Sterilisasi menjadi salah satu metode kontrasepsi permanen yang dipilih sebagian pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang. Prosedur ini dilakukan melalui tindakan medis dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi, sehingga kerap dianggap sebagai pilihan aman bagi Mama dan Papa yang merasa sudah cukup memiliki anak atau tidak merencanakan kehamilan di masa depan.
Pada perempuan, sterilisasi dikenal dengan istilah tubektomi, yakni prosedur memotong, mengikat, atau menutup saluran tuba falopi agar sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma. Sementara pada laki-laki, prosedur ini disebut vasektomi, yaitu tindakan memotong atau memblokir vas deferens, saluran pembawa sperma dari testis.
Dengan begitu, sperma tidak ikut keluar bersama air mani saat ejakulasi. Meski memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi, prosedur steril tetap tidak sepenuhnya menutup kemungkinan terjadinya kehamilan.
Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum penjelasan kenapa sudah steril tapi bisa hamil.
