Bagaimana Menjaga Kesehatan Vagina yang Normal untuk Program Hamil?

Vagina sehat bantu tingkatkan peluang hamil Mama

11 Juni 2019

Bagaimana Menjaga Kesehatan Vagina Normal Program Hamil
Pexels/Chuanyu2015

Vagina merupakan salah satu bagian penting bagi kesehatan kesuburan. Organ intim perempuan ini dirangcang tidak hanya untuk berhubungan intim, tapi juga untuk haid dan sebagai jalan melahirkan.

Dilansir situs National Health Services (NHS) UK, konsultan uroneurologi dari University College Hospital London, Dr Suzy Elneil, menyebutkan bahwa vagina sepenuhnya bersifat individual.

Ini berarti tidak ada dua perempuan yang memiliki vagina sama, bahkan bagi anak perempuan yang kembar sekalipun.

Meskipun bersifat, namun rata-rata patokan untuk vagina yang normal juga penting untuk Mama ketahui. Ini terutama juga menjadi salah satu persiapan dalam program hamil yang sehat.

Berikut Popmama.com rangkum dari berbagai sumber informasi tentang vagina yang normal dan sehat untuk Mama:

1. Bagian vagina dan vulva

1. Bagian vagina vulva
Pexels/Tofros.com

Beberapa organ seksual perempuan sebenarnya berada di dalam tubuh. Termasuk di antaranya seperti rahim, indung telur dan vagina.

Sementara itu, sebagian bagian organ seksual lainnya berada di luar tubuh. Salah satunya adalah vulva. Bagian yang termasuk vulva yakni liang vagina, bibir vagina bagian dalam dan luar (labia) dan klitoris, yang terletak di bagian atas vagina.

Vagina adalah sebuah tabung yang panjangnya sekitar 8 cm. Panjang vagina mengarah dari leher rahim (serviks) ke vulva.

Vagina sangat elastis, sehingga dapat dengan mudah meregang ketika penetrasi dalam hubungan intim dan bahkan saat menjadi jalan lahir bagi bayi.

Menurut Dr Elneil, vagina bervariasi dalam bentuk, ukuran dan warna. Ada yang kecil dan berbentuk seperti telur alias ovoid. Ada pula yang besar dan bentuknya silindris. Namun apapun bentuknya, Dr Elneil menekankan bahwa yang paling penting adalah vagina dapat berfungsi normal.

2. Bagian labia

2. Bagian labia
Pixabay/PatriciaMoraleda

Selain vulva, bagian penting lainnya dari vagina yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah labia. Beberapa perempuan seringkali khawatir tentang ukuran labia. Padahal sebenarnya tidak ada alasan untuk khawatir dengan ukuran labia.

Seperti disebutkan sebelumnya oleh Dr Elneil, labia pun juga berbeda antara satu perempuan dengan perempuan lainnya. Oleh sebab itu, tidak masalah jika ada perbedaan antar perempuan.

Ukuran labia yang mungkin terasa besar hanya menjadi masalah medis jika sampai benar-benar memengaruhi kehidupan kerja, sosial atau olahraga perempuan.

"Ukuran sebenarnya bukan masalah bagi kebanyakan perempuan. Namun bagi pengendara sepeda, panjang dan ukuran labia dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk duduk dengan nyaman, tetapi ini adalah masalah yang jarang terjadi,” ungkap Dr Elneil.

Editors' Picks

3. Masalah kesehatan pada vagina

3. Masalah kesehatan vagina
Freepik

Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa mengganggu vagina dan perlu mendapatkan perawatan dari dokter. Gejala yang kerap muncul sebagai tanda vagina dalam kondisi tidak normal di antaranya seperti keputihan yang berbau dan berwarna, gatal pada vagina, perdarahan di luar periode haid, serta nyeri saat penetrasi.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa kondisi yang bisa menggangu kesehatan vagina di antaranya:

  • Masalah seksual

Ini mungkin termasuk nyeri persisten atau berulang saat sebelum, selama atau setelah berhubungan seks (dispareunia). Nyeri saat penetrasi mungkin disebabkan oleh kejang otot-otot dinding vagina yang tidak disengaja (vaginismus). Otot-otot di dasar panggul bisa menjadi tegang, menyebabkan rasa sakit selama hubungan intim

  • Infeksi menular seksual

Berbagai infeksi menular seksual dapat memengaruhi vagina, termasuk klamidia, gonore, kutil kelamin, sifilis, dan herpes genital. Tanda yang mungkin muncul termasuk keputihan yang abnormal atau luka genital

  • Vaginitis

Infeksi atau perubahan keseimbangan normal bakteri baik pada vagina dapat menyebabkan radang vagina (vaginitis). Gejalanya meliputi keputihan, bau, gatal dan nyeri

4. Cara menjaga kesehatan vagina jelang program hamil

4. Cara menjaga kesehatan vagina jelang program hamil
Pexels/rawpixel.com

Demi menjaga kesehatan vagina menjelang program hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Mama. Salah satunya yang utama adalah selalu menjaga kebersihan area vagina.

Gunakan celana dalam yang tidak ketat dan berbahan katun sehingga mencegah vagina menjadi lembap. Seperti diketahui, area vagina yang lembap bisa menjadi area berkembangbiak bagi bakteri.

Hindari juga berlebihan menggunakan produk pembersih vagina yang mungkin tidak aman. Apabila Mama sedang haid, jangan lupa mengganti pembalut secara teratur.

Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan vagina misalnya:

  • Bertanggung jawab secara seksual

Gunakan kondom atau pertahankan hubungan yang saling setia dengan pasangan agar terhindari dari infeksi menular seksual. Jika Mama kerap menggunakan mainan seks, jangan lupa selalu bersihkan setelah digunakan

  • Vaksinasi

Vaksinasi dapat melindungi Mama dari human papillomavirus (HPV), virus yang terkait dengan kanker serviks, serta hepatitis B

  • Lakukan latihan Kegel

Latihan kegel dapat membantu mengencangkan otot-otot dasar panggul, mencegah kebocoran urine atau kelemahan pada dasar panggul

  • Berhenti minum minuman alkohol dan merokok

Penyalahgunaan alkohol dapat merusak fungsi seksual. Selain itu, nikotin dapat menghambat gairah seksual. Penyalahgunaan zat-zat seperti ini juga dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik dan mental, yang dapat memengaruhi fungsi seksual

5. Kapan perlu melakukan pemeriksaan ke dokter?

5. Kapan perlu melakukan pemeriksaan ke dokter
Freepik/nensuria
Ilustrasi

Keputihan selama tidak berbau dan berwarna, serta dalam jumlah yang tidak berlebihan, masih dalam batas wajar. Namun apabila keputihan yang muncul berwarna dan sampai berbau, serta menimbulkan rasa gatal, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Ini mungkin bisa menjadi salah satu tanda vagina mengalami infeksi, Ma. Pengobatan lebih lanjut mungkin akan diperlukan.

Hindari mengonsumsi sembarang obat atau menggunakan produk tertentu yang belum terjamin keamanannya.

Nah, sudahkah Mama memeriksa kesehatan vagina secara rutin?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!