Ini yang Perlu Mama Ketahui Tentang Eksim pada Ibu Hamil

Jangan asal garuk-garuk ya, Ma

30 Januari 2019

Ini Perlu Mama Ketahui Tentang Eksim Ibu Hamil
Freepik/Yanalya

Sering merasakan gatal-gatal saat hamil, Ma? Bisa jadi itu adalah karena eksim. Jangan asal digaruk, kebiasaan ini justru bisa membuat rasa gatal bisa jadi semakin parah.

Konsumsi atau pemakaian obat tertentu tanpa resep dokter juga sebaiknya tidak dilakukan karena kemungkinan bisa mengganggu kehamilan.

Nah, berikut informasi yang perlu Mama ketahui tentang eksim pada ibu hamil:

1. Definisi eksim

1. Definisi eksim
Pexels/Burst

Eksim merupakan suatu masalah di mana terjadi peradangan pada kulit. Efeknya, kulit akan menjadi sangat gatal, kemerahan, pecah-pecah dan bahkan kasar.

Eksim bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, misalnya di tangan, kaki, wajah, atau punggung. Jika digaruk, eksim bisa menjadi semakin parah dan mengganggu aktivitas Mama.

Stres berlebihan pada sebagian ibu hamil juga bisa memicu eksim. Jadi, untuk mengurangi efek eksim sebaiknya hindari dulu stres berlebihan ya, Ma.

Ada dua tipe eksim yang paling banyak menyerang ibu hamil: dermatitis kontak dan dermatitis atopik. Pada dermatitis kontak, iritasi kulit dipicu ketika kulit melakukan kontak dengan elemen pemicu yang khas.

Sebagian besar elemen tersebut adalah sabun khusus, wewangian, jenis kain tertentu, zat pewarna, debu, atau hal-hal lain. Setelah benda-benda ini bersentuhan dengan kulit, mereka pun dapat memicu eksim.

Sementara itu, dermatitis atopik terjadi bukan karena kontak kulit tetapi karena  sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu, alergen tertentu, atau bahkan perubahan cuaca yang tiba-tiba.

2. Penyebab eksim pada ibu hamil

2. Penyebab eksim ibu hamil
Pexels/Rawpixel.com

Pada kehamilan, eksim biasanya terjadi pada bulan-bulan awal. Terutama pada tahap awal kehamilan, di mana sistem imun lebih rendah daripada biasanya untuk mempersiapkan perubahan pada tubuh.

Di waktu ini, tanda-tanda awal eksim seperti muncul ruam merah dan nyeri saat digaruk pun mulai muncul. Kondisi ini bisa menjadi semakin parah saat Mama sering stres.

Selain itu, beberapa kondisi tertentu juga seringkali memicu eksim. Misalnya radang pada rongga mulut, sinusitis, dan sejumlah penyakit lain yang menyebabkan berbagai patogen ada dalam tubuh, semakin meningkatkan agresi antigen.

Nah, agresi inilah yang kemudian menyebabkan eksim tumbuh lebih banyak dan menyerang beberapa bagian tubuh lainnya.

Editors' Picks

3. Tanda dan gejala eksim

3. Tanda gejala eksim
Pexels/Rawpixel.com

Jangan salah kaprah ya, Ma. Eksim pada kehamilan biasanya menujukkan tanda dan gejala yang khas. Mama perlu mengenali tanda-tanda ini agar bisa segera diperiksa ke dokter.

Tanda-tanda tersebut di antaranya muncul ruam merah, yang kadang juga berbentuk seperti gelembung yang sangat gatal. Gelembung-gelembung ini juga bisa muncul dalam satu kelompok di area tubuh.

Ruam yang muncul juga bisa membentuk lapisan seperti kerak, terutama jika kulit Mama sangat kering.

Apabila sebelum hamil Mama sudah memiliki riwayat eksim, maka kemungkinan kondisi ini kembali kambuh juga akan semakin besar. Termasuk juga jika Mama punya alergi terhadap pemicu tertentu, baik makanan maupun lingkungan.

4. Diagnosis eksim pada ibu hamil

4. Diagnosis eksim ibu hamil
Freepik/Onlyyouqj

Diagnosis eksim biasanya dibentuk dokter melalui pemeriksaan secara visual. Sebagian besar dokter dapat langsung mengetahui eksim dengan melihat kulit pasien. Dalam kasus tertentu, biopsi mungkin akan dilakukan untuk mengonfirmasi hal yang sama.

Dokter juga mungkin akan meminta Mama untuk mengingat setiap perubahan yang muncul di tubuh Mama pada bulan-bulan pertama kehamilan.

Oleh sebab itu, penting juga bagi Mama untuk mencatat waktu kapan kali pertama ada perubahan pada kulit.

Jangan lupa memberi tahu dokter tentang semua obat yang sedang Mama konsumsi pakai selama kehamilan, serta semua perawatan yang mungkin Mama pernah coba sebelumnya untuk eksim.

5. Pengobatan eksim pada ibu hamil

5. Pengobatan eksim ibu hamil
Freepik/Freepic.diller

Eksim secara langsung tidak membahayakan janin, karena pada umumnya pemicu eksim tidak melewati plasenta. Namun demikian, kemunculan eksim dapat mengganggu kenyamanan ibu hamil dan memicu stres.

Dalam sebagian besar kasus, pengobatan untuk eksim biasanya diberikan berupa krim, pelembab atau salep. Tapi setiap pengobatan ini memerlukan resep dari dokter.

Selain obat dari dokter, pengobatan rumahan juga bisa dilakukan, terutama untuk mengurangi intensitas iritasi. Salah satunya yakni mandi air hangat. Mama juga bisa menggunakan pakaian yang berbahan katun.

Pastikan juga pakaian Mama ukurannya longgar dan nyaman, hindari memakai pakaian terlalu ketat. Hindari juga memakai sabun yang bahannya terlalu keras dan kasar karena bisa membuat kulit semakin iritasi.

Jangan lupa tetap rutin minum air putih supaya hidrasi dan kelembapan kulit tetap terjaga ya, Ma.

Baca juga: Ruam Kemerahan pada Kulit Bayi, Waspada Eksim!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!