Selain Test Pack, Perlukah Tes Kehamilan melalui Pemeriksaan Darah?

Kalau sudah ada test pack, kenapa harus cek darah ya?

29 Juli 2020

Selain Test Pack, Perlukah Tes Kehamilan melalui Pemeriksaan Darah
Freepik/User12166629

Selain dengan urine, kamu juga dapat melakukan tes darah untuk mengetahui status kehamilan. Sama seperti tes kehamilan dengan test pack, tes darah ini juga mendeteksi kehamilan dengan menukur kadar hormon hCG dalam darah. Selain itu, ada juga tes darah kualitatif yang memberikan jawaban apakah kamu hamil atau tidak.

Apa kelebihan tes darah ini jika dibandingkan dengan tes urine? Dan mengapa sih kamu sebaiknya melakukan tes darah di awal kehamilan?

Yuk, simak ulasan Popmama.com mengenai tes kehamilan melalui pemeriksaan darah berikut ini.

Kelebihan Melakukan Tes Darah untuk Mengetahui Status Kehamilan

Kelebihan Melakukan Tes Darah Mengetahui Status Kehamilan
healthline.com

Tes darah yang dilakukan untuk mengetahui status kehamilan terdiri dari 2 jenis, yaitu:

  • Tes darah kuantitatif yang bertujuan untuk mendeteksi jumlah hCG dalam darah secara tepat
  • Tes darah kualitatif, tujuannya untuk mendapatkan jawaban apakah kamu hamil atau tidak

Kelebihan dari tes darah jika dibanding tes urine adalah:

  • Tes darah dapat mendeteksi kehamilan lebih awal sejak konsepsi, jika dibandingkan dengan tes urine
  • Tes ini dapat mengukur konsentrasi hormon hCG dalam darah. Ini berguna untuk mengetahui apakah ada masalah pada kehamilan.

Mengapa perempuan sebaiknya melakukan tes darah untuk pemeriksaan kehamilan? Berikut alasannya:

Editors' Picks

1.Deteksi lebih awal

1.Deteksi lebih awal
Pixabay/Jaytaix

Kepekaan itu dapat membuat perbedaan besar jika kamu ingin atau perlu tahu apakah kamu hamil terlalu dini.

Jika kamu melakukan tes kehamilan dengan test pack sebelum mendapatkan menstruasi, hasilnya mungkin negatif meskipun kamu sebenarnya hamil. Tetapi, jika kamu melakukan tes darah, hasilnya bisa menunjukkan tanda positif saat kamu benar-benar hamil.

Selain itu, menurut penelitian, tes darah di awal kehamilan dapat mendeteksi adanya risiko keguguran dan kehamilan prematur.

2. Penting bagi Perempuan yang Memiliki Risiko Masalah Reproduksi

2. Penting bagi Perempuan Memiliki Risiko Masalah Reproduksi
Freepik/nensuria

Tes kehamilan dengan darah mungkin tidak terlalu diperlukan. Tetapi berbeda dengan perempuan yang memiliki sejumlah risiko reproduksi atau kehamilan, seperti pernah mengalami keguguran hingga kehamilan ektopik. 

Kehamilan ektopik terjadi ketika sel telur yang dibuahi tetap berada di saluran tuba, bukan di dalam rahim yang seharusnya.

Kamu sebaiknya segera pergi ke dokter jika pernah mengalami keguguran sebelumnya sehingga dokter dapat memeriksa darah dan dapat melakukan USG untuk melihat ke dalam dan melihat bahwa semuanya baik-baik saja.

3. Jika dokter tidak dapat mengonfirmasi kehamilan dengan USG transvaginal

3. Jika dokter tidak dapat mengonfirmasi kehamilan USG transvaginal
Freepik/Rawpixel.com

Bagi kebanyakan perempuan, tes darah kehamilan tidak diperlukan. Jika kamu telah menjalani tes kehamilan di rumah dan mendapatkan hasil positif, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan sekitar delapan minggu setelah periode menstruasi terakhir dan mengkonfirmasi kehamilan dengan USG transvaginal.

Namun, kadang-kadang, dokter tidak dapat mendeteksi kehamilan dengan USG segera. Jika ini terjadi, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa apakah terjadi kehamilan, kata Cristina Perez, MD, ob-gyn di Spesialis Wanita Houston di Texas Children's Pavilion.

Tes darah akan terdiri dari setidaknya dua kali pengambilan darah, sekitar 48 jam terpisah. Di awal kehamilan, kadar hCG seharusnya berlipat ganda kira-kira setiap 48 jam. Dengan melihat perubahan kadar hCG, dokter dapat mengevaluasi risiko terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik, selain memastikan bahwa kehamilan berkembang dengan sehat.

Nah, jika kamu memiliki kriteria di atas, sebaiknya melakukan tes kehamilan melalui pemeriksaan darah. Diskusikan dengan dokter apakah kamu perlu melakukannya.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.