Penyebab Infertilitas pada Perempuan dan Upaya Pengobatannya

Jika perlu, konsultasikan kondisi ini dengan dokter spesialis, Ma

15 Maret 2019

Penyebab Infertilitas Perempuan Upaya Pengobatannya
Freepik/Yanalya

Setelah menikah, salah satu hal yang diinginkan oleh pasangan suami istri adalah segera bisa memiliki anak. Namun setelah hitungan tahun menikah, kok belum juga ada tanda-tanda kehamilan, ya?

Bisa jadi ini adalah karena adanya masalah infertilitas pada salah satu pihak, maupun kedua pihak sekaligus, Ma. Untuk memastikan penyebab infertilitas, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter kandungan.

Ada beberapa hal yang juga diyakini bisa menjadi faktor risiko terjadinya infertilitas pada pria maupun wanita. Gaya hidup sehat pun menjadi hal penting yang perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko infertilitas.

Yuk simak rangkuman informasi lengkap tentang infertilitas berikut ini dari Popmama.com, Ma:

1. Apa itu infertilitas?

1. Apa itu infertilitas
Freepik/Icomp

Infertilitas adalah suatu kondisi ketika pasangan suami istri tidak kunjung diberikan keturunan meski sudah melakukan hubungan seks tanpa kondom secara teratur, demikian menurut National Health Services UK. Faktanya, kehamilan terjadi ketika sel telur yang dilepaskan wanita dari indung telur dibuahi oleh sperma. Sel telur yang telah dibuahi tersebut kemudian akan bergerak dan tumbuh di dalam rahim.

Ketika kondisi normal ini tak kunjung terjadi, ada kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa dari pihak suami maupun istri, Ma.

Ada baiknya kondisi ini diperiksakan ke dokter apabila usia pernikahan Mama sudah melewati 1 tahun. Terutama jika frekuensi hubungan seks sudah dilakukan secara berkala.

Secara garis besar, terdapat 2 jenis infertilitas yakni infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer terjadi ketika seorang wanita tidak pernah hamil sama sekali. Sementara infertilitas sekunder adalah ketika seorang wanita sebelumnya sudah pernah hamil, namun sulit untuk bisa hamil kembali.

 2. Penyebab infertilitas

 2. Penyebab infertilitas
Freepik/Whatwolf

Ada banyak kemungkinan penyebab infertilitas, baik pada pria atau wanita. Pada wanita, penyebab dari infertilitas yang paling umum terjadi di antaranya ovulasi yang tidak teratur, sumbatan atau gangguan pada tuba falopii, serta endometriosis (radang panggul).

Usia yang sudah di atas 35 tahun juga bisa menjadi salah satu penyebab infertilitas pada wanita. Hal ini karena kemampuan indung telur untuk melepaskan sel telur kian menurun seiring bertambahnya usia.

Sementara itu, pada pria infertilitas bisa disebabkan oleh beberapa hal juga. Penyebab infertilitas pria yang paling umum adalah azoospermia alias tidak ada sel sperma yang diproduksi. Bisa juga karena oligospermia, yakni ketika hanya sedikit sel sperma yang diproduksi.

Kadang-kadang sel sperma juga cacat atau mati sehingga sulit untuk bisa mencapai sel telur. Dalam kasus yang jarang terjadi, infertilitas pada pria pun bisa disebabkan oleh penyakit genetik seperti fibrosis kistik atau kelainan kromosom.

Untuk mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab infertilitas pada pasangan suami istri, diperlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter.

Baca juga: Pahami Faktor Penyebab Infertilitas yang Sering Dialami Oleh Pria

Editors' Picks

3. Faktor risiko infertilitas

3. Faktor risiko infertilitas
Freepik/Rawpixel.com

Terkait gaya hidup dan kondisi kesehatan lainnya, ada juga sejumlah faktor risiko yang dapat memengaruhi tingkat kesuburan pada pria dan wanita. Beberapa di antaranya yakni:

  • Usia

Infertilitas sangat erat kaitannya dengan usia. Sebab tingkat kesuburan pria maupun wanita pada umumnya akan mengalami penurunan saat usianya bertambah. Biasanya kondisi ini mulai terjadi saat usia sudah mencapai di atas 35 tahun.

  • Berat badan

Proses ovulasi juga bisa terhambat ketika berat badan berlebihan atau justru kekurangan. Terutama jika indeks massa tubuh (IMT) mencapai 30 atau lebih. Ya, kelebihan maupun kekurangan berat badan dapat memengaruhi siklus ovulasi pada wanita dan mengurangi tingkat kesuburan.

  • Merokok dan minum minuman beralkohol

Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat merusak serviks dan saluran indung telur. Risiko keguguran dan kehamilan ektopik pun meningkat, bahkan jika Mama menjadi perokok pasif. Sementara itu, bagi pria merokok juga dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma. Hal yang sama berlaku juga pada kebiasaan minum minuman beralkohol.

  • Stres dan faktor lingkungan

Paparan pestisida, bahan kimia dan logam tertentu juga terbukti dapat memengaruhi kesehatan kesuburan, terutama pada pria. Pada wanita, stres berlebih juga dapat menyebabkan hilangnya gairah seks serta mengganggu siklus ovulasi.

4. Pemeriksaan dan diagnosis infertilitas

4. Pemeriksaan diagnosis infertilitas
Freepik/Tirachardz

Awalnya dokter akan melakukan wawancara untuk mendapatkan informasi tentang kondisi kesehatan umum Papa dan Mama. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu adanya kelainan fisik yang mungkin berkontribusi pada infertilitas.

Jika tidak ada penyebab yang dapat ditentukan pada titik ini, tes yang lebih spesifik mungkin akan direkomendasikan. Untuk wanita, pemeriksaan ini termasuk tes hormon, analisis suhu tubuh dan ovulasi, rontgen tuba fallopi dan uterus, dan laparoskopi. Untuk pria, tes awal fokus pada analisis sperma.

5. Pengobatan infertilitas

5. Pengobatan infertilitas
Pexels/Pixabay

Setelah diketahui apa faktor yang menjadi penyebab terjadinya infertilitas pada pasangan suami istri, dokter akan segera memberikan rekomendasi perawatan dan pengobatan yang sesuai.

Beberapa pengobatan infertilitas bisa berupa pemberian obat atau terapi hormon (terutama jika infertilitas disebabkan oleh ovulasi yang tidak teratur). Bisa juga dilakukan prosedur bedah seperti perawatan untuk endometriosis, perbaikan tuba falopii, atau pengobatan di dalam rahim.

Tindakan perbantuan seperti program bayi tabung atau in vitro fertilisation (IVF) juga bisa dilakukan sebagai salah satu rekomendasi.

Pada dasarnya, tindakan yang dilakukan akan disesuaikan dengan apa yang menjadi penyebab infertilitas. Segera cek ke dokter untuk memastikan hal tersebut ya, Ma.