Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Kista Dermoid? Tumor Jinak yang Bisa Tumbuh di Rahim
Freepik/wayhomestudio
  • Kista dermoid merupakan tumor jinak bawaan akibat kelainan perkembangan janin, berisi jaringan seperti kulit, rambut, atau gigi, dan dapat tumbuh perlahan di wajah maupun organ dalam.

  • Gejala bergantung pada lokasi: benjolan kulit dapat nyeri, merah, dan bengkak saat terinfeksi; di rahim bisa memicu nyeri panggul atau perut terasa penuh.

  • Kista dermoid di rahim sering baru terdeteksi melalui pemeriksaan dan umumnya tidak langsung menyebabkan gangguan kesuburan, tetapi keluhan perlu dikonsultasikan ke dokter kandungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendengar istilah tumor mungkin membuat sebagian orang langsung merasa khawatir. Padahal, tidak semua tumor bersifat ganas atau merupakan kanker. Salah satunya adalah kista dermoid.

Kista dermoid umumnya berkembang secara perlahan dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Meski lebih sering ditemukan di area kulit wajah, kista ini juga bisa tumbuh di dalam tubuh, termasuk pada organ reproduksi seperti rahim.

Lantas, apa sebenarnya kista dermoid dan bagaimana gejalanya jika tumbuh di dalam tubuh? Berikut penjelasan lengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

1. Apa itu kista dermoid?

Freepik

Kista dermoid adalah tumor jinak yang di dalamnya dapat ditemukan jaringan kulit, rambut, bahkan gigi. Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan dalam proses perkembangan janin. 

Karena terbentuk sejak masa perkembangan janin, kista dermoid bahkan dapat sudah terlihat ketika bayi dilahirkan. Pada umumnya, kista dermoid berkembang secara perlahan dan tidak bersifat ganas atau kanker. 

Kista ini dapat terbentuk di berbagai bagian tubuh, tetapi lebih sering ditemukan pada area wajah. Selain tumbuh pada kulit, kista dermoid juga dapat berkembang di bagian tubuh yang lebih dalam, termasuk rahim dan tulang belakang. 

Kista dermoid yang berada di dalam tubuh sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena tidak menimbulkan gejala. Kondisi tersebut baru diketahui ketika kista mulai menimbulkan gangguan atau gejala pada usia dewasa.

2. Penyebab kista dermoid

Freepik/stefamerpik

Kista dermoid terbentuk karena adanya kelainan pada susunan kulit yang tidak berkembang secara normal selama masa perkembangan janin. Normalnya, struktur kulit yang mengandung akar rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak berada pada lapisan luar kulit.

Namun, pada orang yang mengalami kista dermoid, struktur tersebut justru berkembang dan membentuk kista di dalam kulit. Dengan kata lain, jaringan yang seharusnya berada di lapisan luar kulit dapat terperangkap dan berkembang menjadi sebuah kantung atau kista.

Kelenjar dan jaringan yang berada di dalam kista tersebut tetap dapat menghasilkan cairan. Produksi cairan inilah yang kemudian dapat menyebabkan kista dermoid terus berkembang, sehingga ukurannya perlahan membesar.

3. Gejala kista dermoid

Freepik/atlascompany

Jika tumbuh pada kulit, kista dermoid biasanya terlihat seperti benjolan yang muncul secara tunggal. Ukuran benjolan dapat bervariasi, mulai dari sekitar 0,5 hingga 6 cm. 

Saat disentuh, benjolan tersebut umumnya terasa lunak. Pada kondisi normal, kista dermoid biasanya tidak menimbulkan keluhan tertentu.Namun, rasa nyeri dapat muncul apabila kista mengalami infeksi.

Selain terasa sakit, kista dermoid yang terinfeksi juga dapat terlihat sangat kemerahan dan mengalami pembengkakan. Kista dermoid juga dapat tumbuh pada organ dalam, sehingga gejala yang muncul akan bergantung pada lokasi tumbuhnya kista. 

Jika kista dermoid berkembang di rahim, penderitanya dapat mengalami nyeri panggul, terutama ketika sedang menstruasi.

Sementara itu, apabila kista dermoid tumbuh di sekitar tulang belakang, gejala yang muncul dapat berupa kesemutan pada tungkai, tungkai terasa lemah, menyebabkan kesulitan berjalan, serta kesulitan menahan buang air kecil. 

4. Efek kista dermoid yang tumbuh di dalam rahim

Pexels/Sora Shimazaki

Kista dermoid yang tumbuh di dalam tubuh, termasuk rahim, terkadang tidak menimbulkan gejala. Biasanya, keberadaannya baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan.

Jika dokter menduga adanya kista yang tumbuh di area rahim, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui kondisi tersebut. 

Meski pada umumnya kista dermoid tidak berbahaya, kondisi ini tetap dapat menimbulkan keluhan apabila ukurannya semakin besar. Kista yang membesar juga dapat memberikan tekanan pada organ-organ yang berada di sekitarnya.

Beberapa keluhan yang dapat dirasakan saat kista tumbuh di dalam rahim antara lain nyeri pada area panggul, perut terasa penuh, atau gejala lain yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika Mama mulai mengalami keluhan tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

5. Apakah kista dermoid menyebabkan sulit hamil?

Freepik/diana.grytsku

Keberadaan kista tidak selalu berarti seseorang akan mengalami gangguan kesuburan. Kista tertentu, termasuk kista fungsional dan kista dermoid, pada umumnya tidak secara langsung menyebabkan masalah kesuburan.

Oleh karena itu, ketika kista ditemukan dalam pemeriksaan, penting untuk mengetahui terlebih dahulu jenis dan kondisi kista tersebut. Jangan langsung beranggapan bahwa keberadaan kista merupakan penyebab seseorang mengalami kesulitan untuk hamil.

Jika Mama menemukan kista saat menjalani pemeriksaan atau sedang mengalami masalah terkait kesuburan, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter spesialis obstetri dan ginekologi. 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui kondisi kista sekaligus mencari tahu faktor lain yang mungkin berhubungan dengan kesuburan.

Itu dia informasi mengenai kista dermoid. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi Mama semua, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article