Hati-Hati, Ini 8 Tanda Janin Dalam Kondisi Bahaya Saat di Kandungan

Kenali gejalanya agar dapat dilakukan penanganan tepat dan cepat, Ma

8 September 2021

Hati-Hati, Ini 8 Tanda Janin Dalam Kondisi Bahaya Saat Kandungan
Pixabay/danEvans

Setiap ibu hamil selalu berharap akan kehamilan yang sehat dan janin tumbuh dan berkembang dengan baik. Segala cara dilakukan, termasuk mengonsumsi makanan bernutrisi, berolahraga, dan mengurangi stres.

Namun penting juga diketahui gejala-gejala yang tidak normal dalam kehamilan. Bila diabaikan, ini dapat membahayakan mama dan janin. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah tanda-tanda janin dalam bahaya.

Mengetahui gejala janin dalam bahaya dapat membuat Mama mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Sehingga dapat menyelamatkan janin dan mama.

Apa saja tanda janin dalam bahaya? Popmama.com akan mengulasnya untuk Mama. Apa saja, ya?

1. Perdarahan

1. Perdarahan
Pixabay/Clker-Free-Vector-Images

Mama harus waspada jika mengalami perdarahan. Ini  dapat menjadi tanda bahaya yang dapat mengancam baik pada janin maupun Mama.

Perdarahan hebat yang dialami di usia kehamilan muda bisa menjadi tanda mengalami keguguran. Namun, jika mengalami perdarahan pada usia hamil tua, bisa menjadi pertanda plasenta menutupi jalan lahir.

2. Pusing dan nyeri kepala hebat

2. Pusing nyeri kepala hebat
Pexels/ andrea piacquadio

Sakit kepala parah yang tidak hilang bisa menjadi gejala preeklampsia, Ma. Bila bersamaan dengan gejala seperti nyeri perut bagian tengah atau atas, pandangan kabur atau ganda secara mendadak, tangan dan kaki bengkak, muntah, jarang buang air kecil, serta sesak napas, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urine. Kondisi ini biasanya terjadi setelah minggu ke-20 kehamilan dan bisa membahayakan janin juga bila tidak segera ditangani.

3. Mual dan muntah berlebihan

3. Mual muntah berlebihan
Pexels/ edward jenner

Mual-muntah memang banyak dialami oleh Mama saat hamil, terutama pada trimester pertama. Biasanya akan berkurang saat memasuki trimester kedua.

Namun jika mual-muntah tersebut terjadi terus-menerus dan berlebihan bisa menjadi tanda bahaya pada masa kehamilan. Jika ini terjadi pada Mama, segera periksakan kehamilan ke dokter, ya.

Mual dan muntah berlebihan dapat menyebabkan kekurangan gizi, dehidrasi, dan penurunan kesadaran.

Editors' Picks

4. Gerakan janin berkurang

4. Gerakan janin berkurang
Pexels/ jonas kakaroto

Kenali pola gerakan janin. Janin kurang aktif bergerak bisa menjadi tanda bahwa si Kecil sedang tidur atau Mama mungkin tidak menyadari gerakannya.

Tetapi janin yang kurang aktif atau bahkan berhenti bergerak dan tidak kembali aktif seperti biasanya juga bisa menjadi tanda kekurangan nutrisi atau oksigen.

Jika gerakan janin kurang dari 10 kali dalam jangka waktu dua jam, segera periksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan tindakan dengan cepat ya, Ma.

5. Kontraksi atau nyeri hebat

5. Kontraksi atau nyeri hebat
Pexels/matilda wormwood

Kram perut biasa terjadi selama kehamilan. Tapi keadaan menjadi serius jika mulai mengalami kontraksi atau pengencangan rahim yang berat. Kontraksi yang teratur dan menyakitkan, jauh sebelum tanggal kelahiran bisa menjadi tanda awal persalinan prematur.

6. Kejang

6. Kejang
Pexels/ engin akyurt

Bila mengalami kejang saat hamil, ini juga patut diwaspadai, Ma. Eklampsia adalah kondisi yang menyebabkan ibu hamil mengalami kejang dan merupakan salah satu kegawatdaruratan pada masa kehamilan.

Meski jarang terjadi, jangan dianggap remeh karena berpotensi mengancam nyawa ibu hamil dan janin.

7. Ketuban pecah dini

7. Ketuban pecah dini
Pexels/rene alsleben

Ini merupakan kondisi di mana kantung ketuban pecah sebelum waktu persalinan dimulai. Kondisi ini dapat terjadi baik sebelum janin matang dalam kandungan (sebelum minggu ke-37 masa kehamilan), maupun setelah janin matang.

Makin awal ketuban pecah, maka semakin serius kondisi ini. Kondisi ini harus segera ditangani agar janin dapat diselamatkan ya, Ma.

8. Tekanan darah tinggi

8. Tekanan darah tinggi
Pexels/cottonbro

Ini merupakan kondisi di mana kantung ketuban pecah sebelum waktu persalinan dimulai. Kondisi ini dapat terjadi baik sebelum janin matang dalam kandungan (sebelum minggu ke-37 masa kehamilan), maupun setelah janin matang.

Makin awal ketuban pecah, maka semakin serius kondisi ini. Kondisi ini harus segera ditangani agar janin dapat diselamatkan ya, Ma.

Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dalam kehamilan merupakan kondisi ketika tekanan darah ibu hamil berada di atas angka 140/90 mmHg. Kondisi ini biasanya muncul saat usia kehamilan sekitar 20 minggu, tetapi bisa juga muncul lebih awal.

Bila tidak ditangani, hipertensi dapat membahayakan janin, seperti:

  • Pertumbuhan janin terhambat,
  • kelahiran prematur,
  • solusio plasenta,
  • dan penyakit kardiovaskular.

Nah, itu beberapa tanda janin dalam bahaya, Ma. Untuk mengurangi risikonya, selalu rutin melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter.

Semoga informasi ini dapat membuat Mama semakin waspada, ya!

Baca juga:

  

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.