Hormon berperan penting dalam meregulasi sistem reproduksi kita. Salah satu hormon yang bertugas menstimulasi produksi ASI saat masa menyusui setelah melahirkan adalah prolaktin. Apabila kadar hormon prolaktin lebih tinggi ketimbang kadar normal, maka bisa menyebabkan hiperprolaktinemia.
Berikut Popmama.com merangkum informasi mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasi hiperprolaktinemia yang perlu Mama ketahui, dilansir dari hormone.org:
Mengenal Hiperprolaktinemia
Freepik
Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana seseorang memiliki kadar hormon prolaktin yang lebih tinggi dari normal di dalam darah. Fungsi utama prolaktin adalah untuk menstimulasi produksi ASI setelah melahirkan. Jadi, sebetulnya kadar prolaktin yang tinggi adalah normal ketika Mama hamil.
Prolaktin juga memengaruhi kadar hormon seksual, seperti estrogen dan testosteron, baik itu pada pria atau pun wanita. Prolaktin ini diproduksi pada kelenjar pituitari yang berada di otak.
Editors' Pick
Penyebab Hiperprolaktinemia
freepik/serg60
Salah satu penyebab utama Hiperprolaktinemia adalah pertumbuhan atau tumor pada kelenjar pituitari yang disebut prolaktinoma. Tumor inilah yang menyebabkan peningkatakan kadar prolaktin. Tumor ini dapat berukuran besar atau kecil, tetapi tidak berpotensi menyebabkan kanker.
Beberapa obat-obatan juga dapat memicu hiperprolaktinemia, antara lain obat-obatan:
Tekanan darah tinggi (misalnya calcium-channel blocker dan methyldopa)
Depresi (tricyclic dan SSRI antidepresan)
Heartburn
Mual dan muntah
Pereda rasa nyeri
KB
Gejala menopause
Penyakit ginjal dan hati kronis
Hipotiroidisme
Gejala dan Tanda-tanda Hiperprolaktinemia
Freepik
Pada wanita, hiperprolaktinemia ditandai dengan gejala:
Kering pada vagina yang menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan seksual
Masalah menstruasi, misalnya tidak mengalami menstruasi sama sekali atau tidak teratur
Payudara mengeluarkan ASI meskipun tidak hamil atau menyusui
Pada pria, kondisi ini muncul dengan tanda:
Disfungsi ereksi
Pembesaran payudara (ginekomastia)
Penurunan masa otot dan berkurangnya rambut pada tubuh
Bagaimana Hiperprolaktinemia Didiagnosis?
Freepik
Tes darah biasanya dilakukan untuk mendeteksi kelebihan prolaktin. Jika kadar prolaktin tinggi, biasanya tes dilakukan untuk memeriksa kadar hormon tiroid. Kadar hormon tiroid yang normal akan mengeliminasi hipotiroidisme sebagai penyebab hiperprolaktinemia. Dokter akan menganalisis sebab kemungkinan lain dan penggunaan obat-obatan.
Jika kadar prolaktin tinggi, MRI otak dan hipofisis akan dilakukan sebagai langkah lebih lanjut. Menggunakan mesin khusus yang menciptakan gambaran jaringan tubuh, MRI dapat menunjukkan tumor hipofisis beserta ukurannya.
Penanganan terhadap Hiperprolaktinemia
freepik.com/patcharananworrapatchareeroj
Penanganan terhadap hiperprolaktinemia dilakukan berdasarkan penyebabnya. Beberapa orang mengalami prolaktin tinggi, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda apapun, jadi tidak perlu penanganan khusus.
Penanganan yang biasanya dilakukan untuk mengatasi hiperprolaktinemia adalah:
Obat-obatan yang mengandung dopamine agonists seperti Bromocriptine dan cabergoline
Operasi untuk mengangkat tumor. Operasi dilakukan apabila obat-obatan tidak efektif atau sudah memengaruhi penglihatan
Radiasi dilakukan apabila obat-obatan dan operasi tidak efektif untuk mengecilkan tumor
Kebanyakan penderita masalah prolaktin merespon obat-obatan dengan baik. Mama tidak perlu khawatir akan kesulitan memiliki anak jika kadar prolaktin sudah normal. Pengobatan biasanya akan dihentikan ketika Mama mengandung.
Nah, itulah informasi mengenai hiperprolaktinemia, penyebab ASI berlebih, yang perlu Mama ketahui.
Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan ya, Ma.