- Tidak mengandung kalori dan tidak memicu lonjakan gula darah: Berbeda dengan gula pasir, ekstrak stevia murni tidak meningkatkan kadar glukosa darah. Sebuah uji klinis selama 12 minggu yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menemukan tidak ada perbedaan signifikan pada respons glukosa maupun insulin antara orang dewasa yang mengonsumsi stevia setiap hari dan kelompok kontrol. Hal ini membuat stevia berpotensi menjadi alternatif pemanis bagi ibu hamil yang sedang mengelola diabetes gestasional atau ingin mengurangi asupan gula tambahan.
- Berasal dari tanaman alami: Stevia diperoleh dari tanaman Stevia rebaudiana yang berasal dari Amerika Selatan dan telah dimanfaatkan sebagai pemanis selama berabad-abad. Berbeda dengan pemanis buatan sintetis, stevia yang telah dimurnikan merupakan pilihan pemanis dari sumber alami, sehingga dapat menjadi alternatif bagi ibu hamil yang menyukai bahan berbasis tumbuhan.
- Membantu mengurangi asupan gula tambahan: Konsumsi gula berlebihan selama kehamilan berkaitan dengan peningkatan berat badan berlebih dan sejumlah masalah metabolisme lainnya. Mengganti gula pasir dengan stevia dalam kopi, teh, atau kue buatan sendiri bisa menjadi salah satu cara untuk mengontrol asupan gula tambahan sebagai bagian dari pola makan seimbang.
- Bisa digunakan dalam berbagai makanan dan minuman: Stevia murni cukup fleksibel untuk dicampurkan ke dalam minuman hangat maupun dingin, yoghurt, oatmeal, dan smoothie. Pemanis ini juga tersedia dalam bentuk campuran khusus untuk membuat kue agar memiliki volume dan tekstur menyerupai gula.
Apakah Stevia Aman untuk Ibu Hamil? Ketahui Risikonya!

Stevia selama kehamilan diperbolehkan jika berupa ekstrak dengan tingkat kemurnian tinggi dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Stevia murni dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan serta tidak meningkatkan kadar glukosa darah.
Ibu hamil perlu memeriksa komposisi, menghindari ekstrak kasar, dan berkonsultasi dengan dokter pada kondisi tertentu.
Selama masa kehamilan, Mama perlu lebih memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah konsumsi gula, terutama bagi ibu hamil yang ingin menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
Sebagai alternatif pengganti gula pasir, stevia kerap dipilih karena memiliki rasa manis tanpa tambahan kalori. Pemanis ini berasal dari tanaman Stevia rebaudiana dan dikenal memiliki tingkat kemanisan cukup tinggi.
Namun, apakah stevia aman untuk ibu hamil? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan, melansir Happiest Baby.
Table of Content
Apakah Stevia Aman untuk Ibu Hamil?

Magnific/magnific Konsumsi stevia selama kehamilan pada dasarnya diperbolehkan selama produk yang digunakan merupakan ekstrak stevia dengan tingkat kemurnian tinggi dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah memberikan status Generally Recognized as Safe (GRAS) terhadap steviol glikosida yang telah dimurnikan.
Senyawa ini merupakan komponen pemberi rasa manis yang diekstrak dari tanaman stevia. FDA juga telah mengevaluasi lebih dari 50 pemberitahuan GRAS terkait berbagai jenis steviol glikosida dengan tingkat kemurnian tinggi yang digunakan sebagai pemanis makanan.
Artinya, jenis ekstrak stevia tertentu telah dinilai aman untuk digunakan dalam produk pangan sesuai ketentuan penggunaannya. Ketika Mama menemukan stevia dalam bentuk sachet di kedai kopi atau sebagai campuran yoghurt kemasan, produk tersebut umumnya sudah menggunakan ekstrak yang dimurnikan.
Jenis yang paling sering digunakan adalah rebaudioside A (Reb A) dan steviosida. Kedua jenis ini termasuk bentuk stevia yang dinilai aman.
Meski aman, Mama yang memiliki kondisi kehamilan tertentu, seperti diabetes gestasional, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum menjadikan stevia sebagai pemanis harian.
Manfaat Stevia bagi Ibu Hamil

Magnific/magnific Terdapat beberapa manfaat yang bisa ibu hamil peroleh dengan menggunakan stevia sebagai pemanis, antara lain:
Potensi Risiko dan Efek Samping Konsumsi Stevia saat Hamil

Pexels/Amina Filkins Meskipun ekstrak stevia murni memiliki keamanan yang cukup baik, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan sebelum mengonsumsinya selama kehamilan. Berikut di antaranya:
- Stevia dari daun utuh dan ekstrak kasar tidak disarankan: Produk dengan label whole leaf stevia, raw stevia, atau crude stevia extract belum dievaluasi secara memadai terkait keamanannya dan tidak mendapatkan persetujuan FDA sebagai bahan tambahan pangan. Jenis stevia tersebut mengandung senyawa lain di luar steviol glikosida yang belum cukup diteliti, khususnya terkait dampaknya selama kehamilan.
- Produk stevia bisa mengandung bahan tambahan: Beberapa produk stevia yang dijual di pasaran dicampurkan dengan gula alkohol seperti eritritol atau dekstrosa untuk memperbaiki tekstur dan volumenya. Eritritol secara umum dinilai aman, tetapi dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada sebagian orang. Hal ini perlu diperhatikan karena ibu hamil mungkin mengalami peningkatan sensitivitas pada sistem pencernaan.
- Rasa stevia bisa kurang cocok bagi sebagian ibu hamil: Setiap orang bisa memiliki respons rasa yang berbeda terhadap stevia. Sebagian orang merasakan sensasi pahit atau manis setelah mengonsumsinya. Kondisi ini mungkin akan lebih mengganggu selama kehamilan karena indra perasa dan penciuman Mama dapat menjadi lebih sensitif.
- Tetap konsumsi dalam jumlah wajar: Mama tetap disarankan mengutamakan sumber rasa manis alami dari makanan utuh, seperti buah-buahan segar. Penggunaan stevia sebaiknya dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.
Tips Aman Mengonsumsi Stevia selama Kehamilan

Freepik/shurkin_son Apabila Mama ingin menggunakan stevia sebagai alternatif gula selama kehamilan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konsumsinya tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh, berikut penjelasannya:
- Pilih produk dengan ekstrak stevia murni: Periksa daftar komposisi dan cari keterangan steviol glycosides, rebaudioside A (Reb A), atau steviosida. Ketiga istilah tersebut merujuk pada bentuk stevia yang telah dimurnikan dan termasuk jenis yang mendapatkan status GRAS.
- Baca seluruh daftar komposisi pada kemasan: Produk stevia terkadang mengandung bahan tambahan seperti eritritol, inulin, atau dekstrosa. Bahan-bahan tersebut tidak serta-merta berbahaya, tetapi Mama tetap perlu mengetahui kandungannya agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh selama kehamilan.
- Gunakan dalam jumlah yang wajar: Mama bisa menambahkan satu sachet stevia ke dalam teh pada pagi hari atau beberapa tetes stevia cair ke dalam smoothie. Sebaiknya, hindari menggunakan stevia dalam jumlah berlebihan sebagai pengganti seluruh gula dalam makanan dan minuman sehari-hari.
- Prioritaskan makanan utuh sebagai sumber rasa manis alami: Stevia dapat dimanfaatkan sesekali untuk membantu memenuhi keinginan mengonsumsi makanan manis. Namun, pemanis ini tidak dapat menggantikan kandungan nutrisi dari buah-buahan maupun makanan alami lainnya. Buah segar tetap menjadi pilihan yang baik karena menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh.
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi: Ibu hamil yang memiliki diabetes gestasional, riwayat gangguan pencernaan, atau komplikasi kehamilan lainnya sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau ahli gizi.
Itu dia informasi mengenai apakah stevia aman untuk ibu hamil. Semoga bisa jadi panduan bagi ibu hamil semua, ya.





















