Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Ibu Hamil di Trimester Pertama

5 min read
6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Ibu Hamil di Trimester Pertama
Magnific/benzoix
  • Ibu hamil trimester pertama perlu mencukupi asam folat 600–800 mcg per hari serta menjaga makan dan minum meski mual, dengan porsi kecil lebih sering.

  • Obat, vitamin, suplemen, maupun jamu tidak boleh dikonsumsi atau dihentikan tanpa konsultasi dokter atau bidan; aktivitas fisik ringan dapat dilakukan sesuai kondisi dan anjuran medis.

  • Keluhan seperti perdarahan, demam tinggi, nyeri perut hebat, atau muntah berlebihan perlu segera diperiksakan; informasi kehamilan di internet harus disaring dan dikonfirmasi ke tenaga kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi calon mama bukanlah proses yang mudah. Selama menjalani kehamilan, Mama akan menemukan banyak hal baru, mulai dari perubahan tubuh, kebutuhan nutrisi, sampai berbagai keluhan yang mungkin belum pernah dirasakan sebelumnya.

Proses ini tentu menjadi bagian dari perjalanan belajar untuk mempersiapkan diri menjadi orangtua. Namun, tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan yang justru kurang baik jika dilakukan selama kehamilan, terutama di trimester pertama.

dr. Budi Darmawan, Sp.O.G., dalam akun Instagram pribadinya @budidarmawanspog, membagikan informasi mengenai kesalahan yang sering dilakukan ibu hamil di trimester pertama.

Yuk, simak selengkapnya seperti yang telah Popmama.com berikut ini.


  1. 1. Mengabaikan asupan asam folat

    Mengabaikan asupan asam folat
    Magnific/Jcomp

    Asam folat menjadi salah satu nutrisi penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan sel–sel tubuh dan organ pada janin dan membantu mengontrol tekanan darah ibu hamil.

    Melansir laman resmi Ayo Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, ibu hamil membutuhkan 600–800 mcg asam folat setiap harinya. Nutrisi ini pun bisa didapatkan dari kacang-kacangan seperti kacang  kedelai, polong dan kacang tanah) juga hati, telur, dan sayuran hijau.

    Kekurangan asam folat dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan pada janin dan gangguan kehamilan, seperti preeklamsia yang merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai adanya peningkatan tekanan darah dan adanya protein pada urine.


  2. 2. Membiarkan makan dan minum terlalu sedikit karena mual

     Membiarkan makan dan minum terlalu sedikit karena mual
    Magnific/Jcomp

    Mual dan muntah memang menjadi keluhan yang cukup umum dialami ibu hamil, terutama pada awal kehamilan. Kondisi ini terkadang membuat Mama kehilangan selera makan atau bahkan enggan minum karena takut kembali merasa mual.

    Namun, jangan sampai kondisi tersebut membuat asupan makanan dan cairan Mama terus berkurang. Kemenkes pun menyarankan ibu hamil yang mengalami mual untuk mencoba makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

    Mama juga disarankan untuk  tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan mencukupi konsumsi air putih. Sebab, mual dan muntah yang berlebihan dapat membuat tubuh kekurangan cairan dan nutrisi.


  3. 3. Mengonsumsi obat atau jamu tanpa konsultasi dokter

    Mengonsumsi obat atau jamu tanpa konsultasi dokter
    Magnific

    Saat mengalami keluhan selama hamil, Mama mungkin tergoda untuk langsung minum obat yang tersedia di rumah. Begitu juga dengan jamu atau produk herbal yang dianggap lebih alami dan aman. Padahal, tidak semua obat maupun produk herbal aman dikonsumsi selama kehamilan. 

    Dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2024 yang diterbitkan oleh Kemenkes, disebutkan bahwa ibu hamil tidak boleh meminum obat tanpa resep dokter dan minum jamu selama kehamilan.

    Karena itu, sebelum mengonsumsi obat, vitamin, suplemen, atau produk herbal tertentu, sebaiknya Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan. Jangan pula menghentikan obat yang sebelumnya sudah diresepkan dokter tanpa berkonsultasi kembali, ya.


  4. 4. Menghindari aktivitas fisik sepenuhnya tanpa alasan medis

    Menghindari aktivitas fisik sepenuhnya tanpa alasan medis
    Magnific/Senivpetro

    Hamil bukan berarti Mama harus terus berbaring dan menghindari semua aktivitas fisik. Jika kondisi kehamilan sehat dan tidak ada larangan dari dokter, ibu hamil tetap dapat melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan tubuh.

    Buku KIA 2024 juga mencantumkan beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan ibu hamil, seperti pemanasan, peregangan, senam panggul, dan pendinginan. Mama juga dapat melakukan beberapa olahraga ringan lain seperti jalan kaki, yoga prenatal, dan berenang.

    Namun, bukan berarti Mama perlu memaksakan diri untuk berolahraga ketika tubuh sedang tidak memungkinkan. Aktivitas fisik selama kehamilan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. 

    Jadi, Mama tidak perlu menghindari seluruh aktivitas fisik hanya karena sedang hamil. Tetapi, jangan juga memaksakan aktivitas yang terlalu berat hingga membuat tubuh kelelahan. Teruslah beraktivitas sesuai kemampuan tubuh mama, ya!


  5. 5. Menganggap semua keluhan kehamilan pasti normal

    Menganggap semua keluhan kehamilan pasti normal
    Magnific/ArtPhoto_studio

    Perubahan tubuh selama kehamilan memang bisa menimbulkan berbagai keluhan. Mual, mudah lelah, atau beberapa rasa tidak nyaman tertentu bisa menjadi bagian dari proses kehamilan. Namun, bukan berarti semua keluhan boleh dianggap normal dan dibiarkan begitu saja.

    Kemenkes mencatat beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan ibu hamil, seperti perdarahan, demam tinggi, nyeri perut hebat, mual dan muntah berlebihan, sakit saat buang air kecil dan gatal di daerah kkemaluan, diare berulang, hingga sulit tidur dan cemas berlebihan.

    Jika Mama mengalami keluhan yang terasa berbeda dari biasanya, terasa semakin berat, atau membuat khawatir, maka jangan menunggu sampai kondisi memburuk. Segera konsultasikan dengan dokter atau bidan untuk memastikan kondisi Mama dan si Kecil.


  6. 6. Terlalu mudah percaya informasi kehamilan di internet

     Terlalu mudah percaya informasi kehamilan di internet
    Magnific/rawpixel.com

    Saat ini, mencari informasi seputar kehamilan memang sudah sangat mudah dilakukan. Hanya dengan membuka media sosial atau mengetik di mesin pencarian, Mama sudah  bisa menemukan berbagai informasi dalam hitungan detik.

    Namun, Mama perlu ingat jika tidak semua informasi tersebut memiliki dasar medis yang jelas. Daripada langsung mengikuti tips yang ditemukan di internet, Mama sebaiknya memastikan terlebih dahulu sumber informasinya.

    Untuk hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kehamilan, obat, suplemen, maupun keluhan tertentu, informasi dari dokter atau bidan tentu lebih dapat dijadikan acuan. Buku KIA juga menyebut jika ibu hamill mengalami tanda bahaya pada kehamilan, maka segera periksakan kondisi ke fasilitas kesehatan.

    Mama, jangan terlalu mudah percaya semua informasi kehamilan di internet. Saring semua informasi yang didapat dan jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru membuat Mama mengambil keputusan yang kurang tepat selama kehamilan.

    “Ingat, setiap kehamilan bisa berbeda. Jangan ragu konsultasikan keluhan atau perubahan yang kamu rasakan dengan dokter kandungan,” tulis dr. Budi dalam unggahannya. 

    Nah, itu dia informasi mengenai kesalahan yang sering dilakukan ibu hamil di trimester pertama. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More