Mengenal Blighted Ovum, Kehamilan Kosong yang Mengkhawatirkan

Cari tahu apa dan penyebab terjadinya blighted ovum

26 April 2019

Mengenal Blighted Ovum, Kehamilan Kosong Mengkhawatirkan
thegospelcoalition.org

Mama pernah dengar tentang blighted ovum?

Dalam dunia medis, blighted ovum disebut sebagai kehamilan anembrionik. Orang awam kerap mengenalnya dengan istilah kehamilan kosong. Menurut penelitian, kasus ini umum terjadi pada 150.000 kasus per tahun.

Kehamilan kosong membutuhkan diagnosis medis dan ditangani oleh tenaga medis profesional seperti bidan atau dokter kandungan. Untuk mengeceknya, perlu uji atau pencitraan laboratorium. Biasanya, kondisi ini tidak segera diketahui pada pemeriksaan kehamilan pertama.

Kali ini Popmama.com merangkum dari berbagai sumber mengenai apa itu blighted ovum dan mengapa bisa terjadi.

1. Mengapa disebut kehamilan kosong?

1. Mengapa disebut kehamilan kosong
Freepik/Jcomp

Blighted ovum atau kehamilan anembrionik adalah kondisi kehamilan yang tidak mengandung embrio. Pembuahan terjadi dalam rahim, tetapi embrio tidak berada dalam kantong rahim. Itulah mengapa disebut sebagai kehamilan kosong.

Kondisi ini menjadi penyebab umum dalam keguguran, khususnya pada tiga bulan pertama masa kehamilan.

Tubuh mendeteksi ada kehamilan yang tidak normal, sehingga secara alamiah tubuh menghentikan kehamilan dan menyebabkan terjadinya keguguran.

2. Penegakan diagnosis blighted ovum

2. Penegakan diagnosis blighted ovum
Freepik/pressfoto

Blighted ovum juga mengalami tanda-tanda yang sama seperti kehamilan normal, antara lain peningkatan kadar hormon kehamilan atau hCG (human chorionic gonadotropin). Plasenta menghasilkan hormon ini dan kadarnya bisa terus meningkat walau embrio tidak berkembang.

USG kehamilan bisa membantu mendeteksi adanya kehamilan kosong. USG membantu dokter mengetahui dan memastikan apakah kantong kehamilan yang sudah ada berisi embrio atau tidak.

Bisa saja pada pemeriksaan pertama di usia kehamilan 6 minggu kantong kehamilan sudah ada. Namun, jika pada kontrol bulan berikutnya, embrio tidak tampak, ada kemungkinan kondisi blighted ovum ini terjadi.

3. Apa penyebab terjadinya blighted ovum?

3. Apa penyebab terjadi blighted ovum
Rawpixel

Para ahli menuturkan beberapa faktor bisa menjadi penyebab terjadinya blighted ovum.

  • Kelainan kromosom. Sebuah penelitian mengungkapkan hampir 60% kasus blighted ovum terjadi akibat kelainan kromosom dalam proses pembuahan sel telur dan sperma. Umumnya, telur atau embrio mempunyai ekstra kromosom atau malah kehilangan kromosom.
  • Kualitas ovum dan sperma juga bisa memicu kondisi ini. Kualitas rendah sel reproduksi ini membuat pembelahan sel tidak sempurna. Kombinasi kelainan kromosom dan pembelahan sel yang tidak sempurna mendorong tubuh menghentikan proses kehamilan. Embrio pun tidak berkembang dalam kantong kehamilan. Selain itu, kualitas ovum dan sperma juga bisa menurun seiring pertambahan usia seseorang.
  • Infeksi penyakit, misalnya rubella, TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks), kelainan imunologi, atau penyakit diabetes yang tidak bisa dikendalikan. Tubuh perempuan yang mengalami infeksi penyakit tersebut bisa meningkatkan risiko blighted ovum.

Editors' Picks

4. Gejala blighted ovum

4. Gejala blighted ovum
www.unbornheart.com

Seperti telah disebutkan di atas, seseorang akan mengalami gejala layaknya kehamilan normal. Blighted ovum memiliki tanda hamil sama seperti kondisi hamil pada umumnya, seperti terlambat menstruasi, hasil test pack positif, payudara nyeri, hingga mual muntah.

Namun, pada waktu tertentu, tanda-tanda keguguran mulai muncul. Beberapa yang tampak jelas adalah flek atau perdarahan, volume darah menstruasi yang lebih banyak dari kondisi normal, atau kram perut. Kadang kadar hormon hCG masih tinggi meski ia melalui gejala itu. Jadi, untuk memastikannya, lebih baik segera konsultasi ke dokter.

5. Penanganan blighted ovum

5. Penanganan blighted ovum
Unsplash/Marlon Lara

Ada 3 cara yang biasa ditempuh dokter untuk menangani kasus blighted ovum.

  • Membiarkan kandungan gugur secara alami. Umumnya, proses ini terjadi dengan sendirinya dalam hitungan minggu. Seseorang akan mengalami perdarahan seperti menstruasi, tetapi dengan volume lebih banyak dari menstruasi normal.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai resep dokter. Obat-obatan bisa memberikan efek samping kram perut dan berfungsi meluruhkan dinding rahim serta kantong kehamilan. Namun, tingkat perdarahannya yang dialami lewat obat-obatan bisa lebih berat.
  • Kuretase atau dilatasi. Tindakan operasi ini dilakukan dengan cara membuka serviks untuk mengangkat kantong kehamilan yang kosong dari rahim. Cara ini adalah pilihan tepat untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab keguguran. Jaringan yang diangkat bisa diperiksa di laboratorium.

6. Apakah bisa hamil lagi setelah blighted ovum?

6. Apakah bisa hamil lagi setelah blighted ovum
Pexels/Rawpixel.com

Biasanya, blighted ovum hanya terjadi satu kali, tetapi keguguran berulang (dengan berbagai penyebab) bisa tetap terjadi. Namun, yang perlu Mama ketahui adalah kondisi blighted ovum ini tidak bisa dicegah.

Kabar baiknya, sebagian besar mereka yang pernah mengalami blighted ovum bisa hamil kembali. Dokter menyarankan untuk menunggu 1-3 siklus menstruasi normal sebelum merencanakan kehamilan lagi.

Namun, jika Mama mengalami keguguran berulang, segera periksakan diri Mama dan Papa ke dokter untuk menelusuri penyebabnya lebih lanjut. Jadi, kondisi ini bisa tertangani secara tepat.

Demikian penjelasan mengenai blighted ovum. Bagi Mama yang pernah atau baru saja mengalaminya, jangan bersedih ya.

Kondisi ini ternyata umum dialami banyak perempuan. Ambil waktu untuk beristirahat sejenak guna memulihkan kondisi fisik dan psikologis Mama.

Setelah itu, turuti saran dokter untuk merencanakan kehamilan kembali bersama Papa pada waktu yang tepat. Semoga berhasil!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!