Apa sih Penyebab Mood Swing saat Hamil? Ini Penjelasannya

Selain faktor hormon, ternyata masih ada lagi faktor pemicu mood swings lainnya

14 April 2021

Apa sih Penyebab Mood Swing saat Hamil Ini Penjelasannya
Freepik

Selama kehamilan, mungkin Mama merasakan suasana hati yang berubah-ubah. Terkadang sangat gembira dan antusias. Tetapi tak jarang juga sangat emosional dan merasa sedih, hingga menangis tersedu-sedu karena hal-hal yang sepele. Atau bahkan alasan yang Mama sendiri tidak ketahui.

Mood swings atau perubahan suasana hati selama kehamilan disebabkan oleh berbagai faktor. Termasuk perubahan hormon, rasa sakit fisik karena tubuh yang berubah, dan kekhawatiran yang wajar menghadapi perubahan hidup di masa depan. 

Apakah Mama mengalaminya? Berikut Popmama.com merangkum penyebab mood swings saat hamil dan bagaimana mengatasinya, dilansir dari verywellfamily.com:

1. Hormon kehamilan dan mood swings

1. Hormon kehamilan mood swings
Freepik/Katemangostar

Salah satu alasan utama penyebab mood swings selama kehamilan adalah hormon yang berubah dengan cepat. Terutama hormon estrogen dan progesteron. 

Kadar estrogen melonjak lebih dari 100 kali selama 12 minggu pertama kehamilan. Estrogen terkait erat dengan serotonin kimia otak yang menimbulkan perasaan bahagia. Namun, lonjakan yang tinggi ini menyebabkan ketidakseimbangan dan fluktuasi pada neurotransmitter otak. Akibatnya Mama akan mengalami disregulasi emosional. 

Selain estrogen, hormon progesteron juga berubah selama kehamilan, terutama di tiga bulan awal kehamilan. Sementara estrogen biasanya terkait dengan energi, progesteron lebih mengarah ke relaksasi. Namun, karena terlalu rileks, hormon ini dapat menimbulkan rasa sedih dan kelelahan luar biasa. Inilah penyebab Mama sewaktu-waktu merasakan emosi yang teraduk-aduk hingga menangis tersedu-sedu untuk hal yang sepele sekalipun.

2. Ketidaknyamanan fisik yang menyebabkan mood swings

2. Ketidaknyamanan fisik menyebabkan mood swings
Freepik/Comzeal

Selain dipicu oleh hormon, ketidaknyamanan yang dirasakan tubuh selama kehamilan juga dapat menimbulkan tekanan emosi. Contohnya, morning sickness atau mual di pagi hari. Morning sickness dialami oleh 70 persen ibu hamil di seluruh dunia. 

Para mama yang mengalami ketidaknyamanan akibat morning sickness, akhirnya merasa cemas bila sewaktu-waktu mual menyerang. Apalagi jika mual datang pada momen-momen tak terduga, misalnya sedang rapat, di acara penting, atau di tempat publik.

Kelelahan adalah gejala awal kehamilan yang umum dan memicu perubahan suasan hati. Ketika tubuh merasa lelah, maka secara emosional pun akan merasakan yang sama. Di bulan-bulan pertama kehamilan, Mama mungkin merasakan tubuh yang lebih mudah lelah dan lemah ketimbang biasanya.

Editors' Picks

Perbedaan Mood Swings di Tiap Trimester

Mood swings memang bisa saja terjadi selama proses kehamilan. Tapi setiap usia kehamilan bisa jadi menimbulkan perubahan suasana hati yang berbeda. Berikut perbedaan mood swings yang terjadi di tiap trimester:

1. Mood swings trimester pertama

1. Mood swings trimester pertama
Unsplash/Olliss

Trimester pertama adalah masanya untuk beradaptasi dengan segala perubahan hormon yang terjadi. Mual muntah, perubahan kondisi tubuh, dan banyaknya pantangan yang diutarakan orang terdekat seringkali membuat ibu hamil merasa emosional. 

Pada trimester pertama, suasana hati akan didominasi oleh perasaan sedih, khawatir, cemas, dan kelelahan. Jangan sungkan untuk membicarakan ini pada pasangan ya, Ma. Dengan mengutarakan suasana hati yang sedang Mama rasakan, akan membantu Papa untuk mengerti kondisi mama.

2. Mood swings trimester kedua

2. Mood swings trimester kedua
Freepik

Trimester kedua kerap disebut sebagai fase honeymoon atau bulan madu. Hormon masih berubah, tetapi fluktuasinya tidak seperti trimester pertama. Di trimester kedua ini Mama akan merasa lebih berenergi daripada sebelumnya dan morning sickness pun berkurang.

Meskipun begitu, masih ada beberapa pemicu mood swings yang mungkin saja terjadi, seperti perubahan bentuk tubuh hingga informasi-informasi yang menimbulkan kecemasan. Daftar panjang komplikasi yang mungkin saja diderita Mama dan bayi, juga berpotensi memicu kekhawatiran yang membayangi keseharian mama.

Namun, tidak semua mood swings kehamilan bersifat negatif. Sebagian ibu hamil justru mengalami peningkatan libido dan hasrat seksual selama trimester kedua. Ini mungkin terjadi karena mereka mulai merasa lebih baik secara fisik, dan karena adanya peningkatan aliran darah ke daerah panggul.

3. Mood swings trimester ketiga

3. Mood swings trimester ketiga
Flickr/Pankaj Bansal

Di trimester ketiga ini, mungkin Mama kembali mengalami kelelahan karena bayi yang semakin berat dan besar. Salah satu dampaknya adalah kesulitan tidur yang menimbulkan perubahan suasana hati. 

Di sisi lain, ketakutan dan kekhawatiran tentang kelahiran yang akan datang bisa lebih intens selama trimester terakhir. Hal ini muncul bersamaan dengan kekhawatiran tentang menjadi seorang ibu. 

Namun, ada suasana hati baru yang mungkin dialami Mama di trimester ketiga ini, yang disebut dengan nesting. Nestingadalah dorongan keinginan untuk membersihkan dan membersihkan rumah, serta mempersiapkan kedatangan bayi secara fisik. Tidak semua Mama mengalami nesting. Ini adalah contoh suasana hati yang positif. Tetapi sebagian Mama juga mengalami nestingyang mengarah pada kecemasan tatkala merasa belum cukup mempersiapkan diri akan kelahiran si Kecil.

Mood swings adalah hal yang normal dialami selama kehamilan. Tubuh mama mengalami perubahan secara fisik maupun hormonal, dan hidup juga mengalami penyesuaian dari hari ke hari. Tentu saja hal ini berkontribusi terhadap naik-turunnya emosi mama. 

Meski mood swingscukup umum, depresi adalah hal yang berbeda. Antara merasa gugup dan kecemasan yang mengganggu keseharian, adalah hal yang berbeda. Depresi dan kecemasan tidak sama dengan perubahan suasana hati.

Bila Mama merasakan pergumulan emosional yang mengganggu keseharian, penting untuk berbicara dengan dokter. Hal ini penting, Ma, jadi jangan disepelekan. Dokter dapat membantu Mama dan beban hati mama pun bisa lebih ringan. 

Semoga informasi ini dapat membantu ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.