Janin Sama-sama Meninggal, Apa Perbedaan Stillbirth dengan Keguguran?

Walau sama-sama kehilangan janin, namun perlu dipahami ada perbedaan antara stillbirth dan keguguran

18 Agustus 2020

Janin Sama-sama Meninggal, Apa Perbedaan Stillbirth Keguguran
Flickr/Robert holmgren

Ma, tidak semua kematian janin yang ada di dalam kandungan disebut sebagai keguguran. Perlu diketahui bahwa ada dua kemungkinan buruk yang terjadi selama masa-masa kehamilan yakni keguguran dan IUFD (Intrauterine Fetal Death). 

Masih banyak yang salah mengartikan kedua kemungkinan tersebut pada saat janin mendadak tidak bernyawa. Kondisi IUFD pun bisa terjadi pada sebagian ibu hamil. IUFD lebih dikenal sebagai bayi lahir mati atau stillbirth

Jika Mama ingin mengetahui beberapa perbedaan antara stillbirth dan keguguran, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Disimak agar tidak salah mengartikannya yuk, Ma!

1. Apa itu keguguran? 

1. Apa itu keguguran 
Freepik/pressfoto

Keguguran adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kasus ini bisa terjadi di trimester pertama hingga pertengahan trimester kedua kehamilan. Keguguran atau abortus spontan sering terjadi karena janin di dalam kandungan tidak berkembang secara normal. 

Secara umum, keguguran yang terjadi pada ibu hamil memperlihatkan beberapa tanda-tanda. 

Gejalanya berupa muncul cairan, darah, atau jaringan yang keluar dari vagina. Selama fase ini berlangsung, perempuan akan mengalami nyeri pada bagian perut atau punggung bawah. 

Editors' Picks

2. Apa itu stillbirth?

2. Apa itu stillbirth
Unsplash/Claudia Wolff

Stillbirth adalah kematian janin sebelum dilahirkan. Janin Meninggal di dalam kandungan ini terjadi ketika usia kehamilan sudah di atas 20 minggu. Umumnya kasus stillbirth tidak bisa dicegah karena terjadi di dalam kandungan, namun masih bisa dikurangi risikonya dengan memahami berbagai faktor pemicu serta langkah pencegahan yang tepat. 

Perlu diingat bahwa stillbirth dapat terjadi pada ibu hamil yang usia kandungannya sudah memasuki trimester kedua akhir hingga trimester ketiga. Di fase tersebut biasanya organ tubuh pada janin sedang tumbuh ke arah yang lebih sempurna. 

Stillbirth termasuk salah satu masalah kehamilan yang cukup menakutkan karena menyebabkan kematian pada janin di dalam kandungan. 

3. Apa saja pemicu keguguran yang terjadi pada ibu hamil? 

3. Apa saja pemicu keguguran terjadi ibu hamil 
Flickr/Marek BerezaFollow

Keguguran menjadi salah satu permasalahan yang cukup ditakuti oleh ibu hamil, sehingga membuat mereka berusaha terus menjaga janin di dalam kandungan. 

Selain ada riwayat keguguran di kehamilan sebelumnya, ada beberapa faktor yang dapat memicu keguguran selama hamil antara lain:

  • Pola hidup yang tidak sehat 
  • Mengalami stres atau depresi saat hamil
  • Berada di lingkungan yang tercemar terhadap asap rokok 
  • Ada masalah yang terjadi pada perkembangan janin, termasuk gangguan terkait plasenta

Ibu hamil yang mengalami keguguran biasanya akan mengeluh sakit menyerupai fase saat menstruasi.

Demi menurunkan risiko keguguran yang bisa terjadi, ibu hamil dapat istirahat cukup agar tidak mudah lelah. Usahakan juga untuk memiliki pola hidup sehat selama hamil, mulailah untuk olahraga ringan, makan makanan bergizi, dan kualitas istirahat yang cukup. 

4. Apa saja faktor penyebab ibu hamil mengalami stillbirth?

4. Apa saja faktor penyebab ibu hamil mengalami stillbirth
newkidscenter.com

Stillbirth dapat terjadi jika memiliki riwayat serupa pada kehamilan sebelumnya atau pernah melahirkan secara prematur. 

Selain itu, stillbirth bisa muncul sewaktu-waktu di usia kehamilan 20 minggu ke atas karena berbagai faktor, antara lain: 

  • Plasenta tidak berfungsi dengan baik.
  • Usia kehamilan yang melewati batas waktu normal.
  • Terjadi masalah pada kondisi kesehatan selama hamil. 
  • Memiliki gaya hidup yang kurang sehat saat masa-masa kehamilan.  
  • Mengalami gawat janin bisa terjadi karena tidak adanya pasokan oksigen yang cukup. 
  • Adanya kelainan kromosom pada janin, sehingga pertumbuhannya terhenti. 

Faktor lain yang dapat menyebabkan stillbirth yakni karena janin di dalam kandungan terlilit oleh tali pusar. Gerakan bayi yang aktif dapat berpotensi menimbulkan permasalahan ini, sehingga menyebabkan asupan nutrisi dan oksigen menjadi terhenti. 

Selama masa kehamilan, ibu hamil disarankan untuk selalu memiliki waktu istirahat yang cukup dan berkualitas. Usahakan jangan sampai tubuh merasa kelelahan. 

Demikian informasi terkait perbedaan antara stillbirth dan keguguran. Semoga dengan beberapa penjelasan di atas bisa membantu dalam membedakan kedua hal yang bisa saja terjadi selama masa kehamilan ya, Ma. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.