Melahirkan Lancar, Ini 6 Tips Mengatasi Rasa Takut saat Persalinan

Yuk, atasi rasa takut menjelang persalinan, Ma!

14 Oktober 2020

Melahirkan Lancar, Ini 6 Tips Mengatasi Rasa Takut saat Persalinan
Pixabay/medical prudens

Di akhir kehamilan, biasanya muncul rasa takut akan hal yang mungkin terjadi selama proses persalinan dan melahirkan. Ini normal, Ma, karena Mama tidak dapat meramalkan apa yang akan terjadi. Tetapi, rasa takut ini jangan dibiarkan terus karena dapat membuat Mama stres dan menghambat persalinan.

Alih-alih khawatir, Mama dapat mengisi waktu dengan menyiapkan tas untuk bersalin atau berkonsultasi dengan dokter mengenai proses persalinan nanti.

Untuk membantu Mama mengatasi rasa takut saat persalinan, kali ini Popmama.com akan mengulas beberapa tips. Apa saja, ya?

1. Bagaimana jika saya tidak bisa melahirkan secara alami?

1. Bagaimana jika saya tidak bisa melahirkan secara alami
Freepik/Peoplecreations

Jika intervensi medis merupakan pilihan terakhir mama, diskusikan dengan dokter yang akan membantu saat persalinan nanti. Namun, tetaplah berpikiran terbuka jika pada akhirnya Mama harus menerima intervensi medis. Ini perlu dilakukan demi keselamatan bayi, Mama tidak perlu merasa gagal atau bersalah.

Ketika dihadapkan pada pilihan untuk melakukan intervensi medis, Mama dapat mengajukan pertanyaan berikut: Apa manfaatnya? Apa risikonya? Apa alternatifnya? Apa yang dikatakan oleh naluri saya? Dan apa yang akan terjadi jika kita tidak melakukan apa-apa?

2. Bagaimana saya mengatasi rasa sakit akibat kontraksi?

2. Bagaimana saya mengatasi rasa sakit akibat kontraksi
Freepik/Comzeal

Teknik pernapasan, relaksasi, dan visualisasi dapat membantu mengatasi nyeri kontraksi. Cobalah kursus hypnobirthing untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknik pernapasan, relaksasi, dan visualisasi.

Pada awal persalinan, Mama dapat menggunakan teknik yang disebut pernapasan yoga. Teknik ini menenangkan dan membuat rileks, tetapi juga memberi energi dan membantu membangun kekuatan.

Tarik napas ke dalam perut, rasakan perut naik, lalu lanjutkan hingga ke tulang rusuk, rasakan itu mengembang ke luar dan ke atas. Saat tulang rusuk benar-benar mengembang, tarik napas sedikit lagi lalu rentangkan ke pangkal leher, sambil mengangkat tulang selangka dan bahu.

Buang napas untuk mengendurkan leher bagian bawah, rasakan tulang selangka dan bahu turun, sebelum membiarkan tulang rusuk rileks, ke bawah dan ke dalam dan perut turun, coba tanpa tekanan untuk memungkinkan diafragma mendorong ke arah dada untuk mengosongkan paru-paru sepenuhnya.

Editors' Picks

3. Bagaimana cara mengetahui pereda nyeri yang harus digunakan?

3. Bagaimana cara mengetahui pereda nyeri harus digunakan
Pixabay/MasterTux

Banyak pilihan untuk pereda nyeri yang dapat digunakan saat persalinan dan ini mungkin dapat membingungkan Mama. Mama dapat mempersiapkan diri dengan mencari informasi mengenai pilihan yang ada, diskusikan dengan dokter sebelumnya. Biasanya, semakin baik obat tersebut menghilangkan rasa sakit, semakin besar efek samping yang dimiliki.

Sebelum melahirkan, sulit untuk mengetahui seperti apa kontraksi yang akan Mama alami nanti. Tetapi setidaknya mengetahui apa saja pilihan pereda nyeri yang ada dapat membantu Mama untuk membuat keputusan nanti.

4. Bagaimana jika saya terlalu takut untuk mendorong?

4. Bagaimana jika saya terlalu takut mendorong
freepik.com/wavebreakmedia-micro

Meskipun membutuhkan waktu dan banyak energi, mendorong bayi keluar adalah bagian yang paling memuaskan dari proses persalinan. Di sela-sela rasa sakit yang Mama rasakan, bayangkan bahwa Mama akan segera bertemu dengan si Kecil.

Mama dapat mendorong dengan lembut karena mendorong secara paksa pada waktu yang salah dapat menimbulkan risiko, Ma.

Mempersiapkan diri dengan berbagai info mengenai teknik mendorong dapat membantu Mama mengatasi rasa takut.

5. Bagaimana jika terjadi robekan pada vagina dan dibutuhkan jahitan?

5. Bagaimana jika terjadi robekan vagina dibutuhkan jahitan
Unsplash/rawpixel

Robekan pada vagina biasanya sembuh dengan cepat dan tidak selalu membutuhkan jahitan. Jahitan biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan rasa sakit atau tidak nyaman dapat dikurangi dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit.

Mama dapat memijat perineum sebelum persalinan untuk mengurangi risiko robekan.

6. Bagaimana jika terjadi komplikasi dalam persalinan?

6. Bagaimana jika terjadi komplikasi dalam persalinan
Freepik/pressfoto

Komplikasi yang mengancam jiwa biasanya jarang terjadi. Namun, sebagai tindakan pencegahan, perbanyak diskusi dengan dokter. Mama juga dapat mengikuti kelas persiapan melahirkan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komplikasi persalinan.

Itulah enam cara mengatasi rasa takut saat persalinan. Persalinan dan melahirkan bukanlah hal yang mudah, namun jangan terlalu takut atau khawatir, Ma. Persiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, untuk menghadapi persalinan. Jangan lupa, meski takut, Mama akan segera bertemu dengan si Kecil.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.