Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Janin Terlilit Tali Pusar, Haruskah Langsung Caesar?

Janin Terlilit Tali Pusar, Haruskah Langsung Caesar?
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Lilitan tali pusat merupakan kondisi yang sangat umum dan lumrah terjadi pada kehamilan (sekitar 20–30 persen), sehingga Mama tidak perlu langsung panik.

  • Tidak semua kasus lilitan tali pusat wajib melahirkan secara caesar, asalkan posisi kepala bayi baik, detak jantung normal, dan aliran darah lancar.

  • Pemantauan ketat oleh dokter selama kehamilan dan proses persalinan sangat penting untuk memastikan keselamatan serta kesehatan janin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasuki trimester ketiga, salah satu momen yang paling sering memicu kepanikan saat pemeriksaan USG rutin adalah kabar bahwa janin mengalami lilitan tali pusat di dalam rahim. Mendengar istilah tersebut, banyak ibu hamil langsung membayangkan risiko terburuk dan mengira bahwa operasi caesar adalah satu-satunya jalan keluar.

Melansir melalui akun Instagram @dokpur.spog, kondisi medis seperti ini merupakan fenomena yang sangat lumrah terjadi dengan persentase yang cukup tinggi di kalangan ibu hamil. Kepanikan yang berlebihan tentu tidak baik untuk kesehatan fisik maupun mental Mama serta buah hati tercinta di dalam kandungan.

Berikut Popmama.com bagikan penjelasan medis lengkap mengenai fakta lilitan tali pusat beserta panduan penanganannya! 

1. Lilitan tali pusat merupakan kondisi yang sangat umum terjadi

Lilitan tali pusat merupakan kondisi yang sangat umum terjadi
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kejadian lilitan tali pusat pada masa kehamilan sebenarnya merupakan hal yang lumrah dan tercatat terjadi pada sekitar 20 hingga 30 persen kasus kehamilan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh keaktifan janin bergerak di dalam air ketuban serta panjangnya ukuran tali pusat itu sendiri.

Meskipun terdengar menakutkan, Mama tidak perlu langsung merasa panik atau khawatir berlebihan begitu melihat hasil USG menunjukkan adanya lilitan. Sebagian besar kasus lilitan tali pusat tidak membahayakan keselamatan bayi selama dipantau secara rutin oleh tenaga medis profesional.

Dokter kandungan biasanya akan melihat seberapa banyak lilitan yang terjadi pada leher atau tubuh janin melalui layar USG. Lilitan sebanyak satu atau dua kali umumnya masih dianggap dalam batas wajar dan aman untuk dipantau secara berkala.

2. Tidak semua kasus lilitan tali pusat wajib melahirkan secara caesar

Tidak semua kasus lilitan tali pusat wajib melahirkan secara caesar
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Banyak orang langsung berasumsi bahwa adanya lilitan tali pusat berarti ibu hamil harus bersiap menjalani prosedur operasi caesar demi keselamatan bayi. Padahal, keputusan untuk melahirkan secara normal atau caesar sangat bergantung pada hasil evaluasi kondisi klinis secara menyeluruh.

Persalinan normal tetap bisa dilakukan asalkan posisi kepala bayi sudah berada dengan baik di dasar panggul ibu. Selain itu, tanda vital seperti detak jantung janin juga harus berada dalam kisaran normal tanpa ada tanda-tanda gawat janin.

Faktor penentu lainnya adalah aliran darah pada tali pusat yang harus dipastikan tetap lancar tanpa hambatan atau sumbatan berarti. Jika semua syarat tersebut terpenuhi, dokter biasanya akan tetap mendukung proses persalinan pervaginam dengan pengawasan ekstra ketat.

3. Pentingnya pemantauan ketat aliran darah dan detak jantung bayi

 Pentingnya pemantauan ketat aliran darah dan detak jantung bayi
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selama proses pemeriksaan menjelang persalinan, dokter akan lebih cermat memantau kesehatan janin menggunakan alat USG khusus. Pemantauan ini berfokus pada aliran darah dari tali pusat untuk memastikan suplai oksigen dan nutrisi ke bayi tetap berjalan lancar.

Begitu pula saat proses persalinan telah dimulai, tenaga medis akan mengobservasi detak jantung bayi secara berkala setiap 30 hingga 60 menit. Langkah antisipasi ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini apabila terjadi penurunan kondisi pada janin selama proses kontraksi.

Pemantauan intensif di ruang bersalin memberikan rasa aman bagi Mama karena setiap perubahan kecil pada janin langsung terdeteksi. Dengan begitu, tindakan medis darurat dapat diambil dengan cepat dan tepat jika situasi memang mengharuskannya.

4. Penanganan khusus oleh dokter saat proses persalinan berlangsung

Penanganan khusus oleh dokter saat proses persalinan berlangsung
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Ketika persalinan normal sedang berlangsung dan kepala bayi sudah mulai lahir, dokter atau bidan akan mengambil langkah penanganan khusus. Mereka biasanya akan melakukan pelepasan tali pusat terlebih dahulu dengan cara melonggarkannya secara perlahan dari leher bayi.

Langkah medis yang cekatan ini dilakukan sebelum bagian tubuh bayi yang lainnya dilahirkan sepenuhnya ke dunia luar. Keahlian dan ketenangan penolong persalinan memegang peranan krusial dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar dan aman.

Mama dan Papa dianjurkan untuk selalu mempercayakan proses persalinan kepada dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang terpercaya. Komunikasi yang baik dengan tim medis akan membantu mengurangi rasa cemas menjelang hari perkiraan lahir tiba.

5. Menjaga ketenangan mental dan selalu berpikiran positif

Menjaga ketenangan mental dan selalu berpikiran positif
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Menghadapi berbagai dinamika selama masa kehamilan menuntut Mama untuk memiliki ketahanan mental yang kuat dan stabil setiap hari. Pikiran yang terlalu stres atau cemas berlebihan dapat memengaruhi suasana hati dan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.

Luangkan waktu untuk saling mengobrol dan berbagi perasaan dengan suami tercinta guna meringankan beban emosional yang dirasakan. Dukungan penuh dari Papa adalah obat paling mujarab untuk membuat Mama merasa lebih tenang dan bersemangat menyambut si Kecil.

Percayakan keselamatan persalinan kepada Sang Pencipta setelah melakukan berbagai ikhtiar medis terbaik bersama dokter pilihan. Semoga proses kelahiran buah hati tercinta nanti berjalan dengan lancar, sehat, dan selamat tanpa kurang suatu apa pun!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More