Pentingnya Lebih Banyak Konsumsi Makanan Laut untuk Ibu Hamil

7 Mei 2021

Penting Lebih Banyak Konsumsi Makanan Laut Ibu Hamil
Freepik

Pada masa kehamilan, asupan nutrisi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena apa yang Mama konsumsi sangat berpengaruh dengan kondisi kesehatan, baik itu bagi Mama maupun janin yang ada di dalam kandungan.

Menurut studi, salah satu sumber nutrisi yang paling Mama butuhkan berasal dari makanan laut. Mengapa demikian? Berikut ini Popmama.com merangkum informasi tentang pentingnya makanan laut bagi ibu hamil.

Pedoman Diet Calon Mama

Pedoman Diet Calon Mama
Freepik/Julijadm

Mencukupi kebutuhan nutrisi yang seimbang adalah sebuah keharusan demi memaksimalkan tumbuh kembang bayi sekaligus mengurangi risiko lahir cacat. Adapun beberapa kebutuhan gizi mulai dari protein, asam lemak, asam folat, dan lain-lain bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, minuman, serta suplemen kesehatan. 

Dalam pedoman diet AS yang baru, perempuan yang berencana memiliki anak, sedang hamil, atau baru saja melahirkan disarankan untuk makan setidaknya delapan hingga 12 ons makanan laut per minggu, terutama dari ikan yang lebih tinggi asam lemak omega-3 dengan kadar merkuri rendah.

Departemen Pertanian AS (USDA) baru-baru ini menerbitkan laporan Scientific Report of the 2020 Dietary Guidelines Advisory Committee. Dalam laporan tersebut menyoroti dua tema yang akan menginformasikan bagaimana pedoman diet tahun 2020-2025 untuk orang Amerika, yang bisa juga diadopsi di Indonesia

Pertama, setiap individu harus mempertimbangkan semua aspek kehidupan. Mulai dari kehamilan, menyusui, lahir hingga usia 24 bulan, masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa saat memilih makanan sehat. Kedua, menekankan pada fakta bahwa pola diet berkualitas tinggi dapat memperbaiki kesehatan, mencapai kecukupan gizi, keseimbangan energi, dan mengurangi risiko penyakit kronis.
 

Editors' Picks

Manfaat Makanan Laut untuk Kehamilan

Manfaat Makanan Laut Kehamilan
Pixabay/PublicDomainPictures

Berdasarkan kedua tema tersebut, Komite Penasihat Panduan Diet menyarankan agar para calon Mama banyak mengonsumsi makanan laut. Jika dilakukan sebelum kehamilan, kebiasaan ini adalah sebagai bagian dari diet sehat yang dapat membantu mengurangi risiko diabetes gestasional dan masalah hipertensi. Konsumsi makanan laut selama hamil juga dapat menurunkan risiko kelahiran prematur. 

Makanan laut juga dapat memberi manfaat bagi bayi, yaitu meningkatkan perkembangan fungsi kognitif, bahasa, dan keterampilan komunikasi. Sebuah studi tahun 2019 menemukan rata-rata kenaikan poin IQ 7,7 pada anak-anak yang ibunya makan makanan laut selama kehamilan, dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak makan ikan laut. 

Waspada Merkuri

Waspada Merkuri
Pixabay/Pasja1000

Walaupun makanan laut dinilai menjadi sumber gizi terbaik untuk ibu hamil, namun ada bahaya yang perlu diwaspadai. Saat ini kondisi laut dunia memang tidak sepenuhnya aman karena adanya limbah merkuri yang memengaruhi ekosistem laut. Alhasil, banyak makanan laut yang justru membawa dampak merugikan ketika dikonsumsi.

"Terkait perkembangan neurokognitif, ikan adalah sumber makanan utama asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang, yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Jadi, manfaat seafood perlu ditimbang kembali potensi dampak negatifnya bagi kesehatan akibat kemungkinan tercemarnya logam berat, terutama methylmercury," ungkap laporan tersebut.

Ikan yang Aman dan Harus Dihindari

Ikan Aman Harus Dihindari
Pexels/karlis-dzjamko

Kehadiran merkuri cenderung mengarahkan ibu hamil untuk menghindari mengkonsumsi ikan, tetapi tidak semua makanan laut memiliki risiko yang sama. The Food and Drug Administration (FDA) mengkategorikan ikan berdasarkan tingkat merkuri dan melaporkan beberapa jenis ikan yang paling aman dikonsumsi untuk perempuan yang sedang hamil, sedang menjalani program kehamilan, atau menyusui.

Kategori tersebut adalah:

  • Ikan teri
  • Lele
  • Cod
  • kepiting
  • Haddock
  • Herring
  • Lobster
  • Oyster
  • Pollock
  • Salmon
  • Sarden
  • Kerang
  • Udang
  • Tilapia
  • Tuna kalengan (termasuk cakalang)

Sementara jenis-jenis ikan yang harus dihindari dan berpotensi mengandung merkuri tinggi, adalah sebagai berikut:

  • King mackerel
  • Marlin
  • Orange roughy
  • Shark
  • Swordfish
  • Tilefish (Teluk Meksiko)
  • Tuna mata besar

Kandungan Omega dan Vitamin D

Kandungan Omega Vitamin D
Freepik/Yuliyafurman

Menurut ahli gizi bersertifikat Aimee Aristotelous, CN, spesialis dalam dietetika prenatal, mengatakan bahwa memasukkan lebih banyak pilihan makanan laut rendah merkuri secara teratur dapat meningkatkan kandungan lemak omega-3.

"Kita semua tahu folat sebagai nutrisi penting kehamilan karena mencegah cacat tabung saraf, namun, asam lemak omega-3 sama pentingnya dengan mereka karena berperan penting dalam perkembangan mata dan otak janin. Tubuh tidak dapat memproduksi lemak ini sehingga harus mendapatkannya dari makanan,” ungkapnya.

Sementara itu, para ahli mengatakan bahwa ada beberapa jenis asam lemak omega-3 yang berasal dari dua sumber makanan berikut ini:

  • Eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), sebagian besar ditemukan di lemak seafood seperti seperti salmon, tuna, ikan teri, kerang, dan tiram.
  • Asam alfa-linolenat (ALA) berasal dari minyak nabati, kacang-kacangan, biji rami dan minyak biji rami, dan sayuran berdaun.

Setelah membaca ulasan di atas, sekarang Mama tahu pentingnya mengonsumsi makanan laut sejak sebelum kehamilan. Sebagai peningkatan kesehatan lainnya, pilihan jenis ikan seperti salmon, sarden, dan tuna adalah sumber Vitamin D terbaik.

Ibu hamil yang mendapatkan jumlah asupan vitamin D tinggi dapat mengurangi terjadinya komplikasi, kelahiran prematur, diabetes gestasional, dan infeksi.

Itulah informasi mengenai konsumsi makanan laut saat hamil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.