Konsumsi stevia selama kehamilan pada dasarnya diperbolehkan selama produk yang digunakan merupakan ekstrak stevia dengan tingkat kemurnian tinggi dan dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah memberikan status Generally Recognized as Safe (GRAS) terhadap steviol glikosida yang telah dimurnikan.
Senyawa ini merupakan komponen pemberi rasa manis yang diekstrak dari tanaman stevia. FDA juga telah mengevaluasi lebih dari 50 pemberitahuan GRAS terkait berbagai jenis steviol glikosida dengan tingkat kemurnian tinggi yang digunakan sebagai pemanis makanan.
Artinya, jenis ekstrak stevia tertentu telah dinilai aman untuk digunakan dalam produk pangan sesuai ketentuan penggunaannya. Ketika Mama menemukan stevia dalam bentuk sachet di kedai kopi atau sebagai campuran yoghurt kemasan, produk tersebut umumnya sudah menggunakan ekstrak yang dimurnikan.
Jenis yang paling sering digunakan adalah rebaudioside A (Reb A) dan steviosida. Kedua jenis ini termasuk bentuk stevia yang dinilai aman.
Meski aman, Mama yang memiliki kondisi kehamilan tertentu, seperti diabetes gestasional, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum menjadikan stevia sebagai pemanis harian.