Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Analisis Sperma: Memahami Arti Motilitas, Morfologi, dan Konsentrasi
Pexels.com/Nadezhda Moryak
  • Analisis sperma adalah pemeriksaan penting dalam tes kesuburan pria yang menilai kualitas air mani secara menyeluruh.
  • Pemeriksaan ini mencakup penilaian jumlah, motilitas, morfologi, volume, dan pH sperma untuk menentukan kondisi kesuburan.
  • Tes analisis sperma direkomendasikan bagi pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan agar mengetahui faktor kesuburan dari pihak pria.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam tes kesuburan untuk laki-laki, ada analisa sperma. Ini merupakan pemeriksaan yang mencakup analisis dari jumlah, motilitas, morfologi, volume, dan pH air mani dari laki-laki. 

Untuk promil, diperlukan tes menyeluruh, baik dari perempuan maupun laki-laki. Bagi laki-laki, ada pemeriksaaan yang dinamakan analisa sperma. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk pasangan yang berencana untuk melakukan program hamil

Sebenarnya, apa itu analisa sperma dan apa saja parameter yang menjadi penilaiannya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Mengenal analisa sperma

Freepik.com/freepik

Pada laki-laki, analisa sperma menjadi langkah awal krusial untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi dan faktor yang dapat memengaruhi kesuburan. Analisa ini bertujuan untuk menilai kualitas sperma apakah sudah sesuai dengan parameternya. 

Menurut WHO, standar normal seseorang memiliki sperma yang sehat adalah: 

  • Volume sperma sekitar 1,5-5 ml per ejakulasi. 

  • Konsentrasi sperma sekitar minimal 15 juta/ml.

  • Jumlah sperma total minimal 39 juta per ejakulasi.

  • Morfologi atau bentuk sperma minimal 4% sperma berbentuk normal. 

  • Motilitas sperma minimal 32% sperma harus dapat bergerak secara normal.

Jika hasil pemeriksaan dan analisis yang di bawah nilai standar tersebut, maka bisa dikatakan kemungkinan seseorang mengalami gangguan pada kesuburan. Nah, hal itu perlu dievaluasi lebih lanjut. 

2. Apa faktor yang memengaruhi hasil analisis? 

Freepik.com/freepik

Tentu Papa bertanya-tanya, kenapa seseorang bisa mengalami kondisi sperma yang di bawah standar. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal, termasuk paparan lingkungan, jenis pekerjaan, dan kebiasaan sehari-hari. 

Beberapa faktor eksternalnya adalah: 

  • Suhu tinggi, seperti contoh, tukang las, sopir angkutan umum, atau mengendarai motor dalam durasi yang lama setiap harinya. 

  • Paparan sinar X, misalnya pada pekerja radiologi. 

  • Getaran berulang, seperti pada penggali atau pekerja mesin. 

  • Pestisida dibromo kloropropana, misalnya pada petani. 

  • Logam berat atau kadmium dan magnesium, misalnya pada pekerja pabrik baterai. 

  • Bahan kimia seperti aseton, eter, atau glikol, misalnya pada pekerja laboratorium. 

  • Kemoterapi, pada pasien kanker. 

Selain itu, ada juga yang dikarenakan gaya hidup, konsumsi alkohol, merokok, atau siklus tidur yang berantakan. 

3. Cara melakukan pemeriksaan analisa sperma

Freepik.com/freepik

Untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat, pasien yang akan menjalani analisa sperma bisa melakukan beberapa persiapan. Yang pertama, tentu saja, menahan ejakulasi atau tidak berhubungan seksual selama 3-5 hari sebelum pemeriksaan. 

Selanjutnya, menghindari alkohol, kafein, dan rokok, karena bisa memengaruhi hasil analisis. Bisa mengelola stres dan menjaga pola makan yang sehat. 

Pada hari H pemeriksaan, sperma akan diambil sampelnya di ruang khusus (sperm collection room) di rumah sakit. Sampel kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk menilai parameter sperma. 

Jika hasilnya kurang optimal, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan ulang dalam 2 minggu hingga 1 bulan untuk memastikan akurasi dari hasilnya. 

4. Cara meningkatkan kualitas sperma

Freepik.com/freepik

Jika mengalami hasil yang kurang baik, kamu bisa melakukan beberapa hal mandiri. Pertama, mengonsumsi suplemen. Beberapa suplemen diketahui bisa membantu meningkatkan kualitas sperma, seperti minyak ikan, vitamin C, ubiquinone 10, selenium, glutathione, asam folat, zinc, dan vitamin B12. 

Sedangkan penggunaan beberapa obat seperti kolkisin dan allopurinol bisa mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. 

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan rutin melakukan olahraga ringan karena bisa meningkatkan kesuburan secara alami. Sedangkan jika melakukan olahraga berat lebih dari 5 jam per minggu, malah bisa menurunkan tingkat kesuburan laki-laki, lho. 

Analisa sperma merupakan langkah awal untuk mengetahui tingkat kesuburan laki-laki. Dengan melakukan pemeriksaan ini, bisa membantu mengidentifikasi faktor apa saja yang bisa menghambat kehamilan dan memberikan gambaran mengenai langkah-langkah selanjutnya. 

Terus berusaha, ya!

Editorial Team

Related Article