Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Fragmentasi DNA Sperma: Tes Lanjutan Jika Analisis Sperma Biasa Normal

Fragmentasi DNA Sperma: Tes Lanjutan Jika Analisis Sperma Biasa Normal
Freepik.com/freepik
Intinya Sih
  • Tes DNA Fragmentation Index (DFI) disarankan bagi pria dengan hasil analisis sperma normal namun masih sulit memperoleh kehamilan alami.
  • Kerusakan materi genetik pada sperma dapat menjadi penyebab utama kegagalan pembuahan meski jumlah dan bentuk sperma tampak normal.
  • Pemeriksaan DFI membantu mendeteksi tingkat fragmentasi DNA sperma untuk menentukan langkah lanjutan dalam program kehamilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah mengalami kondisi di mana sperma terbukti normal, namun masih saja sulit hamil secara alami? Mungkin ini saatnya kamu melakukan DNA Fragmentation Index (DFI).

Pada beberapa kasus, bisa saja terjadi bahwa hasil analils sperma seorang laki-laki menunjukkan kondisi normal namun tidak juga membuahkan kehamilan. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh rusaknya materi genetik sperma, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan DNA fragmentation index.

Seperti apa DFI dan seberapa penting tes ini? Popmama.com akan menjabarkannya secara lengkap untukmu.

Table of Content

1. DFI untuk tes lanjutan

1. DFI untuk tes lanjutan

Freepik.com/freepik
Freepik.com/freepik

Dari penelitian hasil DNA fragmentation Index, terlihat adanya kerusakan DNA sperma pada 4 dari 10 laki-laki yang mengalami gangguan kesuburan atau infertilitas. Hal ini tentu berpengaruh besar pada keberhasilan pembuahan, karena kehamilan bisa terjadi dengan sperma dan sel telur yang sehat.

DNA sperma berada di kepala sperma yang berfungsi untuk menembus sel telur. DNA ini dikatakan mengalami kerusakan jika untai tunggal atau ganda pada DNA terputus. Saat hal tersebut terjadi, maka bisa terjadi perlambatan proses pembuahan dan perkembangan embrio, serta meningkatnya risiko keguguran.

Saat seorang laki-laki mendapati hasil analisis sperma normal namun masih kesulitan untuk untuk reproduksi, mungkin saja perlu melakukan pemeriksaan DNA fragmentation index untuk mengetahui kualitas sperma yang lebih detail.

2. DFI untuk kondisi tertentu

Unsplash.com/Julia Koblitz
Unsplash.com/Julia Koblitz

Sebenarnya, uji DFI masih menimbulkan banyak perdebatan karena dinilai kurang efektif. Hal ini membuat uji DFI kurang direkomendasikan dalam pengobatan infertilitas.

Meski begitu, uji DFI disarankan pada beberapa kondisi seperti pasien dengan varikokel, infertilitas yang penyebabnya tidak diketahui, pasangan yang mengalami keguguran berulang, dan kegagalan implantasi yang berulang.

3. Tingkat DFI yang tinggi memengaruhi kesuburan

Pexels.com/FounderTips
Pexels.com/FounderTips

Ada beberapa cara untuk melakukan pengujian DFI antara lain uji struktur kromatin sperma (SCSA), uji TUNEL, uji COMET, dan uji SCD. Umumnya, yang paling banyak dipilih adalah uji SCSA.

Caranya, sperma akan dimasukkan ke dalam pewarna khusus untuk mengidentifikasi DNA yang rusak. Uji ini akan mendeteksi persentase spermatozoa yang proteinnya terurai menggunakan flow cytometry. Hasil DFI akan menentukan tingkat kerusakan sperma, semakin tinggi persentasenya, maka cenderung lebih sulit untuk menyebabkan kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran dini.

4. Kapan harus melakukan DFI?

Pexels.com/RDNE Stock project
Pexels.com/RDNE Stock project

DFI bisa dilakukan saat seseorang sudah menjalani analisis sperma dan dinyatakan normal. Namun, setelah beberapa waktu berlalu, belum juga berhasil dalam melakukan program hamil. Maka, Papa bisa berkonsultasi ke dokter tentang keputusan untuk mengambil DFI atau tidak.

Kalau setelah melakukan tes DFI dan mendapati persentasenya cukup tinggi, maka Papa bisa menerapkan pola hidup yang sehat, mengonsumsi suplemen antioksidan sesuai resep dokter, dan melakukan perawatan medis untuk mengobati kondisi yang menjadi penyebab tingginya hasil DFI. Terus berusaha, ya!

Share Article
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More