Metode Terapi Kesuburan dan Efektivitasnya untuk Mendapat Keturunan

Usia berpengaruh pada proses terapi kesuburan yang sedang dijalani, Ma

3 Oktober 2020

Metode Terapi Kesuburan Efektivitas Mendapat Keturunan
Unsplash/Davids Kokainis

Kehadiran buah hati di tengah keluarga biasanya menjadi dambaan setiap pasangan suami dan istri. Namun, bisa saja hal ini menjadi masalah ketika kamu dan pasangan memiliki gangguan kesuburan. 

Terkadang, gangguan kesuburan dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh perempuan. Padahal, baik perempuan maupun laki-laki, keduanya bisa mengalami gangguan kesuburan. 

"Suami dan istri masing-masing memiliki tingkat risiko gangguan kesuburan, yaitu 30 persen. Jadi, keduanya sama dan tidak bisa disalahkan hanya satu pihak saja," jelas Dr. Caroline Tirtajasa SpOG(K), Sub spesialis Fertility & hormon reproduksi RS OMNI Pulomas, yang ditemui dalam sesi talkshow Metode Terapi Kesuburan dan Efektivitasnya Untuk Mendapat Keturunan, dalam Popmama Parenting Academy 2020.

Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan tentang masalah kesuburan disertai pilihan metode terapi kesuburan sehingga dapat membantu Mama dan Papa mendapatkan keturunan.

Editors' Picks

1. Macam-macam metode terapi kesuburan

1. Macam-macam metode terapi kesuburan
Youtube/Popmama

Terdapat beragam pilihan metode terapi kesuburan yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri. Menurut Dr. Caroline, terapi kesuburan ini biasanya perlu dilakukan apabila dicurigai ada masalah kesuburan (infertilitas) setelah usia satu tahun pernikahan. 

"Definisi infertilitas adalah ketika dalam usia satu tahun menikah, sang Istri tak kunjung hamil. Padahal hubungan badan teratur dan tidak KB, sebaiknya waspada dan lakukan pemeriksaan medis," katanya. 

Adapun metode terapi kesuburan yang dapat dilakukan, terbagi menjadi tiga, yaitu program hamil alami, inseminasi, dan bayi tabung. 

"Semua metode terapi kesuburan untuk mendapatkan kehamilan ini melalui proses stimulasi ovarium. Jadi, ovarium distimulasi agar sel telurnya besar dan peluang kehamilannya semakin meningkat. Setelah sel telur telah dipastikan besar, dokter akan mengatur kapan waktu terbaik untuk berhubungan. Biasanya dihitung pada hari ke-11 hingga hari ke-22 setelah hari pertama menstruasi. Dengan intensitas dua hari sekali," jelasnya. 

Jika metode program hamil secara alami telah terlewati, tetapi belum berhasil. Maka, dokter akan menyarankan untuk melakukan inseminasi dan terakhir bayi tabung hingga tujuan kehamilan tercapai. 

2. Cara melakukan terapi kesuburan bagi suami dan istri

2. Cara melakukan terapi kesuburan bagi suami istri
Unsplash/Andrew Welch

Sebelum menemukan metode terapi kesuburan yang sesuai dalam mendapatkan kehamilan, penting bagi pasangan suami istri untuk melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu. 

"Datang ke poliklinik dan bertemu dokter. Lalu, nanti akan ada analisa pola haid, pemeriksaan lanjutan melalui USG transvaginal untuk mengetahui mode rahim, berapa jumlah sel telur, kemudian berlanjut ke pemeriksaan khusus infertilitasnya," ujar Dr. Caroline. 

Ia menambahkan, pemeriksaan infertilitas ini mencakup HSG, kondisi saluran sel telur, dan hormon reproduksi perempuan. Kemudian, dilanjutkan dengan analisa laki-laki yang meliputi, pengecekan kondisi sperma untuk melihat jumlah dan pergerakannya.  

Adapun beberapa kondisi yang mungkin dialami perempuan sehingga metode terapi kesuburannya perlu dilakukan secara khusus. Misalnya, pada perempuan yang memiliki riwayat PCOS dan endometriosis. 

"Pada perempuan yang memiliki PCOS, dokter akan melakukan perawatan khusus secara medis dengan memberi stimulasi ovarium sehingga sel telur membesar dan peluang kehamilan meningkat. Sedangkan, pada perempuan dengan endometriosis, dokter akan mengambil tindakan medis apabila ditemukan miom atau kista di dalam rahim," tambahnya. 

Jadi, dalam menjalani terapi kesuburan ini, seluruh organ reproduksi pada perempuan dan laki-laki akan dibuat seoptimal mungkin sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kehamilan. 

3. Efektivitas terapi kesuburan untuk mendapatkan keturunan

3. Efektivitas terapi kesuburan mendapatkan keturunan
Unsplash/Omar Lopez

"Presentase keberhasilan terapi kesuburan ini tergantung dari usia dan ada tidaknya penyakit yang menyertai, seperti polip, miom, atau kista. Kemudian, gaya hidup yang dijalankan sudah sehat atau belum," ungkap Dr. Caroline. 

Acuan usia yang ideal untuk menjalani terapi kesuburan, yaitu maksimal 35 tahun. Jadi, terapi kesuburan di atas 35 tahun tidak dianjurkan. 

"Semakin menuanya usia, keberhasilan program kehamilan juga semakin turun. Misalnya, pada program bayi tabung yang dilakukan oleh pasangan di bawah 34 tahun, maka tingkat keberhasilannya mencapai 30–50 persen. Sedangkan pada pasangan 35 tahun ke atas, tingkat keberhasilannya hanya sekitar 30 persen," tambahnya. 

Usia yang semakin tua juga dapat memengaruhi kualitas sel telur dan sperma. Jadi, usia dapat memengaruhi kualitas embrio dan berisiko pada proses kehamilan, seperti janin yang tidak berkembang dengan baik hingga keguguran. 

Itulah beberapa hal mengenai metode terapi kesuburan yang perlu diketahui oleh calon Mama dan Papa dalam usaha mendapatkan keturunan. Semoga dapat bermanfaat, ya. 

Buat kamu yang ketinggalan sesi talkshow Metode Terapi Kesuburan dan Efektivitasnya Untuk Mendapat Keturunan bersama Dr. Caroline Tirtajasa SpOG(K), Sub spesialis Fertility & hormon reproduksi RS OMNI Pulomas, dalam Popmama Parenting Academy 2020, kamu bisa menyaksikan tayangan ulangnya di Youtube Popmama.com di bawah ini:

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.