Bukan Hanya Begah, Ini Efek Berbahaya Jika Ibu Hamil Overeating

Ternyata, efeknya buruknya bisa panjang lho, Ma

18 Mei 2019

Bukan Ha Begah, Ini Efek Berbahaya Jika Ibu Hamil Overeating
parents.com

Saat hamil, rasanya lapar sudah seperti teman baik. Seberapa sering pun makan, rasanya tetap lapar saja. Apakah lapar harus selalu dituruti makan?

Makan banyak saat hamil memang untuk memenuhi nutrisi ibu dan janin di dalam perut. Namun, beda halnya antara makan dengan terkonsep dan makan berlebihan.

Nyatanya, makan berlebihan atau overeating saat hamil bisa berbahaya. Meski menurut penelitian overeating tidak memiliki efek langsung ke calon bayi, tapi cukup berbahaya bagi sang Mama. 

Apa saja bahayanya? Mari cari tahu!

1. Diabetes Gestasional

1. Diabetes Gestasional
Freepik/Yanalya

Tak bisa dipungkiri, makanan manis selalu menarik bagi ibu hamil. Jika berlebihan, akibatnya Mama bisa mengalami diabetes gestasional. 

Di mana kadar gula meningkat pada saat hamil dan meningkatkan kadar insulin. Selain itu, kadar gula darah yang disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak membuat ibu hamil berisiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Bahkan sampai berisiko obesitas. 

2. Gangguan pencernaan

2. Gangguan pencernaan
Freepik/Katemangostar

Saat trimester pertama, banyak dari ibu hamil yang sering merasa pencernaannya terganggu. Semakin banyak makan, pencernaan bisa makin terganggu. 

Jika tubuh sudah terbiasa dengan asupan harian dan tiba-tiba polanya berubah, maka pencernaan akan terganggu. Biasanya Mama akan merasakan mulas namun sulit buang air besar. 

3. Berat badan berlebihan

3. Berat badan berlebihan
Freepik/Rawpixel.com

Makan berlebihan, baik saat hamil maupun tidak hamil, tentu akan berpengaruh pada berat badan. Terlebih jika ibu hamil sering overeating namun malas bergerak. 

Alhasil semua energi dari makanan tidak dikeluarkan dengan semestinya. Semua berujung pada sakit kaki karena tubuh terlalu berat, juga sakit punggung, dan tekanan di otot yang menyakitkan.

Editors' Picks

4. pre-eklampsia

4. pre-eklampsia
Freepik/xb100

Asupan makan berlebih bisa berujung pada pre-eklampsia atau tekanan darah tinggi.

Hal ini sangat berbahaya bagi Mama dan janinnya. Sang janin bisa terlahir prematur, sementara sang ibu bisa terancam nyawanya jika pembuluh darah pecah sebelum ditangani dengan baik. 

5. Kemunkinan untuk melakukan melahirkan secara sesar

5. Kemunkinan melakukan melahirkan secara sesar
Pixabay/DanielReche

Kenaikan berat badan akibat overeating saat hamil bisa juga menyebabkan melahirkan dengan sesar. Hal ini diakibatkan badan Mama yang terlalu besar sehingga menyulitkan untuk melahirkan normal. 

Selain itu, bayi yang terlalu besar juga bisa menyulitkan sang Mama untuk lahir normal. Mau tak mau harus lahir dengan cara sesar. 

6. Sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan

6. Sulit menurunkan berat badan setelah melahirkan
Freepik/Nensuria

Siapa yang tak mau kembali ke badan semula setelah melahirkan? Pasti semua ibu hamil mau kembali pada tubuh sebelum hamil. Namun hal ini akan sulit jika Mama sering overeating selama hamil. 

Lemak berlebih yang tersimpan di tubuh akan lebih susah luruh karena terlalu banyak.

Alhasil, Mama harus rajin olahraga dan menjaga makan demi kembali ke bentuk tubuh semula. 

7. Jadi kebiasaan buruk

7. Jadi kebiasaan buruk
mirror.co.uk

Sering makan banyak saat hamil akan membuat lambung juga terbiasa dengan asupan makan yang banyak. Meski sudah tidak hamil, Mama bisa saja tetap makan banyak. 

Kebiasaan ini bisa berefek buruk bagi tubuh. Karena bisa mendatangkan banyak penyakit, Ma. 

Bukan berarti Mama tidak boleh makan saat lapar. Namun, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang tepat. Jangan selalu mengikuti hawa nafsu ingin makan enak dan manis.

Namun pastikan juga makanan tersebut mengandung banyak gizi dan nutrisi yang diperlukan Mama dan si calon bayi.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!