Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kapan Ibu Hamil Harus ke Dokter jika Mengalami Hyperemesis Gravidarum?
Freepik/8photo
  • Hyperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah ekstrem pada ibu hamil yang bisa mencapai 50 kali sehari, menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, dan gangguan metabolisme.
  • Kondisi ini lebih berisiko dialami oleh ibu hamil dengan janin kembar, riwayat serupa sebelumnya, atau faktor biologis dan psikis tertentu akibat peningkatan hormon HCG di trimester awal.
  • Ibu hamil harus segera ke dokter bila mengalami mual muntah parah untuk mendapatkan perawatan seperti infus cairan dan obat antiemetik guna mencegah komplikasi serius bagi ibu dan janin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mual dan muntah adalah hal yang sering dialami oleh calon mama di trimester pertama. Sementara sebagian Mama mengalami mual yang ringan, ada yang berkembang menjadi hyperemesis gravidarum.

Kondisi ini terjadi ketika frekuensi muntah bisa mencapai hingga 50 kali sehari. Kapan ibu hamil harus ke dokter jika mengalami hyperemesis gravidarum? Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu Mama menghindari risiko bagi kehamilan dan janin.

Nah, jawabannya bisa Mama temukan pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Apa itu Hyperemesis Gravidarum?

freepik.com/freepik

Jika pada morning sickness biasanya Mama bisa muntah 1-2 kali setiap pagi, maka pada diagnosis hyperemesis gravidarum terparah frekuensi muntahnya bisa mencapai hingga 50 kali sehari.

Jika kondisinya sudah demikian, pakar kebidanan dan kandungan Dib Hatta menyebutkan ibu hamil membutuhkan perawatan khusus. Jika tidak, efeknya bisa jadi membahayakan bagi Mama.

Beberapa di antaranya yakni dehidrasi, masalah metabolisme dan penurunan berat badan yang drastis.

Meski tak secara langsung memengaruhi janin, efek dehidrasi dari hyperemesis gravidarum dapat memengaruhi tumbuh kembang janin.

Jumlah kasus hyperemesis gravidarum ini jarang terjadi. Kasus ini terjadi rata-rata pada 1 dari 100 ibu hamil.

Mengapa Sebagian Ibu Hamil Bisa Mengalaminya?

Freepik/rawpixel.com

Dikatakan bahwa ibu hamil akan lebih mungkin mengalami hyperemesis gravidarum jika sedang hamil janin kembar.

Penyebab mual dan muntah pada masa kehamilan sendiri disebabkan oleh tingginya produksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG).

Hormon ini meningkat di trimester awal karena banyak dilepaskan oleh plasenta.

Meski belum diketahui secara pasti apa penyebab dari hyperemesis gravidarum, tapi ada beberapa faktor risiko yang diyakini bisa memicu gejala ini.

Beberapa di antaranya yakni kelebihan berat badan dan ada riwayat kehamilan dengan hyperemesis gravidarum sebelumnya.

Selain itu, faktor biologis dan psikis juga turut memengaruhi risiko Mama mengalami hyperemesis gravidarum. Jika ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Kenali Gejalanya

Freepik/diana.grytsku

Berbeda dengan mual dan muntah yang biasa dialami oleh ibu hamil di trimester pertama, hyperemesis gravidarum memiliki gejala berikut:

  • Mual dan muntah yang berkepanjangan dan parah,

  • Mengalami dehidrasi. Ini mungkin dengan yang berikut: merasa haus, lelah, pusing atau pusing, tidak sering buang air kecil, dan buang air kecil berwarna kuning tua dan berbau menyengat,

  • Penurunan berat badan,

  • Tekanan darah rendah (hipotensi) saat berdiri.

Kapan Mama Harus ke Dokter?

Freepik/valuavitaly

Dalam 100 kehamilan, terdapat 1-3 ibu hamil yang mengalaminya. Jika Mama menderita hyperemesis gravidarum, Mama sebaiknya mencari bantuan dokter. Jangan berdiam diri tanpa mendapatkan perawatan.

Pastikan untuk mendapatkan bantuan sedini mungkin ketika mengalami mual dan muntah yang parah dan temui dokter umum atau bidan atau hubungi rumah sakit.

Mereka akan dapat mengesampingkan kondisi lain yang dapat menyebabkan penyakit dan mengonfirmasi jika Mama memiliki hyperemesis gravidarum serta memastikan Mama mendapatkan perawatan yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mama dan janin.

Penting untuk mendapatkan bantuan dokter karena Mama mungkin mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan akibat hyperemesis gravidarum.

Cara Mengobati Hyperemesis Gravidarum

Freepik/jcomp

Ada beberapa pilihan pengobatan yang berbeda untuk hyperemesis gravidarum. Ini tergantung pada respons tubuh Mama terhadap hyperemesis gravidarum dan dapat mencakup:

  • Obat-obatan seperti obat anti sakit (antiemetik), vitamin (B6 dan B12) dan steroid, atau kombinasinya.

  • Cairan intravena yang diberikan langsung ke pembuluh darah melalui infus.

Bila tidak mendapatkan perawatan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko bagi ibu hamil dan janin.

Mual dan muntah yang berlebihan akan menyebabkan tubuh Mama kehilangan banyak cairan. Pada akhirnya ini memicu dehidrasi dan gangguan elektrolit.

Jika dibiarkan, dehidrasi dan gangguan elektrolit dapat menyebabkan deep vein thrombosis pada ibu hamil.

Selain itu, hyperemesis gravidarum juga bisa menimbulkan komplikasi seperti:

  • Kekurangan nutrisi,

  • Gangguan fungsi hati serta ginjal,

  • Sindrom Mallory-Weiss, robekan pada dinding kerongkongan dan menyebabkan muntah darah,

  • Gangguan kecemasan dan depresi,

  • Organ tubuh gagal berfungsi,

  • Persalinan prematur.

Apakah hyperemesis Gravidarum Dapat Dicegah?

Freepik/benzoix

Hingga kini, belum ditemukan cara untuk mencegah hyperemesis gravidarum. Mama dapat melakukan beberapa hal untuk meredakan mual dan muntah agar tidak berkembang jadi makin parah.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi,

  • Konsumsi teh jahe untuk meredakan mual dan menghangatkan tubuh,

  • Penuhi kebutuhan vitamin dan zat besi selama hamil,

  • Istirahat cukup, hindari stres dan kelelahan,

  • Konsumsi makanan tinggi protein, rendah lemak, dan bertekstur halus agar mudah ditelan dan dicerna,

  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi sering,

  • Hindari makanan berminyak, pedas, atau berbau tajam, yang dapat memicu rasa mual,

  • Gunakan aromaterapi untuk mengurangi mual di pagi hari.

Jika Mama mengalami mual dan muntah berlebihan, ada kemungkinan Mama mengalami kondisi yang disebut hyperemesis gravidarum. Segera periksakan diri ke dokter agar dilakukan perawatan yang tepat bagi janin dan Mama.

Nah itu penjelasan tentang kapan ibu hamil harus ke dokter jika mengalami hyperemesis gravidarum. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menurunkan risikonya bagi Mama dan janin.

Editorial Team