Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Sudah Steril tapi Masih Bisa Hamil? Ini Penyebab dan Faktanya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanen dengan efektivitas sekitar 99,5 persen.

  • Kehamilan setelah steril bisa terjadi karena beberapa faktor penyabab.

  • Kegagalan sterilisasi berisiko menyebabkan kehamilan ektopik yang berbahaya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sterilisasi menjadi salah satu metode kontrasepsi permanen yang dipilih sebagian pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang. Prosedur ini dilakukan melalui tindakan medis dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi, sehingga kerap dianggap sebagai pilihan aman bagi Mama dan Papa yang merasa sudah cukup memiliki anak atau tidak merencanakan kehamilan di masa depan.

Pada perempuan, sterilisasi dikenal dengan istilah tubektomi, yakni prosedur memotong, mengikat, atau menutup saluran tuba falopi agar sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma. Sementara pada laki-laki, prosedur ini disebut vasektomi, yaitu tindakan memotong atau memblokir vas deferens, saluran pembawa sperma dari testis.

Dengan begitu, sperma tidak ikut keluar bersama air mani saat ejakulasi. Meski memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi, prosedur steril tetap tidak sepenuhnya menutup kemungkinan terjadinya kehamilan.

Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum penjelasan kenapa sudah steril tapi bisa hamil.

Kenapa Sudah Steril tapi Masih Bisa Hamil?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sterilisasi dikenal sebagai salah satu metode kontrasepsi permanen yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Tingkat keberhasilannya bahkan mencapai sekitar 99,5 persen, sehingga hanya sekitar 5 dari 1.000 perempuan yang dilaporkan mengalami kehamilan setelah menjalani prosedur ini.

Meski peluangnya sangat kecil, kehamilan setelah steril tetap bisa terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab:

  • Saluran reproduksi kembali tersambung
    Dalam kasus yang jarang terjadi, saluran tuba falopi pada perempuan atau vas deferens pada laki-laki dapat menyatu kembali secara alami setelah prosedur steril dilakukan. Kondisi ini memungkinkan sperma kembali bertemu dengan sel telur sehingga kehamilan masih bisa terjadi.

  • Prosedur sterilisasi tidak bekerja sempurna
    Kegagalan juga dapat terjadi apabila proses sterilisasi tidak menutup saluran sepenuhnya. Misalnya, klip yang digunakan bergeser atau masih ada bagian kecil saluran yang tetap terbuka.

  • Kesalahan saat tindakan medis
    Meski sangat jarang, kesalahan identifikasi anatomi saat operasi bisa menyebabkan bagian yang dipotong atau diblokir bukan saluran yang seharusnya, sehingga fungsi reproduksi masih tetap berjalan.

  • Pengaruh usia saat menjalani steril
    Melansir Web MD, kehamilan setelah sterilisasi bisa terjadi bertahun-tahun kemudian, terutama pada metode yang menggunakan ikatan atau klip karena kualitas alat dapat menurun seiring waktu. Karena itu, perempuan yang menjalani steril di usia lebih muda memiliki kemungkinan mengalami kehamilan saat usianya sudah lebih matang.

  • Kehamilan sudah terjadi sebelum prosedur steril
    Pada beberapa kasus, pembuahan sebenarnya sudah terjadi sebelum tindakan sterilisasi dilakukan, terutama jika prosedur dilakukan dekat dengan masa subur tanpa pemeriksaan kehamilan lebih dulu.

 

Kegagalan Steril Bisa Berisiko pada Kehamilan Ektopik

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah kehamilan ektopik, yaitu kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi berkembang di luar rahim. Pada sterilisasi dengan prosedur tubektomi, tuba falopi seharusnya ditutup untuk mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Namun, jika sterilisasi gagal dan pembuahan tetap terjadi, embrio bisa sulit mencapai rahim sehingga menempel dan berkembang di tuba falopi.

Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena tuba falopi tidak memiliki ruang yang cukup untuk mendukung pertumbuhan janin. Jika dibiarkan, saluran dapat pecah dan memicu perdarahan internal yang berbahaya.

Tanda Kehamilan yang Muncul setelah Steril

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meski kehamilan setelah sterilisasi jarang terjadi, Mama tetap perlu mengenali tanda-tanda awal kehamilan setelah menjalani prosedur.

Pasalnya, kehamilan setelah steril memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter sedini mungkin untuk mencegah komplikasi serius. Beberapa tanda yang bisa muncul antara lain:

  • Tubuh terasa cepat lelah dan kurang bertenaga meski tidak banyak beraktivitas

  • Siklus menstruasi terlambat atau bahkan tidak datang sama sekali

  • Payudara terasa lebih sensitif, nyeri, atau tampak membesar

  • Muncul rasa mual yang terkadang disertai muntah, terutama di pagi hari

  • Perubahan emosi atau suasana hati yang terjadi lebih sering dari biasanya

Apa yang Harus Dilakukan jika Mama Mengalami Tanda Kehamilan setelah Steril?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meski kemungkinannya sangat kecil, kehamilan setelah sterilisasi tetap bisa terjadi sehingga gejala yang muncul sebaiknya tidak diabaikan.

Berikut beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan:

  • Lakukan tes kehamilan menggunakan test pack
    Agar hasil lebih akurat, tes sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat kadar hormon kehamilan dalam urine masih tinggi.

  • Segera periksa ke dokter jika hasil tes positif
    Dokter biasanya akan melakukan USG untuk memastikan lokasi kehamilan, apakah berada di dalam rahim atau justru di luar rahim (kehamilan ektopik). Hal ini penting karena kehamilan setelah steril memiliki risiko ektopik yang lebih tinggi dan dapat membahayakan kesehatan jika tidak segera ditangani.

  • Tetap konsultasi jika hasil tes negatif tetapi gejala berlanjut
    Bila tanda-tanda kehamilan masih dirasakan meski hasil test pack negatif, Mama tetap disarankan memeriksakan diri ke dokter. Kondisi tersebut bisa saja dipengaruhi gangguan hormon atau masalah kesehatan lain yang memerlukan penanganan medis.

Apa Efek Samping KB Steril?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah menjalani prosedur sterilisasi permanen, baik pada perempuan maupun laki-laki, tubuh biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi selama masa pemulihan. Efek samping ringan dapat muncul setelah tindakan dilakukan, dan umumnya akan membaik seiring waktu.

Beberapa keluhan yang cukup umum terjadi antara lain:

  • Pusing

  • Nyeri perut atau kram

  • Tubuh terasa lelah

  • Perut terasa kembung

  • Nyeri di area bahu

Cara Kerja KB Steril yang Perlu Diperhatikan

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  • Ligasi tuba pada perempuan

Pada perempuan, KB steril dilakukan melalui prosedur ligasi tuba atau tubektomi, yaitu tindakan menutup saluran tuba falopi agar sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma. Saluran tersebut bisa diikat, dipotong, dijepit, atau ditutup secara permanen untuk mencegah terjadinya pembuahan.

Melansir Mayo Clinic, prosedur ini dilakukan dengan bantuan anestesi dan termasuk metode kontrasepsi nonhormonal, sehingga tidak memengaruhi siklus menstruasi. Selain ligasi tuba, ada juga salpingektomi atau pengangkatan saluran tuba falopi yang diketahui dapat membantu menurunkan risiko kanker ovarium.

  • Vasektomi pada laki-laki

Pada laki-laki, KB steril dilakukan melalui vasektomi, yaitu prosedur memotong atau menutup vas deferens, saluran yang membawa sperma menuju air mani. Dengan begitu, sperma tidak ikut keluar saat ejakulasi sehingga kehamilan dapat dicegah.

Vasektomi termasuk metode nonhormonal sehingga tidak memengaruhi gairah seksual. Setelah prosedur dilakukan, laki-laki tetap bisa ereksi dan ejakulasi seperti biasa. Proses tindakan ini umumnya cepat dan dilakukan menggunakan anestesi lokal.

Nah, itu dia penjelasan kenapa sudah steril tapi bisa hamil. Semoga informasi ini bermanfaat.

Editorial Team

Related Article