Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Ibu Hamil Jadi Lebih Sensitif dengan Suami, Ternyata Wajar

5 Alasan Ibu Hamil Jadi Lebih Sensitif dengan Suami, Ternyata Wajar
Magnific/Jcomp
Intinya Sih

  • Sensitivitas ibu hamil terhadap suami tergolong wajar, terutama akibat peningkatan estrogen dan progesteron yang memengaruhi kontrol emosi serta membuat suasana hati naik turun.
  • Perubahan bentuk tubuh, nyeri, gangguan tidur, dan kelelahan dapat menurunkan kenyamanan serta memengaruhi mood, sehingga ibu hamil lebih mudah marah atau menangis.
  • Rasa takut, stres, dan kecemasan terkait persalinan, janin, keuangan, serta peran orang tua dapat diatasi dengan komunikasi, dukungan pasangan, informasi tepercaya, dan bantuan ahli bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat masa kehamilan, ibu hamil umumnya akan menjadi lebih sensitif daripada biasanya. Ibu hamil bisa mengalami perubahan suasana hati (mood) yang membuatnya jadi lebih sensitif terhadap suami.

Bahkan jika tak ada pemicunya, ibu hamil bisa lebih cepat marah dan membuat bingung orang-orang di sekitarnya. Nah, apakah Mama pernah atau sedang mengalami kondisi ini? Jika iya, Mama tak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang wajar.

Tapi, apakah ada alasan tertentu mengapa ibu hamil jadi lebih sensitif dengan suami? Popmama.com sudah menyiapkan infomasinya untuk Mama.

1. Perubahan hormon

Alasan ibu hamil menjadi lebih sensitif dengan suami
Magnific/Freepik

Hormon kehamilan seperti hormon estrogen dan progesteron yang meningkat bisa memengaruhi suasana hati mama hingga menjadi lebih sensitif daripada sebelumnya.

Perubahaan ini ternyata memengaruhi kemampuan otak dalam mengontrol perubahan emosi. Alhasil, emosi Mama bisa naik turun seiring berubahnya kadar hormon.

Tapi Mama tak perlu khawatir, karena perubahan hormon yang terjadi ini merupakan hal yang normal karena sebagai bentuk perispan tubuh untuk mengandung calon buah hati. Emosi Mama pun akan kembali stabil pada akhir trimester pertama, karena umumnya Mama sudah mulai terbiasa dengan kondisi ini.

2. Perubahan bentuk tubuh

Alasan ibu hamil menjadi lebih sensitif dengan suami
Magnific/Freepik

Wajar jika tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan selama masa kehamilan. Seiring bertambahnya usia kehamilan, berat badan, payudara, dan bagian lain tubuh Mama pasti mengalami perubahan yang signifikan.

Perubahan ini bisa membuat tak sedikit ibu hamil merasa khawatir akan daya tariknya yang akan berkurang di hadapan suami. Akibatnya, perasaan Mama bisa menjadi lebih sensitif.

Tak hanya itu, perubahan bentuk tubuh juga sering kali disertai rasa nyeri hingga menyebabkan sulit tidur yang membuat Mama semakin merasa tak nyaman.

3. Kelelahan

Alasan ibu hamil menjadi lebih sensitif dengan suami
Magnific/Tirachardz

Kehamilan bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi cepat lelah, hal ini bisa  terjadi karena tubuh ibu hamil mungkin tak nyaman akibat adanya  perubahan hormon selama masa kehamilan.

Banyak juga ibu hamil yang mengalami kurang tidur dan sulit tidur atau insomnia akibat kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman dan sering terbangun karena rasa buang air kecil yang tak tertahankan.

Kondisi ini pun membuat tubuh menjadi cepat lelah. Rasa lelah yang terakumulasi inilah yang bisa mengganggu mood dan emosi Mama, terutama kepada suami. Selain itu, kelelahan juga merupakan salah satu alasan mengapa ibu hamil sering marah dan menangis.

4. Rasa takut

Alasan ibu hamil menjadi lebih sensitif dengan suami
Pexels/Alex Green

Kehamilan tentunya mengubah banyak sekali hal dalam hidup ibu hamil. Tak hanya dari segi kesehatan, perubahan juga terjadi pada hubungan dengan pasangan hingga kodisi keuangan.

Karenanya, tak heran jika Mama ibu hamil seirng memiliki pikiran-pikiran  buruk yang memicu munculnya rasa takut. Ketakutan-ketakutan itu umumnya bersumber dari pikiran seperti:

  • Kesiapan mental serta rasa cemas dalam menghadapi proses persalinan.
  • Kekhawatiran mengenai kesehatan dan perkembangan janin hingga proses persalinan.
  • Kesiapan dalam menjalani peran baru sebagai orang tua.
  • Pertimbangan terkait kondisi finansial untuk memenuhi kebutuhan dan membesarkan anak. 
  • Perubahan dinamika hubungan suami istri setelah kehadiran buah hati.

5. Stres

Alasan ibu hamil menjadi lebih sensitif dengan suami
Pexels/MART PRODUCTION

Ibu hamil juga dapat mengalami peningkatan tingkat stres dan kecemasan. Kondisi ini dapat memicu naiknya kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres. 

Jika terus menerus terjadi, kondisi janin di dalam kandungan  bisa terganggu akibat peningkatan hormon tersebut. Hal itu tentunya dapat membuat Mama lebih stres dan cemas karena memikirkan kondisi si Kecil.

Bahkan, ibu hamil juga bisa mengalami depresi selama kehamilan yang ditandai dengan gejala seperti menangis secara terus-menerus. Perubahan emosi yang tidak stabil itu pun dapat memengaruhi suasana hati ibu hamil sehingga membuatnya menjadi lebih sensitif terhadap suami.

Cara Mengatasi Perasaan Sensitif terhadap Suami

Alasan ibu hamil menjadi lebih sensitif dengan suami
Magnific/Yanalya
  • Selesaikan masalah satu persatu. Jika Mama mengalami masalah yang dipicu oleh rasa sensitif, maka cobalah untuk menyelesaikannya dari yang paling mudah diatasi. Coba juga untuk meminta pendapat dan pertolongan dari pasangan, keluarga, dan kerabat yang bisa membantu. 
  • Ceritakan masalah atau hal yang mengangggu. Mama bisa mulai  bercerita kepada Papa agar bisa saling memahami perasaan dan kondisi masing-masing. Jika diperlukan, Mama juga bisa bergabung dalam komunitas yang  bisa berdiskusi dn memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi selama masa kehamilan. Selain itu, Mama bisa juga bisa berkonsultasi pada tenaga medis terkait hal-hal kehamilan yang membuat Mama merasa cemas.
  • Cari tahu mitos dan fakta. Terkadang, mitos-mitos kehamilan yang beredar di masyarakat bisa memicu munculnya rasa cemas, padahal hal itu belum terbukti kebenarannya. Oleh karenanya, penting bagi Mama untuk mencari dan mengetahui fakta yang sebenarnya agar perasaan dan pikiran Mama menjadi lebih lega.
  • Cari pertolongan ahli. Jika Mama sudah merasa sangat kesulitan untuk mengatasi rasa stres dan cemas selama masa kehamilan, Mama jangan ragu untuk meminta pertolongan dari ahli seperti psikolog atau psikiater.

    Selain itu, Papa sebagai suami juga bisa menjalankan perannya dengan lebih baik, seperti membantu pekerjaan rumah dan memberikan dukungan secara fisik maupun emosional selama masa kehamilan. Mama pun bisa menjadi lebih terbuka untuk mengungkapkan apa yang dirasakan atau hal-hal yang mengganggu selama masa kehamilan dibandingkan dengan hanya melampiaskan rasa marah atau kesal kepada suami.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More