Sering Pusing Saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sering pusing saat hamil? Kenali penyebab dan bagaimana cara mengatasinya, yuk

24 Maret 2019

Sering Pusing Saat Hamil, Ini Penyebab Cara Mengatasinya
Pexels/Claudia Barbosa

Pusing merupakan keluhan umum ibu hamil. Mama yang sedang mengandung paling sering merasakannya pada trimester pertama dan ketiga. Akan tetapi, keluhan ini bisa terjadi kapan saja sepanjang masa kehamilan.

Pusing juga menjadi sinyal yang dikirimkan tubuh bahwa Mama perlu beristirahat. Peka pada tiap tanda yang Mama rasakan bagus untuk pemantauan kesehatan selama hamil. Jika perlu, Mama mencatat tiap keluhan itu untuk disampaikan kepada dokter atau bidan ketika kontrol rutin.

Tidak sekadar mencatat keluhan, tetapi pantau pula frekuensinya. Ini membantu dokter mengenali intensitas rasa sakit yang Mama alami, sehingga bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Lalu, apa sih penyebab pusing saat hamil? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut temuan dari tim Popmama.com.

1. Peningkatan kadar hormon dalam tubuh

1. Peningkatan kadar hormon dalam tubuh
Pixabay/Alessandraa Mendess

Pada trimester pertama, kadar hormon meningkat pesat dalam tubuh Mama. Hormon tersebut membuat pembuluh darah melebar.

Pelebaran pembuluh darah ini membantu aliran darah menuju janin. Pada saat bersamaan, hal ini membuat suplai darah ke otak Mama berkurang. Inilah yang menimbulkan pusing atau sakit kepala.

Perubahan ini memang nggak bisa dihindari ya, Ma. Langsung hentikan semua aktivitas Mama ketika pusing datang dapat membantu mengurangi keluhan ini. Lebih penting, konsultasikan pada dokter jika keluhan mulai mengganggu aktivitas.

2. Anemia

2. Anemia
Pixabay/Pedro Serapio

Pusing juga bisa disebabkan tubuh Mama kekurangan asupan zat besi, sehingga mengalami anemia. Jumlah sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke otak dan organ tubuh lain lebih sedikit. Akibatnya, Mama merasa pusing.

Maka, cara terbaik adalah mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi tinggi, khususnya ketika kehamilan sudah menginjak trimester kedua dan ketiga. Kadang dokter juga menambahkan suplemen zat besi untuk memastikan asupan zat besi ibu hamil terpenuhi.

3. Dehidrasi

3. Dehidrasi
Pixabay/Raw Pixel

Tahukah Ma, bahwa perubahan hormon membuat tubuh Mama lebih sering berkeringat? Selain itu, suplai cairan juga lebih banyak dialirkan pada janin guna pembentukan organ dan menunjang kehidupannya.

Dengan kondisi demikian, kebutuhan cairan Mama harus terpenuhi. Jika tidak, Mama bisa mengalami dehidrasi yang menyebabkan pusing. Untuk mengantisipasi hal ini, Mama harus minum air 8-12 gelas per hari. Berada di ruang sejuk dengan pendingin ruangan dan mengenakan baju longgar juga bisa mencegah dehidrasi.

Editors' Picks

4. Kurang pasokan energi

4. Kurang pasokan energi
Unsplash/Joy Real

Mual muntah ketika hamil memang membuat nafsu makan berkurang ya, Ma. Jika Mama tidak waspada akan kondisi ini, rasa pusing bisa muncul. Apalagi, enggan makan cenderung membuat Mama telat makan 1-2 jam.

Usahakan tetap ada makanan yang masuk ke dalam perut. Ini penting untuk memastikan Mama memperoleh pasokan energi. Dalam tubuh Mama ada janin yang tengah berkembang kan?

Makan dalam porsi kecil tetapi sering bisa jadi strategi jitu untuk mengurangi rasa mual muntah. Jika Mama bekerja di kantor, selalu siapkan camilan seperti biskuit atau sereal sebagai makanan selingan.

5. Berbaring posisi terlentang terlalu lama

5. Berbaring posisi terlentang terlalu lama
Pixabay/u_96tmu9c4

Ya, terlalu lama berbaring dalam posisi terlentang juga bisa memicu pusing. Hal ini kian terasa pada trimester kedua dan ketiga.

Biasanya, ini disebabkan oleh pembuluh darah di belakang rahim terjepit. Aliran darah balik dari kaki dan panggul ke jantung pun tidak mengalir lancar karena terbendung.

Itulah mengapa, Mama disarankan tidur miring ke kiri agar aliran darah ke otak dan jantung lancar. Menyangga punggung dengan bantal atau guling juga bisa jadi alternatif agar posisi berbaring Mama lebih nyaman.

6. Berdiri dalam durasi lama

6. Berdiri dalam durasi lama
Pixabay/Khusen Rustamov

Terlalu lama berdiri juga bisa membuat Mama pusing. Penyebabnya, darah berkumpul terlalu banyak pada area kaki.

Mama bisa duduk atau berbaring sampai pusing terasa hilang. Menggerakkan kaki selama beberapa saat juga bisa membantu kelancaran sirkulasi darah di kaki Mama.

7. Perubahan posisi mendadak

7. Perubahan posisi mendadak
Unsplash/Vladislav Muslakov

Perubahan posisi tubuh terlalu mendadak bisa menimbulkan rasa pusing, misalnya dari posisi tidur langsung berdiri. Ada kondisi hipotensi postural, yakni darah tidak mempunyai waktu cukup untuk mencapai otak karena tubuh melakukan perubahan posisi secara mendadak.

Untuk itu, ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam berganti posisi. Misalnya, saat Mama hendak bangun dari posisi tidur, duduklah lebih dulu selama beberapa saat dan baru berdiri. Jeda antargerakan ini membantu Mama mengurangi timbulnya pusing.

Itulah 7 alasan mengapa Mama sering merasa pusing saat hamil dan bagaimana cara mengatasinya. Pastikan Mama mengenali sinyal tubuh dengan baik dan selalu sampaikan setiap keluhan pada dokter untuk penanganan secara tepat.

Jadi, Mama dapat menikmati kehamilan yang menyenangkan.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!