Benarkah Bentuk dan Ukuran Payudara Memengaruhi Proses Menyusui?

Tak selamanya punya payudara besar itu sukses menyusui lho, Ma

19 Juli 2020

Benarkah Bentuk Ukuran Payudara Memengaruhi Proses Menyusui
freepik.com/fizel

Selama ini, anggapan umum yang beredar di masyarakat adalah ASI yang mengalir lancar adalah faktor penentu keberhasilan menyusui. Tetapi yang seringkali tak disadari adalah bentuk dan ukuran payudara ternyata juga berpengaruh terhadap produksi ASI mama. Begitu pula dengan prosedur operasi pada payudara yang memengaruhi kualitas menyusui. 

Berikut Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari Very Well Family:

1. Benarkah payudara kecil tidak bisa memproduksi banyak ASI?

1. Benarkah payudara kecil tidak bisa memproduksi banyak ASI
Pixabay/Badarsk

Wanita dengan payudara kecil seringkali khawatir mereka tidak bisa memproduksi cukup ASI untuk bayinya. Anggapan ini tidak benar. Selama ukuran payudara kecil tersebut tidak terkait dengan hipoplastik, seharusnya tidak ada masalah. 

Mama yang memiliki payudara kecil mungkin akan lebih sering menyusui. Tetapi jumlah ini tetap dapat memenuhi kebutuhan ASI yang cukup untuk bayi mama. 

Editors' Picks

2. Apakah payudara besar selalu sukses menyusui?

2. Apakah payudara besar selalu sukses menyusui
Freepik/javi_indy

Kebalikan dari payudara kecil, pemilik payudara besar mungkin sering dipuji karena anggapan mampu menyusui dengan baik. Nyatanya, menyusui dengan payudara besar bisa membuat canggung.

Kesulitan menahan posisi bayi dan khawatir payudara menyumbat hidung bayi mama adalah masalah yang seringkali dihadapi oleh mereka yang memiliki payudara besar. Oleh karena itu penting untuk menemukan posisi yang nyaman sejak awal.

3. Benarkah pemilik payudara hipoplastik sulit menyusui?

3. Benarkah pemilik payudara hipoplastik sulit menyusui
Freepik

Payudara hipoplastik juga disebut dengan payudara kurang berkembang, payudara berbentuk tabung, atau payudara dengan jaringan kelenjar yang tidak mencukupi. Karena kondisi ini, payudara mama mungkin mengandung sangat sedikit jaringan yang dapat menghasilkan ASI. 

Payudara hipoplastik berukuran kecil dan berbentuk seperti tabung, atau sangat tidak rata. Jarak antar kedua payudara berjauhan, dan areolanya mungkin tampak sangat besar. Pemilik payudara hipoplastik memiliki jaringan kelenjar payudara yang kurang berkembang sehingga mungkin saja tidak dapat menghasilkan banyak ASI.

4. Apakah implan payudara mempengaruhi proses menyusui?

4. Apakah implan payudara mempengaruhi proses menyusui
freepik.com/rawpixel.com

Banyak wanita dengan implan payudara dapat menyusui tanpa masalah. Itu semua tergantung pada bagaimana operasi dilakukan. Bicarakan dengan dokter dan ahli bedah tentang prosedur ini. Jika area di dekat puting dan areola tidak terpengaruh, peluang mama untuk sukses menyusui jauh lebih besar.

5. Apakah operasi pengurangan payudara memengaruhi produksi ASI?

5. Apakah operasi pengurangan payudara memengaruhi produksi ASI
Freepik/Peoplecreations

Operasi pengurangan payudara atau breast reduction memang dapat mengganggu produksi ASI. Pengangkatan jaringan payudara bersama dengan pembentukan kembali payudara, dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kelenjar, saraf, dan saluran susu. 

Jika Mama menjalani operasi ini, Mama harus memonitor dengan seksama jumlah produksi ASI harian mama. Apabila produksi ASI dirasa tidak mencukupi kebutuhan bayi, dokter mungkin akan menyarankan untuk memberikan susu formula atau suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. 

Segala bentuk operasi di sekitar payudara dapat memengaruhi produksi ASI. Saluran susu, saraf, dan jaringan penghasil ASI bisa saja rusak selama proses pembedahan, terutama di sekitar puting dan areola. 

Itulah informasi mengenai pengaruh bentuk payudara terhadap menyusui. Jika Mama mengalami masalah produksi ASI dan menyusui, dan menduga itu dikarenakan bentuk dan ukuran payudara Mama, konsultasikan dengan dokter dan ahli laktasi untuk menemukan perawatan dan tindakan yang tepat. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.