Mudah Lelah dan Sering Berkeringat Saat Hamil, Waspada Hipoglikemia

Kondisi ini rentan dialami ibu hamil pada trimester pertama dan kedua

5 Februari 2019

Mudah Lelah Sering Berkeringat Saat Hamil, Waspada Hipoglikemia
Pexels/Rawpixel.com

Setiap makanan yang dikonsumsi oleh Mama akan dipecah tubuh menjadi gula, yakni disebut sebagai glukosa. Glukosa ini kemudian akan memasuki sel tubuh dan menyediakan energi untuk proses metabolisme.

Ketika tidak cukup glukosa dalam darah, maka kondisi ini dikenal dengan sebutan hipoglikemia atau gula darah rendah. Ini berarti konsentrasi gula terlarut dalam tubuh di bawah jumlah yang diperlukan.

Hal ini dapat menyebabkan komplikasi ringan hingga berat, bergantung pada kadar hipoglikemia itu sendiri. Apa saja yang harus Mama ketahui tentang hipoglikemia pada ibu hamil?

1. Definisi hipoglikemia pada kehamilan

1. Definisi hipoglikemia kehamilan
Freepik/Rawpixel.com

Seperti disebutkan sebelumnya, hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah seseorang lebih rendah daripada yang seharusnya. Termasuk pada ibu hamil, kadar gula darah yang rendah juga bisa mengganggu kehamilannya.

Ada dua jenis hipoglikemia umum yang biasa terjadi selama kehamilan. Di antaranya yakni hipoglikemia reaktif dan hipoglikemia puasa.

Pada hipoglikemia reaktif, kadar gula darah cenderung turun dengan cepat dalam beberapa jam pertama setelah Mama makan. Jenis hipoglikemia ini lebih sering terjadi pada mereka yang punya riwayat diabetes, tetapi tetap bisa terjadi juga meski Mama tak ada riwayat diabetes.

Sementara itu, hipoglikemia puasa terjadi ketika kadar gula darah turun ke tingkat berbahaya di antara waktu makan. Jenis ini lebih sering terjadi pada orang tanpa diabetes.

2. Faktor risiko hipoglikemia

2. Faktor risiko hipoglikemia
Freepik

Siapa saja sebenarnya mereka yang lebih rentan terhadap hipoglikemia? Pada umumnya, ibu hamil menjadi lebih rentan dan mudah mengalami hipoglikemia ketika berada pada kondisi-kondisi tertentu.

Di antaranya saat kehamilan trimester pertama, tepatnya sekitar usia 8-16 minggu. Biasanya kondisi ini disebabkan karena morningsickness dan mual muntah yang dialami pada trimester pertama, Ma.

Termasuk juga apabila di waktu ini Mama sering jatuh sakit, risiko Mama untuk mengalami hipoglikemia juga akan meningkat.

Perhatikan juga jika sebelumnya Mama punya riwayat hipoglikemia, hal ini menjadi lebih mungkin Mama alami juga di waktu hamil.

Editors' Picks

3. Penyebab hipoglikemia saat hamil

3. Penyebab hipoglikemia saat hamil
Freepik/Katemangostar

Ada beberapa kemungkinan penyebab hipoglikemia dalam kehamilan. Termasuk di antaranya morning sickness, Ma. Mual dan muntah di pagi hari jika terlalu sering juga dapat menyebabkan gula darah rendah.

Terutama jika kondisi ini tidak dibarengi dengan pola makan yang adekuat, sehingga menyebabkan defisit kalori dalam diet harian Mama.

Faktor gaya hidup juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya hipoglikemia dalam tubuh. Misalnya olahraga berlebihan dan diet berlebihan sehingga asupan nutrisi tidak cukup.

Saat Mama olahraga berlebihan, terjadi kelebihan glukosa yang dipecah untuk mencukupi energi yang dibutuhkan. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan hipoglikemia karena menghambat pelepasan gula darah dari hati.

Penyebab lain yang bisa memicu terjadinya hipoglikemia yakni diabetes gestasional. Ini merupakan kondisi yang terjadi karena efek hormon, stres kehamilan, dan resistensi terhadap insulin. Karena ini, kadar gula darah Mama bisa turun dan mengarah ke hipoglikemia.

Hal ini rentan terjadi pada Mama yang mengidap diabetes dan sedang dalam masa pengobatan. 

4. Tanda dan gejala hipoglikemia saat hamil

4. Tanda gejala hipoglikemia saat hamil
Freepik/Bearfotos

Gula adalah salah satu sumber energi bagi berbagai proses metabolisme tubuh. Saat gula darah dalam tubuh terlalu rendah, beberapa tanda dan gejala pun bisa terlihat.

Termasuk di antaranya mudah lelah, tubuh terasa lemas, mood tidak terkendali dan kepala terasa pusing.

Keluhan lain yang juga bisa terjadi adalah sulit konsentrasi, tubuh mulai berkeringat dan bahkan sering gemetar. Detak jantung juga jadi tidak teratur dan penglihatan juga bisa terganggu.

Apabila hipoglikemia yang terjadi sudah cukup parah, Mama kemungkinan juga bisa mengalami kejang-kejang dan bahkan kehilangan kesadaran.

Selain itu, gejala hipoglikemia juga dapat muncul saat tidur, seperti di antaranya berkeringat di malam hari, tubuh tetap lelah meski sudah tidur nyenyak, serta kesulitan bangun di pagi hari.

Untuk menegakkan diagnosis hipoglikemia, dokter biasanya akan meminta Mama untuk melakukan tes darah. Lebih lanjut, dokter akan menanyakan kondisi rinci tentang riwayat kesehatan, diet, rutinitas olahraga, dan gejala yang Mama alami.

Saat terdeteksi mengalami hipoglikemia, Mama mungkin akan diminta untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti jus buah, air gula, atau suplemen glukosa jika diperlukan.

5. Pengaruh hipoglikemia terhadap kehamilan

5. Pengaruh hipoglikemia terhadap kehamilan
Pixabay/Travisdmchenry

Hipoglikemia dapat berdampak pada Mama dan janin selama kehamilan, terutama jika tidak segera diatasi dengan tepat. Bagi Mama, kasus hipoglikemia berat mungkin memerlukan rawat inap.

Sementara itu, gula darah rendah selama kehamilan juga dapat memengaruhi kesehatan janin. Misalnya gangguan pada perkembangan janin, seperti kelainan fisik dan mental, berat badan lahir rendah dan sebagainya.

Jadi, jika Mama curiga mengalami hipoglikemia, segera cek ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut ya, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!