- Pilih waktu saat janin biasanya paling aktif, misalnya setelah makan atau menjelang tidur.
- Saat gerakan mulai terasa, Mama bisa duduk dengan kaki diluruskan ke depan atau berbaring miring agar lebih nyaman.
- Letakkan tangan di atas perut dan rasakan setiap gerakan janin, lalu mulailah menghitungnya.
- Catat jumlah gerakan serta waktu terjadinya dalam sehari untuk membantu Mama mengenali pola gerak janin
Berapa Kali Gerakan Janin Dikatakan Normal? Ini Penjelasannya

- Janin mulai bergerak pada usia kehamilan 16-24 minggu, bisa dirasakan lebih awal pada kehamilan kedua.
- Menghitung gerakan janin: pilih waktu aktif, duduk atau berbaring nyaman, catat jumlah gerakan dalam sehari.
- Gerakan janin dikatakan normal jika Mama merasakan sekitar 10 kali gerakan dalam 45 menit hingga 2 jam.
Merasakan gerakan janinl di dalam kandungan sering kali menjadi momen yang paling ditunggu oleh ibu hamil. Tak hanya menghadirkan rasa bahagia, gerakan janin juga menjadi salah satu tanda penting untuk memantau kondisi dan tumbuh kembang bayi selama kehamilan.
Namun, tak sedikit ibu hamil yang masih bertanya-tanya, berapa kali sebenarnya gerakan janin yang bisa dikatakan normal? Apakah setiap hari harus terasa sama, atau justru bisa berubah-ubah tergantung usia kehamilan?
Untuk membantu Mama lebih memahami hal ini, Popmama.com sudah merangkum penjelasan lengkap seputar berapa kali gerakan janin dikatakan normal.
Yuk, disimak!
Kapan Janin Mulai Bergerak?

Umumnya, gerakan janin mulai dapat dirasakan pada usia kehamilan sekitar 16 hingga 24 minggu. Pada kehamilan pertama, Mama mungkin baru menyadari gerakan ini mendekati minggu ke-20 karena sensasinya masih terasa sangat halus, seperti gelembung atau sentuhan ringan di perut, dikutip dari WebMD.
Berbeda halnya dengan Mama yang sedang hamil anak kedua atau berikutnya. Pengalaman kehamilan sebelumnya membuat ibu hamil lebih peka sehingga gerakan janin bisa dirasakan lebih awal. Hal ini merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Pergerakan janin menjadi tanda bahwa sistem saraf dan ototnya berkembang dengan baik. Namun, jika hingga usia kehamilan 24 minggu Mama belum juga merasakan adanya gerakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan kondisi janin.
Bagaimana Cara Menghitung Gerakan Janin?

Seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama memasuki trimester kedua, gerakan janin akan terasa semakin jelas dan kuat. Janin mulai aktif merespons rangsangan dari luar, seperti suara, sentuhan, atau aktivitas Mama sehari-hari.
Dilansir dari Stanford Children’s Health, untuk memastikan dan menghitung gerakan janin, Mama dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:
Berapa Kali Gerakan Janin Dikatakan Normal?

Secara umum, janin dikatakan aktif jika Mama bisa merasakan sekitar 10 kali gerakan dalam waktu 45 menit hingga maksimal 2 jam. Bila belum mencapai jumlah tersebut, Mama bisa mencoba menghitung kembali di waktu yang berbeda atau keesokan harinya, dilansir dari laman Cleveland Clinic.
Pada trimester kedua, pola gerakan janin memang belum teratur. Janin masih memiliki waktu tidur yang cukup panjang, sehingga wajar jika dalam sehari gerakannya terasa lebih sedikit atau bahkan tidak terasa sama sekali.
Memasuki trimester ketiga, ruang gerak janin semakin terbatas karena ukurannya yang membesar. Meski intensitas gerakan mungkin berkurang, janin yang sehat tetap menunjukkan gerakan yang konsisten. Jika Mama sudah memasuki usia kehamilan 25 minggu dan merasakan penurunan gerakan secara drastis atau kurang dari 10 kali dalam dua hari berturut-turut, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG.
Gerakan Janin yang Tidak Normal

Mama perlu lebih waspada jika mendapati beberapa kondisi berikut yang bisa menandakan gerakan janin tidak normal.
1. Gerakan janin belum terasa hingga usia kehamilan 24 minggu
Pada umumnya, gerakan janin mulai dirasakan pada usia kehamilan 16–24 minggu. Namun, jika hingga usia kehamilan 24 minggu Mama belum juga merasakan adanya gerakan janin, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan kondisi janin melalui pemeriksaan lanjutan.
2. Frekuensi gerakan janin berkurang
Jika Mama merasakan penurunan frekuensi gerakan dari pola biasanya, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa gerakan janin tidak normal. Penurunan gerakan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya janin yang sedang mengalami stres.
3. Janin tidak bergerak sama sekali
Apabila gerakan janin terasa menghilang atau tidak terasa sama sekali, meski Mama sudah mencoba berbagai cara untuk merangsangnya, kondisi ini perlu segera mendapatkan perhatian medis. Tidak adanya gerakan janin bisa menjadi tanda gangguan pada kehamilan.
Apa yang Harus Dilakukan jika Jumlah Gerakan Janin Rendah?

Jika Mama merasa gerakan si Kecil mulai berkurang, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa janin sedang mengalami stres. Dilansir dari laman Parents, untuk membantu merangsang gerakan janin, Mama bisa melakukan beberapa cara berikut ini:
- Berbaring miring ke kiri untuk membantu melancarkan aliran darah ke rahim.
- Mengonsumsi makanan atau minuman manis, seperti jus buah.
- Minum minuman dingin, misalnya air es atau segelas susu.
- Berjalan santai atau menggerakkan tubuh agar janin ikut merespons.
- Melakukan hitungan tendangan pada malam hari, terutama antara pukul 21.00 hingga 01.00, saat janin biasanya lebih aktif.
Itu dia penjelasan tentang jumlah gerakan janin yang normal. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.


















