5 Dampak Makan Daging Bebek Berlebihan Saat Hamil

Ternyata efeknya tidak bagus, Ma

18 April 2019

5 Dampak Makan Daging Bebek Berlebihan Saat Hamil
commons.wikimedia.org

Saat hamil, Mama harus mulai melihat lagi makanan apa saja yang diperbolehkan dan mana saja yang dilarang. Salah satu makanan yang sering jadi perdebatan adalah daging bebek.

Bagi pecinta daging bebek, rasanya sulit untuk sama sekali melepaskan kelezatan daging ini apalagi saat dicocol di sambal yang pedas ditambah nasi panas. 

Tapi, amankah mengonsumsi daging unggas yang satu itu? Karena banyak yang bilang makan daging bebek tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan janinnya. Lalu, apa hal tersebut benar?

Popmama.com telah merangkumnya untuk Mama. Inilah dampak makan bebek berlebihan dan apa yang sebaiknya dilakukan ibu hamil jika ingin mengonsumsi bebek:

1. Waspada kolesterol dan lemak

1. Waspada kolesterol lemak
euractiv.com

Perlu Mama ketahui, daging bebek mengandung lebih banyak lemak dibandingkan dengan daging ayam. Dalam 86 g daging bebek terkandung 76 mg kolesterol dan 9,6 g lemak. Sedangkan dalam 86 g daging ayam terkandung 73 mg kolesterol dan hanya 3,07 g lemak.

Lemak dan kolesterol berlebih bisa meningkatkan risiko penyakit pada kehamilan. Beberapa di antaranya adalah hipertensi dan diabetes gestasional yang bisa mengganggu sirkulasi darah ke janin melalui plasenta. 

2. Hindari kulit dan jeroan

2. Hindari kulit jeroan
vietnamtravelblog.info

Daging bebek sebagian besar mengandung serat merah. Pada bagian dada bebek, serabut merah sebanyak 84 persen dan serabut putih 16 persen.

Daging yang sebagian besar terdiri atas serabut merah mempunyai kadar protein yang lebih rendah dan kadar lemak yang tinggi dibandingkan dengan daging yang sebagian besar terdiri dari serabut putih.    

Sudah dagingnya saja mengandung banyak lemak dan kolesterol, apalagi kulit dan jeroannya, Ma. Kulit bebek muda yang digoreng memang sangat menggoda selera, namun ada penyakit menyeramkan yang siap menerkam Mama jika terlalu sering memakannya. 

Selain kulit, jeroan seperti hati, ampela, dan usus juga mengandung lemak dan kolesterol yang tinggi. Jika ingin aman, hindari mengonsumsi bagian-bagian tersebut selama kehamilan. 

Editors' Picks

3. Hati-hati bakteri listeria

3. Hati-hati bakteri listeria
Freepik

Saat mengonsumsi bebek, perhatikan juga tingkat kematangannya. Jangan sampai tidak matang betul. Karena bisa saja dagingnya memiliki bakteri listeria yang berbahaya untuk ibu hamil.

Bakteri ini menyebabkan infeksi yang menyerang pencernaan, bahkan bisa sampai ke otak. Efeknya adalah sakit kepala, demam, diare, nyeri otot, dan lemas. 

4. Maksimal 2 kali seminggu

4. Maksimal 2 kali seminggu
childventures.ca
sarapan meningkatkan hubungan keluarga

Bagi Mama yang benar-benar menginginkan makan bebek dan sulit sekali menahannya, maka tak ada salahnya untuk memakannya, tapi ingat jangan berlebihan ya.

Untuk porsi yang dikatakan tidak berlebihan adalah 1 atau 2 kali seminggu. Itupun harus makan dagingnya saja. Hindari kulit dan jeroannya, karena sarat akan tingginya kolesterol yang sebaiknya dihindari saat hamil.

Jika sangat ingin memakannya, pastikan pengolahan daging bebek benar dan rasa amis yang ada pada daging tersebut sudah hilang, agar tidak memicu rasa mual ketika menikmatinya.

5. Jangan digoreng, pilih daging bebek yang dipanggang

5. Jangan digoreng, pilih daging bebek dipanggang
Freepik

Jika memang suka sekali bebek, atau sedang ngidam makan bebek, maka pilih cara memasak yang tanpa digoreng. Hal ini dikarenakan minyak dari gorengan tersebut bisa menambah lemak jenuh dan kolesterol jahat. 

Pilihlah menu bebek yang dikukus atau paling tidak yang dipanggang. Perhatikan lagi, panggangnya tidak yang menggunakan arang, melainkan menggunakan api langsung ya, Ma. 

Mengonsumsi bebek saat hamil boleh saja, asal ikuti anjurannya ya, Ma, agar bayi di perut selalu sehat sampai persalinan nanti. 

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!