7 Perbedaan Morning Sickness dan Hyperemesis Gravidarum

- Morning sickness adalah mual dan muntah ringan di awal kehamilan, sedangkan hyperemesis gravidarum merupakan kondisi serius dengan mual dan muntah ekstrem yang bisa membahayakan ibu serta janin.
- Perbedaan utama terlihat dari penurunan berat badan, tingkat keparahan gejala, serta dampaknya terhadap aktivitas harian dan kesehatan mental ibu hamil.
- Penanganan morning sickness cukup dengan cara alami di rumah, sementara hyperemesis gravidarum memerlukan perawatan medis seperti hidrasi intravena untuk menjaga kondisi ibu tetap stabil.
Morning sickness adalah gejala mual dan muntah-untah di pagi hari yang normal terjadi di masa awal kehamilan.
Sementara, hyperemesis gravidarum merupakan komplikasi kehamilan yang dapat mengancam nyawa ibu hamil dan kesehatan janin karena intensitas mual dan muntah yang akut.
Di awal kehamilan, membedakan gejala morning sickness biasa dan hyperemesis gravidarum memiliki kesulitannya tersendiri.
Sementara itu, penanganan yang tertunda akibat kurangnya pengetahuan sejak awal kehamilan mengenai perbedaan kedua kondisi ini bisa berakibat fatal.
Oleh karena itu, Popmama.com merangkum perbedaan morning sickness dan hyperemesis gravidarum khusus untuk Mama. Langsung disimak, yuk, Ma!
1. Perbedaan pada perubahan berat badan

Pada morning sickness, meski Mama mengalami mual dan muntah di pagi hari, hal ini tak menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.
Sementara, pada penderita hyperemesis gravidarum, kondisi mual dan muntah yang intens menyebabkan penurunan berat badan mulai 2 kg hingga 9 kg.
2. Perbedaan tingkat keparahan mual dan muntah

Gejala mual dan muntah yang dirasakan saat morning sickness tak berlangsung secara rutin. Melainkan episodik, namun tidak parah.
Sementara hyperemesis gravidarum dapat dicirikan dengan mual dan muntah (atau rasa ingin muntah) yang terlalu sering. Bahkan bisa sampai mengeluarkan darah apabila tak segera mendapat penanganan medis.
3. Perbedaan penanganan

Pada kehamilan yang tak bermasalah, morning sickness dapat diatasi secara alami di rumah dengan penanganan tradisional yang cukup simpel, seperti minum air jahe.
Sementara itu, pada ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum pada tingkatan akut, hidrasi cairan melalui intravena (nadi) atau pengobatan medis akan sangat dibutuhkan.
4. Perbedaan jangka waktu berlangsungnya

Pada morning sickness biasa, Mama biasanya mengalaminya dengan intensitas yang cukup tinggi hanya di trimester pertama dan membaik setelahnya, atau jarang-jarang terjadi selama sisa masa hamil.
Sementara pada bumil penderita hyperemesis gravidarum, intensitas gejala akan berkurang di pertengahan kehamilan. Namun, intensitasnya kembali meningkat hingga masa hamil tua.
5. Perbedaan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari

Pada kehamialn yang normal dan sehat, morning sickness tak begitu mempengaruhi performa kerja atau kegiatan mama sehari-hari.
Sementara, jika mengalami hyperemesis gravidarum, ibu hamil umumnya merasa kesulitan beraktivitas normal, bahkan terkendala dalam mengurus diri sendiri selama beberapa minggu hingga bulan.
6. Perbedaan dampaknya terhadap pola makan

Pada kehamilan normal, meski mengalami mual dan muntah saat morning sickness, hal ini tak memengaruhi nafsu makan bumil secara keseluruhan.
Sementara penderita hyperemesis gravidarum mengalami kesulitan makan dan kurangnya selera akibat intensitas mual yang terlalu sering.
7. Perbedaan pengaruhnya terhadap kesehatan mental

Saat mengalami morning sickness, mungkin sebagian dari para Mama akan merasa frustrasi dan stres. Namun kembali membaik dan stabil secara mental selama sisa masa kehamilan.
Sementara itu, pada ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum, kecemasan berlebih dapat timbul akibat gejala yang cukup akut. Terlebih karena aktivitas fisik yang menjadi terbatas saat mengalaminya.
Pada beberapa kasus, hal ini pun dapat menyebabkan seorang perempuan mengalami trauma.
Itu tadi perbedaan morning sickness dan hyperemesis gravidarum. Apabila Mama pernah merasakan ciri yang sama dengan gejala hyperemesis gravidarum, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis, ya, Ma!

















