5 Cara Mudah dan Sederhana Mengatasi Bisul Saat Hamil

Beberapa cara ini perlu dicoba nih, Ma!

16 Februari 2020

5 Cara Mudah Sederhana Mengatasi Bisul Saat Hamil
parenting.firstcry.com

Muncul bisul ketika sedang menjalani kehamilan tentu sangat menganggu ya, Ma? 

Secara umum, bisul akan muncul dengan bentuk seperti sebuah benjolan merah pada kulit yang berisikan nanah. Bila disentuh secara sengaja atau tanpa disengaja, benjolan bisul ini akan terasa sakit. 

Bisul seringkali muncul karena adanya infeksi bakteri yang terjadi pada bagian akar rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit.

Kehadiran bisul tentu akan menganggu dan membuat aktivitas selama menjalani kehamilan menjadi kurang nyaman.

Untuk Mama yang sempat merasa khawatir akibat muncul bisul, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa cara mudah dalam mengatasi bisul selama masa kehamilan. 

Penasaran seperti apa? Disimak demi menjaga kesehatan yuk, Ma!

1. Melakukan kompres menggunakan air hangat

1. Melakukan kompres menggunakan air hangat
medicalnewstoday.com

Keberadaan bisul sewaktu hamil tak jarang disertai rasa nyeri, sehingga membuat kondisi tubuh terasa kurang nyaman.

Jika berkeinginan untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan adanya infeksi pada benjolan bisul, usahakan untuk mengompresnya menggunakan air hangat. 

Siapkan air hangat serta handuk kecil yang bersih. Mama hanya tinggal mencelupkan handuk ke dalam air hangat, lalu diperas hingga kering.

Kemudian langsung tempelkan ke bagian kulit yang terdapat benjolan selama kurang lebih 10 menit. 

Lakukanlah ini setidaknya sebanyak tiga kali dalam sehari agar mendorong nanah dapat berkumpul di puncak permukaan benjolan.

Jika sudah begitu, maka bisul akan semakin matang dan mulai mengecil perlahan-lahan kurang lebih dalam kurun waktu 1-2 minggu.

Kompres menggunakan air hangat juga dapat mempercepat proses penyembuhan sekaligus pengeringannya.  

2. Menahan diri untuk tidak mudah memencet bisul secara sembarang

2. Menahan diri tidak mudah memencet bisul secara sembarang
health.com

Memiliki bisul tentu mengganggu kondisi kulit, sehingga seringkali berusaha untuk memencetnya agar cepat sembuh.

Padahal perlu Mama ketahui bahwa memencet benjolan yang berisi nanah hanya akan menyebarkan infeksi menjadi lebih luas ke area kulit sekitarnya. 

Bila bisul pecah akibat dipencet, maka kondisi ini dapat berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti selulitis.

Ma, selulitis termasuk salah satu jenis infeksi bakteri pada kulit yang dapat masuk ke dalam aliran darah. 

Bahkan perlu diwaspadai selulitis akibat memencet bisul secara sembarangan dapat memicu penyakit sepsis atau keracunan darah.

Ini secara tidak langsung dapat menyebabkan infeksi lain pada bagian organ dalam tubuh seperti infeksi tulang atau infeksi jantung. 

Sebelum terlambat dan justru memperburuk kondisi kesehatan selama masa kehamilan, sebaiknya tidak memencet bisul yang muncul di bagian kulit tertentu. 

Editors' Picks

3. Menutup bisul menggunakan kain kasa yang masih dalam keadaan steril

3. Menutup bisul menggunakan kain kasa masih dalam keadaan steril
Pixabay/HeungSoon

Dilansir dari Parenting Firstcry, kemunculan bisul selama masa kehamilan bisa terjadi karena kebersihan yang buruk, asupan gizi yang kurang terpenuhi, ketidakseimbangan hormon hingga akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. 

Selain berusaha untuk tidak memecahkan bisul dengan sengaja serta membiarkan bisul pecah atau mengempis dengan sendirinya, Mama juga bisa menutup bisul menggunakan kasa yang masih steril. 

Bila sewaktu-waktu bisul pecah tanpa disengaja atau mengempis dengan sendirinya, usahakan untuk menutupnya dengan kain kasa yang telah dibeerikan alkohol dan sabun anti bakteri. Kain kasa yang bersifat steril ini dapat menghindari bisul dari berbagai kemungkinan infeksi lain.  

4. Menggunakan obat atas saran dari dokter

4. Menggunakan obat atas saran dari dokter
Freepik

Ukuran bisul cukup besar selama masa-masa kehamilan tanpa disadari akan memicu tubuh merasakan demam. Namun, demam bisa dikurangi dengan tetap mengonsumsi cairan 2-3 liter setiap harinya. 

Selain itu, paracetamol juga bisa dikonsumsi untuk meredakan demam. Cara pemakaian termasuk dosis paracetamol perlu diperhatikan selama masa kehamilan dan harus sesuai anjuran dari dokter.

Saat mengonsumsi paracetamol, sebaiknya tidak dibarengi dengan minuman kafein secara berlebihan. Mengonsumsi paracetamol berbarengan dengan kafein dalam kadar tinggi dapat menyebabkan janin berisiko memiliki berat badan lahir rendah. 

Intinya penggunaan obat untuk mengatasi bisul selama masa kehamilan perlu diperhatikan karena bisa membawa pengaruh yang kurang baik untuk janin. Tetaplah berkonsultasi dengan dokter ya, Ma. 

5. Memperbaiki gaya hidup menjadi lebih bersih selama proses pengobatan di rumah

5. Memperbaiki gaya hidup menjadi lebih bersih selama proses pengobatan rumah
Unsplash/Søren Astrup Jørgensen

Selain menggunakan antibiotik yang diresepkan untuk mengobati bisul oleh dokter selama masa kehamilan.

Usahakan untuk sesuai dengan dosis yag telah dianjurkan agar membantu bakteri tidak berkembang lebih lanjut lagi. 

Mama pun perlu memperbaiki gaya hidup yang kotor menjadi lebih bersih seperti mengganti pakaian serta sprei setiap hari, lalu cucilah menggunakan air panas.

Namun, usahakan untuk meminta bantuan orang lain karena selama mengalami bisulan, usahakan untuk menghindari kegiatan yang memicu keringat. 

Dilansir dari Parenting Firstcry, Mama pun disarankan untuk menghindari pakaian-pakaian ketat dan terus menjaga kebersihan kulit. 

Itulah beberapa cara mudah untuk mengatasi bisul saat hamil. Semoga informasi ini memberikan pengetahuan baru ya. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.