hanco

7 Trik Menjalani Kehamilan Anak Kedua Sambil Mengurus Balita

Hamil sambil mengurus si Sulung yang masih berusia balita memang butuh rencana matang!

16 November 2019

7 Trik Menjalani Kehamilan Anak Kedua Sambil Mengurus Balita
Freepik

Saat hamil anak pertama, Mama bisa lebih bebas mengatur waktu istirahat. Bahkan bisa dibilang, Mama bisa tidur kapanpun mau. Termasuk saat rasa mual, ingin muntah dan pusing sedang datang.

Nah, lain halnya saat Mama hamil anak kedua, yang tentunya harus sambil tetap mengurus si Sulung. Beberapa pekerjaan rumah kadang-kadang juga tak bisa ditinggalkan ya, Ma.

Terutama di trimester pertama, di mana morning sickness masih sering dialami, Mama tetap harus bisa menjaga kesehatan supaya tetap sehat optimal. Demikian dilansir Parenting First Cry.

Jika saat ini anak pertama Mama masih berusia toddler, Mama perlu tahu tips dan trik agar kehamilan kedua ini bisa dijalani dengan baik. Yuk intip rangkuman informasi dari Popmama.com berikut ini:

1. Ajarkan anak sulung bermain secara mandiri

1. Ajarkan anak sulung bermain secara mandiri
Freepik/parinyabinsuk

Bermain dengan anak usia toddler memang menyenangkan, terutama untuk melatih kreativitas dan imajinasinya. Namun saat Mama sedang merasa lelah dan pusing karena perubahan hormon kehamilan, tubuh rasanya tidak berenergi, ya.

Jika sudah demikian, cobalah untuk mulai mengajarkan si Sulung permainan-permainan yang melatih kemandiriannya. Misalnya dengan memberikan ia buku gambar dan peralatan mewarnai atau buku stiker.

Apabila ia tetap memilih untuk bermain dengan mobil-mobilan atau masak-masakan kesukaannya, pastikan untuk meletakkan mainan tersebut tetap dekat dengan posisi Mama.

Dengan demikian, si Sulung bisa tetap bermain dalam pantauan Mama. Mama pun bisa mengawasinya sambil berbaring dan beristirahat sejenak.

2. Libatkan anak sulung sambut adiknya

2. Libatkan anak sulung sambut adiknya
Freepik/Bearfotos

Bagi anak usia toddler, kehamilan dan semua perubahan yang terjadi pada tubuh Mama mungkin akan tampak membingungkan. Oleh sebab itu, libatkan lebih banyak ia dengan peran barunya sebagai kakak.

Tekankan peran barunya tersebut kelak bisa menemani dan menjaga adiknya, serta sampaikan bahwa adiknya sedang bertumbuh. Ia pun akan menjadi lebih bersemangat dan merasa dilibatkan dalam proses baru ini, Ma.

Bacakan buku cerita tentang kisah kakak dan adik, ajak ia membeli perlengkapan bayi, serta jika bisa ajak juga si Sulung saat Mama kontrol ke dokter.

3. Tak masalah sesekali memanfaatkan screen time

3. Tak masalah sesekali memanfaatkan screen time
Freepik

Wajar jika ada orang tua yang benar-benar tidak ingin memberikan screen time untuk buah hatinya dengan berbagai alasan. Tetapi dalam kondisi tertentu, sesekali tidak masalah kok memberikan anak waktu untuk bermain gadget.

Setidaknya hal ini bisa membantu Mama beristirahat sejenak, terutama ketika anak sedang bosan bermain dengan mainannya.

Pilihlah tontonan yang memang khusus untuk anak seusianya dan dampingi. Tetap batasi supaya waktu menonton tidak berlanjut dan berlebihan, ya.

Editors' Picks

4. Ajak bermain keluar rumah

4. Ajak bermain keluar rumah
Freepik

Sesekali Mama juga perlu menghirup udara segar dan mendapatkan cahaya matahari. Hal ini sekaligus juga bisa membuat si Sulung bebas bermain di luar rumah. Aktivitas ini mampu mengusir stres dan mencegah kecemasan berlebih juga lho, Ma.

Habiskan setidaknya 10 menit di luar rumah setiap hari, terutama pada hari-hari yang terasa sulit.

Si Sulung bisa bebas bermain dan berlarian di taman, sehingga diharapkan nantinya ia bisa tidur lebih nyenyak. 

5. Jangan ragu minta bantuan orang lain

5. Jangan ragu minta bantuan orang lain
Freepik

Tubuh mengalami banyak perubahan selama kehamilan dan beberapa di antaranya bisa mengubah pola aktivitas harian Mama. Termasuk perubahan hormon yang membuat Mama cepat lelah, pusing dan bahkan merasa mual.

Jika selama ini Mama bisa mengandalkan diri sendiri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, maka kali ini jangan ragu meminta bantuan orang lain saat benar-benar dibutuhkan.

Misalnya dengan mempekerjakan asisten rumah tangga, meminta bantuan Papa untuk mengantar si Sulung pergi sekolah, atau sekadar menyerahkan urusan cuci-setrika pada jasa laundry.

Dengan begitu, Mama bisa memiliki waktu lebih banyak untuk beristirahat dan bermain dengan si Sulung.

6. Tidur siang bersama anak sulung

6. Tidur siang bersama anak sulung
Freepik/Phduet

Anak usia toddler umumnya masih memiliki jam tidur siang, yang bisa Mama manfaatkan juga untuk menjadi waktu istirahat. Jadi, saat si Sulung sedang tidur siang, jangan ragu untuk ikut tidur siang juga, Ma.

Tinggalkan dulu pekerjaan rumah yang ada, setidaknya Mama bisa mengerjakannya nanti.

Selain untuk ikut tidur siang, waktu ini juga bisa Mama manfaatkan untuk mandi atau makan dengan benar.

Apapun aktivitas yang Mama pilih, pastikan tubuh Mama beristirahat dan rileks, ya.

7. Cobalah untuk santai dan turunkan standar kerapian

7. Cobalah santai turunkan standar kerapian
Pexels/Daria Shevtsova

Siapa tak ingin punya rumah selalu rapi dan teratur? Jika Mama biasanya selalu rutin membersihkan dan merapikan perabotan rumah, maka kali ini berikan tubuh Mama kesempatan untuk bersantai dulu.

Turunkan standar kerapian Mama, salah satunya dengan tidak terlalu memaksakan tubuh melakukan semua pekerjaan rumah tanpa istirahat.

Bukan masalah besar jika mainan si Sulung berantakan, piring kotor tidak langsung dicuci, pun demikian dengan banyaknya tumpukan cucian. Setidaknya Mama bisa meminta bantuan Papa atau orang lain jika kondisi fisik Mama benar-benar sedang lelah.

Ingat, Ma. Prioritas saat sedang hamil adalah kondisi janin. Dikhawatirkan memaksakan diri tetap melakukan banyak aktivitas saat tubuh sudah lelah justru bisa mengganggu kondisi janin dalam kandungan. Istirahat sebisa mungkin saat tubuh Mama membutuhkannya.

Nah, sudah siap untuk program hamil anak kedua sambil mengurus si Sulung yang masih toddler, Ma?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!