Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mitos atau Fakta, Minum Susu saat Hamil Bisa Bikin Kulit Bayi Putih?
Magnific/KamranAydinov

  • Anggapan bahwa minum susu saat hamil bisa membuat kulit bayi putih adalah mitos, karena warna kulit ditentukan oleh faktor genetik dan kadar melanin, bukan dari konsumsi susu.
  • Melanin berperan penting dalam menentukan warna kulit bayi sekaligus melindungi tubuh dari sinar UV, sementara jumlahnya dipengaruhi oleh gen yang diwariskan orangtua.
  • Meskipun tidak memengaruhi warna kulit, susu tetap bermanfaat bagi ibu hamil karena kaya nutrisi seperti kalsium, protein, dan yodium yang mendukung tumbuh kembang serta perkembangan otak bayi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mama mungkin sering mendengar berbagai saran atau nasihat dari beberapa orang selama masa kehamilan. Orang-orang tersebut mungkin memang memiliki niat yang  baik, karena ingin si Kecil bisa bertumbuh kembang dan lahir dalam keadaan sehat dan sempurna.

Tetapi, ada kalanya nasihat-nasihat itu terdengar tidak masuk akal dan membingungkan. Lalu, jika Mama ragu dengan berbagai saran yang diberikan, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu kebenarannya. Misalnya, anggapan bahwa minum susu selama kehamilan dapat membuat kulit si Kecil menjadi putih. 

Lantas, apakah minum susu bikin kulit bayi putih? Nah, untuk tahu faktanya, di bawah ini Popmama.com sudah rangkum informasinya.

Apakah Minum Susu Bikin Kulit Bayi Putih?

Magnific/Jcomp

Mama, anggapan bahwa minum susu saat hamil bisa membuat kulit bayi menjadi putih hanyalah mitos belaka. Faktanya, hingga kini tak ada penelitian atau ahli yang mengatakan kalau mengonsumsi susu saat hamil bisa membuat kulit bayi menjadi putih.

Warna kulit pada bayi tak bisa hanya ditentukan berdasarkan apa yang dikonsumsi sang ibu selama masa kehamilan, banyak faktor yang mendukung bayi untuk memiliki warna kulit tertentu. Misalnya, seperti faktor adanya zat melanin dan faktor genetik yang diwariskan.

Jadi, warna kulit bayi itu tidak bisa ditentukan oleh konsumsi susu selama masa kehamilan, melainkan oleh berbagai faktor yang mendukung dan memang terbukti secara medis.

Peran Melanin dalam Menentukan Warna Kulit Bayi

Magnific/Onlyyouqj

Lalu apa yang menentukan warna kulit bayi? Jawabannya adalah melanin, Mama.

Melanin merupakan zat pigmen alami yang diproduksi oleh sel melanosit. Zat ini bertanggung jawab atas warna kulit, rambut, dan iris mata.

Namun, fungsi utama melanin adalah sebagai “tabir surya alami” tubuh. Zat ini berperan penting sebagai pelindung alami kulit dari efek berbahaya sinar ultraviolet (UV). Saat kulit terpapar sinar matahari, sel melanosit akan meningkatkan produksi melanin untuk menyerap radiasi sinar UV dan menyebarkannya ke seluruh permukaan kulit. 

Tak hanya itu, melanin juga memiliki sifat antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas akibat paparan sinar UV dan polusi. Jika diabaikan, hal ini bisa mempercepat penuaan dini (photoaging). 

Jadi, seseorang yang memiliki kadar melanin lebih tinggi (kulit yang lebih gelap) umumnya memiliki perlindungan alami yang lebih baik terhadap kerutan serta risiko kanker kulit dibandingkan orang yang memiliki kulit sangat terang. 

Singkatnya, melanin adalah salah satu zat yang memiliki peran penting bagi warna kulit bayi. Dan jumlah melanin yang dimiliki setiap bayi juga dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari orangtua.

Peran Genetika dalam Menentukan Warna Kulit Bayi

Magnific/javi_indy

Seperti yang sempat disebutkan, jumlah melanin yang dimiliki setiap bayi juga dipengaruhi oleh faktor genetik yang diwariskan dari orangtua, namun apa saja faktor-faktor lain yang menjadi penentu warna kulit anak?

Berikut penjelasannya:

  • Kombinasi genetik orangtua. Sejatinya, warna kulit bayi ditentukan oleh gen yang diwariskan dari mama dan papa. Gen tersebut memengaruhi jumlah melanin dalam tubuh, sehingga setiap bayi memiliki warna kulit yang unik. Itulah sebabnya warna kulit bayi bisa menyerupai mama, papa, atau kombinasi keduanya. 

  • Dominasi genetik. Gen yang diwariskan dari kedua orangtua ada yang bersifat dominan dan resesif. Gen dominan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap sifat warna kulit bayi, sedangkan gen resesif pengaruhnya cenderung lebih kecil. Hal ini membuat warna kulit bayi bisa cenderung lebih mirip pada salah satunya.

  • Faktor lingkungan. Selain faktor-faktor genetik, faktor lingkungan juga bisa memengaruhi warna kulit bayi setelah ia lahir ke dunia. Salah satunya adalah paparan sinar matahari yang dapat merangsang tubuh memproduksi lebih banyak melanin. Sehingga warna kulit bayi bisa lebih gelap. Oleh karena itu, warna kulit bayi saat lahir kerap berubah-ubah.

Mengapa Warna Kulit Bayi Saat Lahir Bisa Berubah-ubah?

Pexels/AI25.Studio Studio

Saat baru lahir, kulit bayi bisa mengalami perubahan warna secara signifikan, mulai dari merah tua, ungu, hingga kebiruan. Kondisi ini merupakan yang yang wajar terjadi karena merupakan bagian dari proses adaptasi sistem sirkulasi pada tubuh bayi terhadap lingkungan di luar rahim.

Seiring berjalannya waktu, melanin yang diproduksi tubuh bayi akan semakin berperan dalam menentukan warna kulit aslinya. Sehingga, perubahan warna kulit akan mulai terlihat jelas dalam beberapa minggu hingga bulan setelah lahir.

Proses adaptasi ini pun melibatkan berbagai sistem dalam tubuh bayi, termasuk sirkulasi darah dan produksi melanin. Oleh karena itu, perubahan warna kulit pada bayi merupakan hal yang normal dan menjadi bagian dari proses tumbuh kembangnya. 

Mama dan Papa tidak perlu khawatir selama proses perubahan warna kulit ini tidak disertai gejala lain yang mengarah pada gangguan kesehatan. Seiring waktu, warna kulit si Kecil akan berkembang sesuai dengan faktor genetik yang diwarisinya.

Oleh karena itu, Mama dan Papa tidak perlu terlalu memusingkan warna kulit si Kecil karena hal tersebut lebih ditentukan oleh faktor genetik yang diwarisi dari kedua orangtuanya. 


Bukan karena Bikin Putih, Ini Manfaat Minum Susu selama Kehamilan bagi Bayi

Magnific/KamranAydinov

Daripada berfokus pada warna kulit bayi, Mama sebaiknya mengonsumsi susu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan agar tumbuh kembang si Kecil bisa berjalan secara optimal.

Berikut merupakan manfaat konsumsi susu selama masa kehamilan bagi bayi:

  • Kaya akan nutrisi yang membantu tumbuh kembang bayi. Susu memiliki berbagai nutrisi yang penting bagi perkembangan sistem saraf bayi, seperti protein, asam lemak, dan asam amino. Kandungan kalsium yang tinggi membantu pembentukan dan perkembangan tulang dan kandungan zat besi mendukung pembentukan sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk bayi.

  • Sumber kalsium dan vitamin D. Asupan vitamin D yang cukup pada ibu hamil bisa menurunkan risiko bayi mengalami alergi. Ibu hamil juga perlu mendapatkan antara 1000–1300 miligram kalsium untuk kesehatan tubuh dan juga si Kecil.

  • Membantu pertumbuhan bayi. Susu dapat mendukung perkembangan bayi dalam kandungan dan membantunya untuk tumbuh lebih tinggi.Setelah tumbuh hingga masa remaja, bayi juga mungkin akan memiliki kadar insulin yang lebih tinggi dalam darah, sehingga dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. 

  • Mendukung perkembangan otak bayi. Kandungan yodium dalam susu berperan penting dalam mendukung perkembangan otak bayi, yang dapat membantu mendukung fungsi kognitif dan kecerdasannya di masa depan. 

Itu tadi penjelasan soal apakah minum susu bikin bayi putih. Jadi, ini hanya mitos, ya, Mama! Selalu bijak dalam menghadapi informasi terkait kehamilan!

Curated For You

Editorial Team

Related Article