Demi Kesehatan Janin Jangan Rahasiakan 5 Hal Ini dari Dokter Kandungan

Ungkapkan kondisi mama agar dokter tak salah memberi perawatan

14 September 2020

Demi Kesehatan Janin Jangan Rahasiakan 5 Hal Ini dari Dokter Kandungan
Pexels/Rawpixel.com

Saat berkonsultasi dengan dokter kandungan, Mama diharapkan bisa terbuka membicarakan semua masalah dan riwayat kesehatan tubuh Mama.

Dengan begitu, dokter bisa memahami betul seperti apa kondisi Mama. Pemberian obat dan vitamin, serta perawatan kehamilan pun akan menjadi lebih tepat.

Namun demikian, seringkali karena alasan tertentu, ibu hamil merahasiakan beberapa kondisinya. Sebagian karena malu, malas bertanya atau tidak percaya dengan dokter.

Menurut pakar kebidanan dan kandungan Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, California bernama Sherry Ross, MD, dalam kehamilan pemahaman dokter akan kondisi seorang Mama sangatlah penting.

Alasannya, dokter kandungan memiliki dua prioritas. Bukan hanya Mama, tapi juga janin. Ia pun menganjurkan para ibu hamil untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan tenaga medis yang dipercaya.

Ada beberapa hal penting terkait kesehatan mama yang sebaiknya diungkapkan kepada dokter saat konsultasi. Apa saja ya? Berikut Popmama.com sampaikan informasinya, Ma:

1. Kebiasaan minum minuman beralkohol

1. Kebiasaan minum minuman beralkohol
Pixabay/Free-Photos

American College of Gynecology menyebutkan bahwa ibu hamil harus menjauhi minuman beralkohol. Jadi, ketika Mama belum bisa melakukan itu, katakanlah pada dokter kandungan Mama.

Dengan begitu, dokter bisa memeriksa lebih detil soal tumbuh kembang janin. Serta memberikan informasi tentang apa bahaya di balik kebiasaan minum minuman beralkohol untuk Mama.

Sebisa mungkin, hindari konsumsi minuman beralkohol saat Mama berencana hamil dan sepanjang kehamilan ya, Ma.

Editors' Picks

2. Masih merokok

2. Masih merokok
Instagram.com/cbsnews

Merokok meski dalam jumlah kecil akan memberikan dampak serius bagi kesehatan janin. Beberapa di antaranya memicu keguguran, cacat lahir, dan komplikasi lainnya.

Selain itu, masalah juga bisa datang meskipun Mama tidak merokok alias bukan perokok aktif. Ya, paparan dari asap rokok juga bisa memberikan dampak negatif untuk kehamilan Mama.

Kebiasaan merokok memengaruhi pembuluh darah di plasenta. Efeknya, pertumbuhan janin terhambat dan juga mengganggu perkembangan paru-paru janin.

Jadi ketika Mama masih memiliki kebiasaan merokok saat hamil atau berada di lingkungan dengan asap rokok, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter.

Diskusikan dengan baik apa saja yang mungkin bisa Mama lakukan demi memperbaiki tumbuh kembang janin dan menghentikan kebiasaan merokok Mama.

3. Tingkat stres

3. Tingkat stres
Pexels/Rene Asmussen

Stres tidak cuma memengaruhi tubuh Mama secara fisik, tapi juga emosi dan perilaku Mama. Tanpa disadari, hal itu kemudian akan memengaruhi janin secara negatif.

Ketika seorang ibu hamil mengalami stres dan tekanan tinggi, sebuah perubahan kimiawi terjadi dalam tubuhnya. Perubahan ini berdampak pada tumbuh kembang janin.

Kelak si Kecil akan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami depresi, iritabilitas, dan temperamen yang lebih sensitif.

Ungkapkan pada dokter jika Mama sering mengalami stres saat hamil. Biasanya dokter kemudian akan memberikan saran apa saja yang bisa Mama lakukan untuk membantu meredakan stres.

Beberapa di antaranya misalnya mandi air hangat, berlatih latihan pernapasan atau ikut kelas yoga hamil.

4. Ingin berlibur

4. Ingin berlibur
Freepik/Pressfoto

Wajar jika saat hamil Mama ingin melepaskan penat sejenak dengan pergi berlibur alias babymoon. Namun sebelum melakukannya, pastikan Mama berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

Selain memeriksa apakah kondisi fisik Mama memungkinkan untuk pergi jauh, dokter juga akan menanyakan ke mana tujuan liburan Mama.

Jika tempat yang menjadi pilihan Mama merupakan lokasi endemis penyakit tertentu, dokter biasanya akan lebih waspada.

Misalnya daerah yang endemis virus Zika, malaria atau infeksi lainnya. Jika penularan terhadap ibu hamil masih tergolong tinggi, dokter akan memberikan tindakan pencegahan untuk Mama.

Jangan lupa untuk memahami dan mengikuti saran dari dokter soal kesehatan tubuh Mama saat bepergian. Dengan begitu, Mama pun bisa berlibur dengan tenang tanpa khawatir dengan kondisi janin.

5. Jarang ke dokter gigi

5. Jarang ke dokter gigi
Pixabay/Capri23auto

Salah satu hal penting yang kerap terabaikan saat ibu hamil berkonsultasi dengan dokter kandungan adalah tentang kebiasaan merawat gigi. Mengapa demikian?

Kesehatan gigi dan mulut juga memegang peranan penting terhadap kesehatan janin dalam kandungan, Ma.

Perubahan hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan beberapa perubahan di mulut, terutama gusi.

Nah, penyakit gusi serta mulut yang diabaikan pada akhirnya dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Jadi, pastikan dokter kandungan Mama mengetahui kapan terakhir kali Mama melakukan perawatan gigi, ya.

Kelima hal tersebut di atas sebaiknya selalu Mama bicarakan dengan dokter kandungan yang sedang merawat mama. Dengan begitu, Mama akan mendapatkan perawatan yang tepat hingga melahirkan nanti.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.