Penelitian Mengungkapkan ASI Menurunkan Risiko Obesitas pada Bayi

Efeknya bertahan hingga anak berusia enam tahun

1 Maret 2021

Penelitian Mengungkapkan ASI Menurunkan Risiko Obesitas Bayi
Freepik/JoaquinCorbalan

ASI adalah makanan utama bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Menyusui bermanfaat bagi ibu seperti penurunan berat badan pasca persalinan serta berat badan bayi yang lebih sehat dan stabil.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat menyusui untuk bayi tidak berhenti setelah ia menyapih. Efeknya dapat dirasakan saat mereka besar. Penelitian tersebut menegaskan bahwa menyusui melindungi bayi yang lahir dengan berat badan yang besar dari risiko terjadinya obesitas.

Ulasan Popmama.com berikut akan membahas mengenai manfaat menyusui untuk mencegah obesitas pada anak.

Bayi dengan Berat Lahir Besar Cenderung Mengalami Obesitas

Bayi Berat Lahir Besar Cenderung Mengalami Obesitas
Freepik

Pada pertemuan tahunan Masyarakat Endokrin di Chicago, Hae Soon Kim, MD, dari Ewha Womans University College of Medicine di Seoul, menjelaskan bahwa secara umum, bayi dengan berat badan lahir besar cenderung mengalami obesitas atau kelebihan berat badan setelah usia enam tahun.

Klasifikasi untuk berat badan lahir besar tergantung pada minggu berapa bayi lahir, tetapi secara umum, melebihi empat kilogram menurut Children's Hospital of Philadelphia.

Kim mengatakan bahwa risiko menjadi kelebihan berat badan atau obesitas turun secara signifikan pada bayi dengan berat lahir besar jika mereka disusui secara eksklusif selama enam bulan pertama.

Editors' Picks

Penelitian Tentang Efek Menyusui Terhadap Risiko Obesitas pada Anak

Penelitian Tentang Efek Menyusui Terhadap Risiko Obesitas Anak
Unsplash

Untuk mencapai kesimpulan ini, Kim dan rekan penulis studinya melihat data mulai dari tahun 2009 hingga 2016 dari Basis Data Informasi Kesehatan Nasional Korea. Ini termasuk informasi dari pemeriksaan kesehatan anak pada 38.039 anak, yang para peneliti bagi menjadi tiga kelompok:

  • Kelompok dengan berat lahir rendah (kurang dari atau sama dengan 2.500 gram),
  • kelompok dengan berat lahir normal (lebih dari 2.500 gram dan di bawah 4.000 gram),
  • dan kelompok berat badan lahir besar (4.000 gram atau lebih).

Selama bertahun-tahun, sekitar 10 persen bayi dengan berat lahir rendah dan 15 persen bayi dengan berat lahir normal mengalami kelebihan berat badan, dibandingkan dengan 25 persen bayi dengan berat lahir besar. Namun hal ini tidak berlaku jika bayi dengan berat badan lahir besar tersebut diberi ASI eksklusif; dalam kasus tersebut, risiko obesitas mereka menurun.

ASI Eksklusif Memberikan Perlindungan Terhadap Kelebihan Berat Badan Bayi

ASI Eksklusif Memberikan Perlindungan Terhadap Kelebihan Berat Badan Bayi
Freepik/freepic.diller

“Berat badan lahir besar dikaitkan dengan kelebihan berat badan atau obesitas selama masa kanak-kanak. Di antara bayi dengan berat lahir besar, ASI eksklusif merupakan faktor perlindungan yang signifikan terhadap kelebihan berat badan dan obesitas, ”kata Kim.

Namun, pemberian ASI eksklusif bukanlah satu-satunya hal yang perlu orangtua lakukan untuk mencegah obesitas pada masa kanak-kanak.

Menurut temuan tambahan yang dipresentasikan pada pertemuan Masyarakat Endokrin, jika seorang mama makan berlebihan selama menyusui, anaknya berisiko tinggi mengalami obesitas.

Apa saja Manfaat Menyusui?

Apa saja Manfaat Menyusui
Pexels/Anastasiya Gepp

Bukan hanya bermanfaat bagi bayi, menyusui juga bermanfaat bagi Mama, yaitu:

  • Mengurangi perdarahan pasca persalinan,
  • mengurangi risiko baby blues,
  • membakar kalori,
  • bonding dengan bayi,
  • mengurangi risiko kanker.

Selain itu, ASI juga dapat meningkatkan imunitas bayi, Ma. ASI memiliki antibodi yang membantu sang Bayi melawan virus dan bakteri, antibodi ini berada di kolostrum.

Kolostrum menyediakan jumlah Imunoglobulin A (IgA) yang tinggi serta beberapa antibodi lainnya. Ketika Mama terpapar virus atau bakteri, IgA mulai memproduksi antibodi.

Antibodi ini kemudian tercampur ke dalam ASI dan diteruskan ke bayi saat menyusu. IgA dapat melindungi dari sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi.

Beberapa penelitian menunjukkan perbedaan dalam perkembangan otak bayi yang diberikan ASI dan yang diberikan susu formula.

Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh keintiman secara fisik, sentuhan, dan kontak mata yang terkoneksi saat menyusui.

Bayi yang diberikan ASI memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dan memiliki kemungkinan yang kecil untuk mengalami masalah dengan perilaku dan pembelajaran seiring dengan bertambahnya usia mereka.

Nah, itu semua manfaat menyusui untuk mencegah obesitas pada anak. Selamat menyusui, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.