

Jika tidak menyusui selama 30 menit, bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup. Mitos atau fakta, Ma?

9 Maret 2021

Menyusui Bayi Harus Selama 30 Menit, Mitos atau Fakta
Pixabay/Seeseehundhund

Selama enam bulan pertama, bayi mendapatkan semua nutrisinya melalui ASI. Oleh karena itu, Mama harus memastikan ia mendapatkan ASI yang cukup dan berkualitas.

Ada informasi yang beredar bahwa Mama harus menyusui bayi selama 30 menit untuk memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup. Hal ini tentu membuat Mama khawatir jika lamanya waktu menyusui kurang dari 30 menit. Namun benarkah informasi tersebut?

Yuk, kita kupas fakta mengenai lamanya waktu menyusui bayi di ulasan Popmama.com berikut ini. 

Bayi Harus Menyusu selama 30 Menit, Mitos atau Fakta?

Bayi Harus Menyusu selama 30 Menit, Mitos atau Fakta
Unsplash/Hollie Santos

Sebagai orangtua, Mama tentu menginginkan yang terbaik untuk si Kecil. Termasuk pemberian ASI yang cukup dan berkualitas.

Mama mungkin akan merasa cemas jika bayi menyusu hanya sebentar atau menyusu kemudian tertidur. Selain itu, beredar informasi bahwa bayi harus menyusu selama 30 menit.

Ini mitos ya, Ma. Tidak ada patokan waktu berapa lama bayi harus menyusu.  Misalkan bayi sudah menyusu lebih dari 30 menit dan tidak ada tanda-tanda ia mau berhenti, biarkan si Kecil menyelesaikan sesuai keinginannya.

Demikian juga bila bayi menyusu kurang dari 30 menit. Jika bayi sudah cukup merasa kenyang, ia akan melepaskan diri atau berhenti mengisap lebih dari beberapa menit. Tidak ada jumlah waktu tertentu yang harus dihabiskannya untuk setiap payudara. Jika bayi ingin meneruskan pada payudara lainnya, biarkan bayi melanjutkannya, Ma.

Editors' Picks

Penting untuk Membiarkan Bayi Memutuskan Kapan Berhenti Menyusu

Penting Membiarkan Bayi Memutuskan Kapan Berhenti Menyusu
Freepik/JoaquinCorbalan

Bayi mengetahui kapan ia lapar dan kenyang. Ia juga mengetahui apa yang ia butuhkan. Jadi ini tidak ditentukan oleh berapa lama bayi menyusu. Karena itu, jangan membatasi berapa lama bayi harus menyusu sebab dapat menghalangi kemampuan bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Tahapan setiap bayi dalam menyusu berbeda-beda, demikian juga dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Yang Memengaruhi Bayi Mendapatkan ASI yang Cukup

Yang Memengaruhi Bayi Mendapatkan ASI Cukup
Freepik

Lamanya waktu menyusui tidak terlalu memengaruhi berapa lama jumlah ASI yang diperoleh bayi. Jumlah ASI yang diminum oleh bayi ditentukan oleh beberapa hal berikut ini:

  • Isapan,
  • posisi menyusu,
  • pelekatan ke payudara.

Seperti yang disebutkan di atas, bayi mengetahui apa yang ia butuhkan. Proses pemenuhan kebutuhannya tidak ditentukan oleh lamanya waktu menyusu. Selain itu, bayi menyusu dengan alasan yang berbeda-beda, seperti lapar atau sekadar ingin dekat dengan Mama. Jadi waktu yang dibutuhkan juga tidak sama.

Tahapan Bayi Menyusu

Tahapan Bayi Menyusu
Freepik/fizel

Tahapan setiap bayi berbeda-beda, salah satunya dipengaruhi oleh usia bayi. Berikut contohnya:

  • Bayi yang baru lahir biasanya menyusu setiap 2-3 jam sekali dan akan menyusu selama 10 -15 menit di setiap sisi payudara. Rata-rata mereka menyusu hampir 20-30 menit per sesi menyusui.
  • Bayi usia 3-4 bulan biasanya waktu menyusu menjadi lebih singkat secara bertahap dan waktu antara menyusu menjadi sedikit lebih lama. Di tahapan usia ini, bayi hanya butuh sekira 5-10 menit untuk mengosongkan payudara dan mendapatkan semua ASI yang dibutuhkannya. Ini disebabkan karena mereka sudah cukup ahli dalam menyusu sehingga dapat melakukannya dengan cepat.
  • Di usia 6-9 bulan, bayi akan menyusu dengan cepat kemudian pergi bermain. Di saat ini bayi mulai mengonsumsi MPASI, jadi jumlah ASI yang dibutuhkan tidak sebanyak sebelumnya. Bayi akan menghabiskan lebih banyak waktu menyusu saat tidur di malam hari.

Nah, jadi informasi soal bayi harus menyusu selama 30 menit itu hanya mitos ya, Ma. Kenali kebutuhan bayi agar Mama dapat memenuhi kebutuhan ASInya.

Selamat menyusui, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.