Banyak Mitos yang Melarang, Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Belut?

Banyak mitos tentang belut yang membuat ibu hamil menjadi ragu untuk memakannya

11 Januari 2021

Banyak Mitos Melarang, Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Belut
Pixabay/florisjan

Ibu hamil memang memiliki banyak pantangan. Bahkan tak jarang bermunculan mitos-mitos selama masa kehamilan. Banyak orang yang sering melarang ibu hamil untuk melakukan sesuatu hanya karena mitos.

Padahal mitos belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya. Sama seperti halnya bahwa ibu hamil tidak boleh makan belut.

Belut adalah ikan yang berbentuk panjang seperti ular, namun sangat licin. Mitos mengatakan bahwa bila ibu hamil mengonsumsi belut maka kelak anaknya akan menjadi hiperaktif. Selain itu, jika ingin memiliki anak laki-laki maka ibu hamil harus mengonsumsi belut.

Ternyata hal itu hanyalah mitos belaka, Ma. Belut memiliki manfaat untuk kehamilan. Jadi, ibu hamil diperbolehkan makan belut dalam jumlah sewajarnya. Namun, belut harus dimasak dengan matang agar tidak membahayakan janin.

Kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa manfaat belut untuk ibu hamil. Simak selengkapnya ya, Ma.

1. Kaya akan protein

1. Kaya akan protein
Pixabay/PENEBAR

Ternyata belut memiliki banyak protein di dalam tubuhnya yang bagus untuk dikonsumsi ibu hamil. Belut mengandung 18,4 gram protein di setiap 100 gram. Untuk itu, mengonsumsi protein bisa berdampak baik untuk ibu hamil.

Protein membantu membuat blok atau sel di dalam tubuh. Jadi, jika belut dikonsumsi oleh ibu hamil maka janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu, protein juga dapat membantu payudara dan jaringan rahim semakin kuat selama masa kehamilan.

Editors' Picks

2. Kaya akan vitamin

2. Kaya akan vitamin
Tokopedia.com

Belut ternyata mengandung vitamin A dan B12 yang bagus untuk tubuh apalagi untuk ibu hamil. Kedua vitamin tersebut berfungsi untuk meningkatkan antioksidan dan membantu melawan radikal bebas.

Selain itu, vitamin B12 ternyata bisa mencegah terjadinya risiko kelahiran prematur, berat badan bayi yang rendah, dan cacat tabung saraf seperti spina bifida.

3. Menambah stamina

3. Menambah stamina
Pixabay/Redkite

Belut memiliki kalori yang cukup tinggi yaitu 330 cal per 100 gram. Jadi, ketika Mama mengonsumsi satu belut yang berukuran 300 gram misalnya, kalori yang dihasilkan bisa mencapai 990 cal. Mengonsumsi belut selama masa kehamilan akan menambah energi pada tubuh.

Selain itu, juga bisa menghilangkan rasa lelah pada ibu hamil. Namun, pastikan memasak belut dalam keadaan matang. Karena bagaimana pun ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan yang masih mentah.

4. Menguatkan tulang

4. Menguatkan tulang
Pixabay/parkminho

Belut bisa menguatkan tulang karena mengandung mineral fosfor. Hal ini akan membuat ibu hamil dan janin memiliki otot yang kuat. Namun, untuk memperkuat tulang tidak hanya mengonsumsi belut saja, tetapi membutuhkan kalsium dan vitamin D.

Kalsium bisa Mama dapatkan pada makanan seperti susu, bayam, kangkung, dan lainnya. Sedangkan vitamin D, bisa Mama dapatkan dengan mengonsumsi sayur dan buah serta berjemur di pagi hari.

5. Meningkatkan masa otot dan mengurangi risiko kanker

5. Meningkatkan masa otot mengurangi risiko kanker
Pixabay/PENEBAR

Belut mengandung asam amino dan arginin. Kedua nutrisi tersebut bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Asam amino bisa meningkatkan hormon pertumbuhan manusia (HGH). Sedangkan arginin bisa mengurangi risiko kanker payudara dengan mencegah tumbuhnya sel-sel kanker ganas.

Belut juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan massa otot. Selain itu, belut juga bisa meminimalkan tumpukan lemak di dalam tubuh selama masa kehamilan. Jadi, Mama akan terhindar dari obesitas selama kahamilan berlangsung.

Itulah beberapa manfaat belut untuk ibu hamil. Mama tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi belut saat hamil asalkan dimasak dengan baik dan dikonsumsi sewajarnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.