Pixabay/Victoria_Watercolor
Mungkin bermanfaat untuk fokus pada hal-hal menyenangkan yang terjadi di dalam sana daripada mengkhawatirkan episode tangisan singkat. Mama bahkan dapat mengontrol kemampuan Mama untuk membantu janin merasa aman.
Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa janin merespons sentuhan dan suara mamanya, yang semakin membuktikan bahwa Mama harus berbicara, bernyanyi, membaca, dan berkomunikasi dengan janin di dalam rahim.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa janin menunjukkan lebih banyak gerakan ketika seorang mama meletakkan tangannya di perutnya. Terlebih lagi, janin dalam kandungan bahkan mungkin menjadi lebih tenang ketika Mama berbicara kepadanya dengan suara yang menenangkan.
Selain itu, janin trimester ketiga menunjukkan lebih banyak perilaku pengaturan diri, seperti menguap, perilaku istirahat seperti menyilangkan tangan, dan menyentuh diri sendiri ketika Mama berbicara atau menyentuh perutnya (dibandingkan dengan janin trimester kedua).
Janin juga mampu tersenyum dan berkedip di dalam kandungan.
Jadi abaikan orang-orang yang pesimis yang berpikir janin tidak dapat mendengar Mama atau merespons sentuhan Mama. Berbincanglah dengan janin tentang apa pun yang Mama inginkan, nyanyikan lagu, dan sentuh perut mama sepuasnya.
Meskipun benar janin dapat menangis saat berada di dalam kandungan, ia tidak mengeluarkan suara, dan itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tangisan latihan janin termasuk meniru pola pernapasan, ekspresi wajah, dan gerakan mulut bayi yang menangis di luar kandungan.
Mama tidak perlu khawatir bahwa janin kesakitan. Mengembangkan kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan negatif adalah keterampilan yang oleh para ilmuwan digambarkan sebagai berguna di kemudian hari, ketika tangisan bayi pasti akan menarik perhatian Mama.
Selain menangis, janin dapat merespons secara fisik terhadap sentuhan atau suara ibu, jadi luangkan waktu untuk menyentuh perut mama dan berbicara kepada si Kecil.
Semoga informasi ini bisa menjawab rasa penasaran Mama.